[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 2

Jinki POV

Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Yuna, setelah memarahinya aku langsung meninggalkan kantin tanpa melihat wajahnya. Kata-kataku memang sangat keterlaluan tadi, tapi aku harus membuatnya sadar dengan keputusannya pergi ke Bangkok adalah salah. Aku masuk ke dalam kelas, mata kuliah Sistem Perbankan Korea Selatan sudah dimulai. Aku mencari tempat kosong dan langsung duduk. Mataku sempat mencari-cari sosok Yuna, tapi aku tidak menemukannya. Ahh biarkan saja mungkin dia sedang merenungkan kataku-kataku tadi.

Namaku Lee Jinki, aku sahabat dekat Choi Yuna yang sangat tergila-gila dengan grup idola Super Junior. Aku sering mendengarkan lagu super Junior namun aku bukan elf yang fanatik seperti Yuna. Aku pertama kali mengenal Yuna saat masa ospek kampus.

Flashback

Agustus 2008

Ospek Hari Pertama.

“Heyy kau, kau membawa Jurnal Ekonomi Seoul Newspaper?” Aku menoleh kepada suara di sampingku.

“Iya, memang kenapa?” Jawabku perlahan.

“Kau membawa korannya lagi tidak? Aku lupa meletakkan koranku dimana” Tanyanya kembali.

“Ohh kebetulan aku menemukan koran ini terjatuh di gerbang tadi” Aku mengambil koran dari tasku dan menyerahkan pada gadis yang duduk di sampingku.

“Ahh ya Gomawo” ucapnya tersenyum.

“Ne” balasku singkat.

“Heii ini memang koranku yang hilang, ada namaku di ujungnya” Dia kembali bersuara sambil menunjuk ujung kanan koran tersebut.

“Untung saja aku temukan tadi, lain kali lebih hati-hati menjaga tugas ospeknya” Kataku pelan.

“Ahh jeongmal Gomawo-yoo, ohh ya siapa namamu?” Gadis itu tiba-tiba mengulurkan tangannya padaku.

“Jinki. Lee Jinki Imnida” kataku membalas uluran tangannya.

“Choi Yuna Imnida” gadis itu tersenyum.

Yaa Yuna adalah teman pertamaku, dan kebetulan kami mengambil jurusan yang sama. Yuna adalah gadis yang ceria, berbanding terbalik dengan aku yang cenderung pendiam. Saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku langsung tahu kalau Yuna adalah penggemar Super Junior, terlihat dari pin super junior di tasnya. Saat aku iseng bertanya, Yuna mengakui kalo dirinya penggemar berat Super Junior, dan salah satu biasnya adalah Kyuhyun. Aku hanya mengangguk-angguk pura-pura mengerti, aku memang tau lagu-lagu super junior tapi aku tidak mengenal para personelnya.

Dan yang lebih membuatku tercengang pada Yuna adalah saat penutupan ospek hari terakhir. Pada saat itu Sunbae memilih acak mahasiswa baru untuk maju kedepan menunjukkan bakat. Ahh acara ini hanya kerjaan iseng panitia mencari sensasi sambil menebarkan pesona pada mahasiswa-mahasiswi baru. Tiba-tiba …

“Ayo kamu maju” Kata Sunbae Yeoja menunjukku dan menarik tanganku.

“Ahh Noona, aku tidak mau, aku tidak bisa melakukan apa-apa” Aku menolak ajakannya dan berusaha melepaskan tarikannya.

“Kau wajib maju kalo memang mau mendapat sertifikat Ospek” Katanya mengancamku. Yaa sertifikat ospek akan sangat berguna, karena itu adalah syarat mengajukan bebas teori pada tingkat akhir nanti.

Aku menoleh pada Yuna. Dia tersenyum dan mengangkat kedua tangannya sambil berkata pelan “Fighting!!!”

Aku terpaksa maju ke depan bersama 4 orang mahasiswa lainnya. Mereka menunjukkan bakat mereka, ada yang menyanyi, menari dan berakting. Kini tiba giliranku. Aku benar-benar bingung, aku tidak bisa bernyanyi ataupun menari.

“Kau mau menunjukkan apa?” Suara Sunbae itu malah membuat jantungku berdegup kencang.

