[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 1

06 Januari 2011

Choi Yuna POV

“Jinki-ah !!!” Aku berlari mengejar seseorang yang berdiri beberapa meter di depanku.

“Hhhhh… Jinki-ah hhhh apa kau tau hhhhh” Aku mengatur napasku yang tersengal-sengal setelah berhasil menjejeri langkah sahabatku itu.

“Ada apa ?” Sahutnya cuek.

“Hhhh aku memenangkan undian untuk nonton SuShow 3 di Bangkok pertengahan bulan ini” ucapku senang.

“Terus? Apa hubungannya denganku?”

Aku menjitak kepala Jinki “Tidak bisakah kau senang melihat sahabatmu senang”

“Kau juga aneh, bukankah kau sudah pernah menonton mereka pas di Seoul kemaren dan sekarang kau mau menonton mereka lagi, kau tidak bosan hah?”

“Tidak ada kata bosan untuk seorang ELF Jinki-ah, lagipula kali ini aku tidak perlu mengeluarkan uang karena aku menang undian”

Jinki mendengus dan meninggalkan aku.

“Hey Jinki-ah tunggu aku” Aku setengah berlari menyusul Jinki.

Namaku Choi Yuna, umurku 20 tahun dan sekarang aku kuliah di Kyunghee University jurusan Ekonomi perbankan, yap aku memang ingin bekerja Di Bank seperti Appa. Aku hidup dari keluarga menengah, Appa-ku seorang Pegawai Bank dan Umma seorang Guru SMP. Dan satu lagi aku adalah seorang Elf. Aku sangat mengidolakan Super Junior sejak mereka debut november 2005. Sudah 5 tahun lebih aku mengidolakan mereka, tapi hanya satu yang belum tercapai yaitu bertemu dengan mereka secara langsung, memeluk mereka langsung. Bisa dibilang aku adalah elf yang kurang beruntung.

Aku memang pernah melihat super junior dan bertemu mereka tapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk berinteraksi secara langsung seperti menyentuh ataupun berjabat tangan. Kesempatan yang sangat susah dan langka. Aku sudah pernah mencoba menyusup ke dalam backstage untuk menemui mereka tapi tidak pernah berhasil. Saat acara fanmeeting dan fansigning pun aku harus berdesak-desakkan dengan beratus-ratus elf untuk mendapat tanda tangan dan berjabat tangan dengan mereka tapi selalu saja aku gagal.

Awal 2007, saat fanmeet malah aku pernah terjatuh, kakiku terinjak dan patah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Yang kutahu dari orang tuaku, pihak super junior melalui panita penyelenggara menemuiku di rumah sakit, meminta maaf dan akan membiayai seluruh pengobatan. Itu salah satu cobaanku menjadi seorang elf, tapi aku tidak menyerah.

Cobaan berikutnya datang dari orang tuaku, setelah masa penyembuhan kakiku, aku dilarang keras datang ke setiap konser super junior. Orang tuaku mengancam tidak akan memberiku uang saku jika aku masih ngeyel untuk menonton konser. Alhasil aku hanya menonton setiap penampilan mereka hanya melalui televisi. Setiap album yang dirilis, aku membelinya diam-diam dengan uang tabunganku dari uang saku yang aku sisihkan setiap harinya. Orang tuaku benar-benar membenci Super Junior, karena orang tuaku menganggap karena mereka aku mendapat kecelakaan. Berulang kali aku meyakinkan kedua orang tuaku bahwa super junior sama sekali tidak tahu menahu mengenai kejadian tersebut, namun sampai mulutku berbusa orang tuaku tetap keukeh membenci idolaku.

Puncaknya pada 22 Februari 2008 saat aku akan menonton konser perdana Sushow 1, aku beralasan bahwa aku akan menginap di rumah temanku untuk belajar kelompok dan orang tuaku percaya. Namun karena memang nasibku apes, dalam perjalanan ke Olympic Fencing Gymnasium, mobil yang aku tumpangi bersama 3 temanku menabrak pagar pembatas jalan. Aku harus dilarikan ke rumah sakit karena mendapat benturan cukup keras di kepalaku dan 3 temanku yang lain mendapat perawatan intensif. Bisa kalian tebak apa reaksi orang tuaku? Yaa mereka marah besar, namun kemarahan mereka tidak di tunjukkan langsung karena kondisiku yang cukup memprihatinkan. Berita kecelakaan itu masuk televisi dan sampai ke telinga super junior, perwakilan dari super junior yaitu manajer, Leeteuk Oppa dan Eunhyuk Oppa menjenguk kami di rumah sakit, tapi apesnya pada saat itu kondisiku masih belum sadar, aku koma 2 hari.  Aku hanya di ceritakan oleh temanku yang sudah sadar. Ahh aku hanya kecewa mengapa kondisi tubuhku tidak cukup kuat, coba saja kalau aku sadar lebih cepat pasti aku bisa bertemu dengan Leeteuk dan eunhyuk Oppa. Huaaaa.

Sejak saat itu orang tuaku benar-benar mengontrol kegiatanku, sepulang dari sekolah aku akan langsung pulang dan berkonsentrasi dengan sekolahku yang sudah berada di tingkat akhir. Belum lagi sejak kecelakaan itu aku sering merasakan pusing di kepalaku. Tapi itu hanya muncul jika aku kelelahan saja.

Dan tadi Jinki sempat menyebutkan konser Sushow 3 kan?