“Ahh ehhh aku tidak tau” ucapku kikuk yang di sambut suara HUUUU dari Sunbae dan teman-teman angkatanku yang lain.

“Ahh begini saja, kau menari saja, kulihat dari tampangmu kau cocok menjadi boyband-boyband idola, hemm kau pilih saja lagunya mau SHINee atau Super Junior hah ??”

Mati. Aku tidak menguasai tarian kedua boyband tersebut, SHINee baru saja debut dan aku tidak menguasai lagunya, ahh super junior saja kalo begitu.

“Super Junior” jawabku pelan.

“ahh oke kalo begitu, Yakk teman-teman mari kita saksikan penampilan calon idola kampus!!!!!” teriak Sunbae itu yang merangkap sebagai MC.

Suara musik terdengar, sebentar aku asing dengan lagu ini. Ini lagu suju yang mana yaa, aku masih terdiam. Tiba-tiba perhatianku tertuju pada gadis yang berdiri dan berjalan ke arahku, hah Yuna kau mau apa ??

“Sunbae, izinkan aku menari bersamanya” pinta Yuna pada Sunbae yang merangkap sebagai MC itu.

“Ohh boleh silahkan”

Tanpa menunggu waktu lama Yuna sudah menari di sampingku dan mendapat tepukan yang meriah dari para penonton.

Sambil menari dia berkata padaku “Super Junior Wonder boys Jinki-ya ayo ikut aku menari”

Para penonton bersorak riuh melihat Yuna yang sangat enerjik menarikan tarian wonder boys-nya Super Junior.

Nunbushin taeyangun Nal bichwojune hwanhan misoro Usanun hanamyon dwae duryopjin anke Na Wonder Boy Yeah…

Tepukan membahana di aula Kyunghee University mengakhiri penampilan kami berdua, tepatnya penampilan Yuna. Ahh gomawo Yuna kau menyelamatkan aku…

Flashback End

Setelah kuliah selesei, aku mengambil handphoneku dan mengirim sms kepada yuna. Lamunanku tadi selama kuliah mau tidak mau menurunkan kadar rasa kesalku pada Yuna.

Kau sedang dimana Yuna-ya?

5 menit berlalu… 10 menit berlalu… 15 menit berlalu tidak ada balasan dari Yuna. Ahh mungkin dia masih marah denganku, sebaiknya aku pulang duluan saja.

Yuna POV

Kau sedang dimana Yuna-ya?

Aku membaca sms yang dikirimkan oleh Jinki. Aku ingin membalasnya namun rasa gengsi ku mengalahkan semuanya. Ahh sejujurnya aku bete menunggu di kantor imigrasi sendirian seperti ini. Aku sudah 2 jam menunggu antrian. Haa mengapa banyak sekali orang yang membuat paspor.

“Choi Yuna” Panggilan dari suara speaker membuatku sedikit tersentak. Aku berdiri dan menuju loket untuk mengurusi pembuatan pasporku.

Beberapa saat kemudian…

“Baik nona Choi, 5 hari lagi kembali kesini untuk mengambil paspor anda dan melengkapi berkas-berkas lainnya” ucap pegawai Wanita itu tersenyum kepadaku.

“Ne. Kamsahamnida” Jawabku sambil tersenyum.

11 Januari 2011

Paspor sudah berada di tanganku, beberapa hari yang lalu aku sudah mengurusi persyaratan-persyaratan oleh majalah tempat aku memenangkan undian. Undian Kpop Magazine ini sangat bergengsi karena sering mengadakan kuis-kuis seperti ini hadiahnya tidak tanggung-tanggung: Tiket pesawat pulang pergi, Akomodasi Hotel dan Tiket masuk Konser di tanggung pihak panitia. Pemenang hanya menanggung uang saku selama disana. Sebenarnya pemenang undian tidak hanya dari Korea saja karena kpop magazine Jepang, China dan Bangkok juga mengadakan serempak kuis ini. Jadi ada 8 orang pemenang beruntung yang bisa menonton SuShow 3 di Bangkok. Salah satunya adalah aku. Dan 3 hari lagi aku akan berangkat.

Aku sempat kelabakan saat panitia penyelenggara undian meminta surat persetujuan dari keluarga sebagai syarat. Yaa aku terpaksa membuatnya sendiri dan menandatanganinya sendiri, sebenarnya aku takut pihak penyelenggara menelepon langsung ke nomor rumah untuk memastikan apakah aku sudah benar-benar di izinkan oleh keluarga karena statusku masih mahasiswi dan aku masih tinggal bersama orang tua, tapi ketakutanku tidak terjadi karena ternyata surat itu hanya sebatas syarat saja. Aku memenangkan undian tersebut juga tidak mudah, aku banyak menghabiskan pulsa untuk mengirim jawaban kuis tersebut. Dan saat aku di hubungi kembali untuk lanjut ke tahap berikutnya yaitu menulis tentang pengalaman selama mengenal super junior. Pengalaman yang kutulis adalah pengalaman tragisku selama menjadi elf, yaa mungkin karena itulah aku terpilih. Heheheheehe.

Masalahku sekarang adalah bagaimana aku mengatakan kepada orang tuaku kalau anak satu-satunya mereka ini akan berangkat ke Bangkok, Thailand untuk menonton konser Super Junior selama 3 hari. Arrggghhh membayangkan ekspresi mereka saja aku tidak sanggup. Ohh god help me once again…..

Aku masih bertengkar dengan Jinki, jadi tidak mungkin aku meminta saran darinya. Saat bertemu di kampus, kami tidak saling bertegur sapa, semua teman kami menanyakan kenapa kami bertengkar karena selama ini aku dan Jinki selalu pergi berdua, sampai-sampai semua orang menganggap kami berpacaran. Prasangka semua orang tidak pernah merubah apapun dalam persahabatan kami.

Aku menghempaskan tubuhku ke kasur, aku memandang langit-langit kamarku mencari alasan apa yang akan kugunakan untuk membohongi kedua orang tuaku sekali lagi. Appa Umma maafkan aku….

Aku menyalakan komputerku dan mengaktifkan internetku. Aku membuka semua account pribadiku dari facebook, cyworld, me2day, dan twitterku. Aku hanya membuat status di cyworld dan me2dayku “Aku pasti bisa menghadapi semua ini, God help me. Yuna-ya Fighting !!!” Aku melihat timeline twitterku, ahh Leeteuk, Heechul, Shindong Oppa baru saja memperbaharui status twitter mereka, langsung ku retweet mention-mention oppadeul. Kemudian aku mentweet semua oppadeul.

Oppadeul @GaemGyu @special1004 @Heedictator @shfly3424 @ShinFriends @AllRiseSilver @donghae861015 @siwon407 @ryeong9 @ikmubmik @henrylau89 소원은 아주 작은 우리 부모님은 당신의 모든 좋아하지 않아 너희들을 만나서 내가 뭘해야합니까 ?? Artinya (my wish to meet u guys very little, my parents don’t like u all, what should i do??-> pake google translate)

Aku tidak berharap mereka membalas tweetku, tapi setidaknya mereka tau (yaa kalo di baca) ada seorang elf yang sedang gundah gulana saperti aku ini. Lalu aku membuka ufotown untuk super junior dan bergabung kedalam forum tersebut dimana elf bisa berinteraksi dengan super junior, ahh bnyak sekali elf yang menulis pesan untuk mereka, ahh oppa kalian memang sangat digilai oleh semua orang, apa benar jika salah satu elf hilang kalian tidak akan sadar. Tiba-tiba aku mengingat kata-kata Jinki sebelum kami bertengkar. Huffftt aku menghembuskan nafas dan menulis sama seperti tweetku tadi di ufotown.

Baru kutinggal 10 menit, aku mendapat ufo reply dari Donghae: Apa perlu aku ke rumahmu sekarang dan menemui orang tuamu?? Kemudian Eunhyuk: Biar aku saja yang ke rumahmu. Kemudian Leeteuk: Sudah-sudah kalian ini apa-apan sih, biar aku saja yang ke rumahmu. Aku tersenyum senang, ini adalah kesempatan langka ufo seorang elf bisa di reply oleh member super junior, ahh aku baru ingat mereka kan biasanya membalas pertanyaan yang aneh-aneh. Ahh jangan-jangan ini merupakan pertanda baik.