Yaa aku berhasil menonton untuk pertama kalinya konser SuShow 3 di Olympic Gymnastics Arena Agustus 2010 kemaren. Dan tentunya tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku, orang tuaku mempercayaiku karena alasan yang kuberikan memang masuk akal yaitu mengikuti acara fakultasku Happy Campus Camp selama 2 hari. Dengan bantuan Jinki, sahabatku saat masa ospek aku berhasil mengelabuhi kedua orang tuaku untuk ikut acara camp tersebut yang sebenarnya tidak wajib di ikuti oleh mahasiswa. Lee Jinki, juga sudah di wanti-wanti oleh orang tuaku untuk mengawasi kegiatanku di kampus. Orang tuaku benar-benar sudah trauma anak gadisnya ini mengalami hal yang menyeramkan 2 tahun yang lalu. Sedangkan aku, aku tidak pernah kapok sampai keinginanku untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan super junior dapat terpenuhi.

Masalahku berikutnya adalah sekarang aku memenangkan undian untuk menonton SuShow 3 di Bangkok. Aku dan 1 orang lainnya beruntung mendapat kesempatan menonton sushow 3 di Bangkok pertengahan bulan ini.

Di kantin Kampus

“Kau yakin akan menonton acara itu ?” Kata Jinki sambil menyeruput Es Jus Jambunya.

“Iyaa dong, kesempatan emas aku bisa menonton konser mereka lagi dan di luar negeri pula” Jawabku senang.

“Kau sudah punya paspor? Orang tuamu bagaimana?”

“Nah itu dia nanti pulang kuliah kau temani aku ke kantor imigrasi, aku sudah membawa syarat-syarat untuk membuat paspor” ucapku santai.

“Orang tuamu bagaimana, Yuna-ah? Kau menonton konser di Seoul saja mereka menentang keras, bagaimana kalau kau ke Bangkok”

“Hufffttt sepertinya aku harus mencari alasan lagi karena aku tidak mungkin izin untuk waktu 1 hari kan? Setidaknya aku perlu waktu 3 hari”

“3 hari?? Kau gila!! Kau ingat tidak waktu kau mati-matian meyakinkan orang tuamu untuk mengikuti Happy Campus Camp hanya untuk 2 hari? Mereka menyelediki langsung kekampus dan untung saja acara itu benar-benar ada. Dan lebih beruntungnya lagi orang taumu tidak benar-benar mengecek apa kau benar-benar mengikuti acara itu atau tidak” Jinki terus mengomeliku.

“Yaa Jinki-yaa kau itu sahabatku atau tidak sih, bantu aku cari alasan, jangan menyalahkan aku terus” Aku sudah mulai emosi.

“Kau ini benar-benar egois Yuna-ah, sudah berapa kali kau membohongi orang tuamu hah, kau tidak ingat peristiwa beberapa tahun yang lalu, kau pikirkan perasaan orang tuamu juga dan pikirkan perasaanku sebagai sahabatmu yang akan terseret dalam masalahmu yang tidak penting itu, apa sih yang kau harapkan dari idolamu itu, apa mereka tau kau hampir kehilangan nyawamu 2 tahun lalu, apa mereka ikut merasakan sakit waktu kakimu patah hah. Ingat Yuna-ah mereka tidak akan merasa kehilangan walaupun kau pergi, masih banyak juga fans yang mendukung mereka, kehilangan satu tidak berarti apa-apa untuk mereka” Jinki benar-banar marah dan pergi meninggalkan kantin.

Aku benar-benar sakit hati oleh ucapan Jinki yang terakhir, air mataku perlahan mengalir di pipiku. Aku melihat punggung Jinki yang sudah semakin menjauh.

Aku mengambil tasku dan meninggalkan kantin, pertengkaran kami barusan menarik perhatian mahasiwa-mahasiswa yang lain. Aku memutuskan untuk bolos kuliah karena aku tidak mau bertemu dengan Jinki, aku benar-benar marah padanya. Aku berjalan menuju halte depan kampus, dan pergi ke kantor imigrasi. Niatku benar-benar bulat untuk pergi ke Bangkok.

TBC

Hahahaaha aneh ya ff-nya?

Give advice and comment yaa.

Gomawo.

10 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 1

  1. Annyeong, aku reader baru. Bangapta.🙂
    Benar2 ELF sejati, sampek kena kecelakaan 2x. Tapi kalo sifatnya begitu, juga terlalu berlebihan, kasihan ortunya.
    Tapi, ceritaya bikin penasaran.🙂

  2. Ampunn dah mantan q dibawa2 kekekekeke… Leeteuk emang angel…
    Mau donkkk dijenguk oppa… *pura2 tepar*…

    Wah ini benar2 dari hati bikinna…
    Nasibnya Yuna bener2 apes dah tu… gile bgt sih ampe mau mati gt ttppppp aja g bisa ktmu oppa…
    Q klo jd ortunya jg psti marah kekekeke…
    Yuna! Fighting!!!

    • maa….aaa…nnn….tt…aaa…nnnn ?? *azis gagap mode ON*

      brrti dirimu tante saia dunk, si Teukie kan Om saia ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

      iyaapp itu dari hati curahan terdalam seorang ELF unlucky,,

      banyak harga yg hrus di bayar kalo mau dapat barang mahal.

      Yeeeesss Yuna ayoooo taklukkan Appa Eomma biar di restui nikah ama Oppadeul (?) mksdnya Kyuhyun😉

  3. >Iyaa, ngeness bgd yakk nasibnya.aku mau bwd yang lebih parah, tapi ga tega.kyk gtu aja ortunya udah ngamuk2, gmna klo author sinting ini bwd yang lbh parah.iyaa awalnya susah nyri cast bwd jadi shbtnya.truss pas bgd inget SHINee, yaudin ambil onew aja.

  4. >buseet koma 2 harikyyaaaa..eeteuk yg jenguk,ckckckmalang sekali nasibmu anak mudaonew jadi orang biasa yak hahabagus bagus, lanjutperjuanganmu harus tetap dilanjutkanwalao ketiban apes tyus,hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s