Aku kemudian menulis lagi: Aku sudah mendapat tiket sushow bangkok, namun orang tuaku tidak akan mengizinkan aku pergi untuk melihat kalian. Aku sedih. Baru beberapa menit Eunhyuk kemudian membalas: kau kabur saja, aku akan menantimu di bangkok. Sungmin membalas: Apa yang membuat orang tuamu membenci kami? Kyuhyun membalas (OMG dia biasku): Omoo orangtuamu benar-benar jahat sekali padamu.

Aku benar-benar tidak menyangka ufo tidak jelasku ini akan di respon oleh member suju. That’s a miracle. Lalu Heechul membalas: Kau mengirim mention yang sama persis di twitter, kau orang yang sama?? Aku langsung terdiam, jika aku mengatakan iya, account ku pasti akan di serbu oleh seluruh elf yang ada di seluruh dunia. Bisa jadi aku di follow banyak orang, namun bisa juga aku di bash oleh elf yang bisa berakibat accountku terganggu. Ahh heechul oppa-ah kau bisa membunuhku, keselamatanku terancam sekarang. Aku memutuskan tidak menggubris pertanyaan Heechul oppa. Lalu aku menulis kembali: Tenang saja Oppa, aku pasti akan meyakinkan orang tuaku untuk menonton kalian, walaupun akibatnya aku harus di sekap didalam rumah. Hahaahaha. Aku segera sign out dari ufotown. Kesempatan langka sebenarnya bisa berkomunikasi dengan mereka tapi aku tidak mau keselamatan accountku terancam. Aku membuka account twitterku dan menghapus mentionku untuk super junior. Setidaknya ini bisa membuatku lega atau aku yang terlalu berlebihan yaa…

12 Januari 2011

Jinki POV

Sudah seminggu aku dan Yuna tidak bertegur sapa, bertemu di kampus pun dia langsung menghindar. Selesei kuliah pun dia langsung menghilang. Apa dia benar-benar akan ke Bangkok, aku ingin menanyakan tapi rasa gengsiku mengatakan tidak, Ahh tidak mungkin dia akan kesana, orang tuanya tidak akan mengizinkan dia untuk pergi. Ahh Yuna-ya aku merindukanmu….

Sepulang kuliah aku memutuskan untuk pergi ke gedung kpop magazine, tempat penyelenggaraan undian tersebut. Aku harus benar-benar menanyakan pada panitia. Menurut panitianya, 2 pemenang utama sudah mengurus semua persyaratan dan biaya akomodasi sudah di berikan, pemenang tinggal berangkat saja. Aku melihat nama daftar pemenang utama yang tertempel di papan pengumuman kantor tersebut. Aku melihat nama Choi Yuna di nomor satu dan di bawahnya nama Kim Jisun. Ah anak itu benar-benar nekat akan berangkat. Tanpa pikir panjang aku langsung ke rumah Yuna. Aku khawatir juga, apa dia sudah mengatakan pada orang tuanya, kebohongan apalagi yang dia gunakan untuk mengelabuhi orang tuanya. Ahh Yuna kau kan tidak bisa berbahasa Thailand, bahasa inggrismu juga sangat pas-pasan.

Aku menekan bel rumahnya, yang membuka Ummanya Yuna.

“Annyeonghaseyo Ahjumma” Sapaku takzim.

“Ne Jinki-ya kau sudah lama tidak main kesini”

“Sedang banyak tugas ahjumma” aku mencari alasan.

“Iyaa Yuna juga bilang akhir-akhir ini dia sedang banyak tugas, dia lebih sering berada di kamarnya. Ahh ya Yuna sedang di kamarnya, kau mau ku panggilkan atau kau ke kamarnya sendiri?”.

Orang tua Yuna sudah sangat mempercayaiku sehingga mereka mengizinkan aku masuk kedalam kamar putrinya itu.

“Biar aku saja ahjumma”

“Ah sebentar Jinki-ya” Tiba-tiba Ahjumma memanggilku.

“Ne. Ada apa ahjumma?”

“Duduklah dulu”

“Ne”

“Begini, Umma dari Appa-nya Yuna atau neneknya Yuna sekarang sedang sakit, beliau di rujuk ke Rumah Sakit di Jepang. Appa Yuna akan berangkat ke jepang nanti malam dan aku akan menyusulnya besok sore. Sebenarnya Yuna ingin kami ajak tapi dia bilang tugasnya sangat menumpuk, dan 2 minggu lagi dia akan Ujian tengah semester. Betul Jinki-ya??”

“Ne Umma. Sebentar lagi kami akan ujian”

“Nah maka dari itu, aku mohon padamu tolong jaga Yuna, jangan sampai dia menonton konser Super Junior”.

“Super Junior sedang mengadakan konser di luar negeri, jadi tidak mungkin Yuna menontonnya” Aku sedikit berbohong pada Umma-nya Yuna.

“ah baguslah kalau begitu, Yuna juga sekarang sepertinya sudah sadar. Dia tidak pernah menonton konser Super Junior lagi”

Aku tersenyum dalam hati. Ah Yuna sebegitu pintarnya dirimu sampai bisa meyakinkan Orang tuamu bahwa kau sudah melepaskan Super Junior. Seingatku akhir desember lalu Yuna menonton seluruh acara Gayo Daejun di 3 stasiun televisi, karena Super Junior tampil disitu. Dia menggunakan alasan ikut liburan bersamaku di Gyeonggi-do untuk menghabiskan liburan akhir tahun bersama keluargaku. Dan lagi-lagi orang tuanya percaya padanya. Padahal dia tetap berada di Seoul dan menginap di Apartment Sunghee, teman SMA-nya yang juga menggilai Super Junior.

“Aku minta tolong padamu Jinki-ya, tolong awasi Yuna. Aku percaya padamu” Mata ahjumma sedikit memelas saat mengucapkan hal itu.

“Berapa lama ahjumma di jepang??”

“Mungkin sekitar 5 hari aku disana, kalau Appanya Yuna mungkin sampai Neneknya Yuna melewati operasi dan masa kritisnya”

“Baiklah ahjumma, aku akan berusaha menjaganya” ucapku bersungguh-sungguh.

“Gomawo Jinki-ya maaf merepotkanmu”

“Gwencana ahjumma, Yuna sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri”

Aku mengetok pintu kamar Yuna. Yuna membukanya, dia hanya tersenyum kecil saat melihatku. Dia pasti masih kesal padaku.

“Masuklah” katanya

“Kau masih kesal padaku ??”

“Sangat”

“Mianhae Yuna-ya”

Yuna terdiam. Aku melihat di sekeliling kamarnya, masih ada 1 poster besar Super Junior di langit-langit kamarnya. Selebihnya dinding kamarnya bersih. Yaa aku ingat, Yuna pernah bercerita bahwa Appanya merobek semua posternya sehabis kecelakaan 2 tahun lalu, bahkan Appa membakar seluruh kaset Super Junior koleksi Yuna saat Yuna masih di rumah sakit.

“Aku ingin es krim, belikan untukku baru kau kumaafkan” katanya memecah lamunanku.

Aku tersenyum “Ne. Kajja!!!”

Kami berdua pergi ke supermarket di dekat rumah Yuna dan membeli Es Krim. Kami memutuskan duduk di kursi taman tak jauh dari supermarket.

“Aku mendengar percakapanmu dengan Umma tadi” Ucapnya membuka pembicaraan.

“Kalau kau sudah dengar jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskan padamu” Jawabku tegas. “Dan aku juga mempunyai hak untuk melarang mu pergi ke Bangkok” Lanjutku.

“Yaaaaa, Jinki-ya kau ini sahabatku atau orang tuaku sih ?!!”

“Untuk posisi seperti ini, aku bertindak sebagai Orang tuamu, Yuna”

“Jebal Jinki-ya, ini kesempatan emasku”

“Aku tidak peduli”

“Aku mohon padamu, aku berdoa setiap hari agar aku bisa mendapat kesempatan seperti ini, saat kesempatan itu datang kau tega membiarkanku melepasnya” Ucap Yuna memelas. “2 hari lagi Jinki-ya, 2 hari lagi aku berangkat. Semuanya sudah ku persiapkan” suaranya makin pelan.

Aku melihat Yuna, dia menunduk.

“Jika kesempatan ini tidak ada apa yang akan kau lakukan” Tanyaku padanya.

“Aku tidak benar-benar ingin melakukannya, tapi aku pasti mencobanya. Aku berniat kabur”

Kata-kata Yuna benar-benar membuatku tercengang. Anak ini benar-benar nekat, tidak ada yang bisa menghentikan dia. Begitupun dengan aku.

“Aku tidak peduli jika orang tuaku marah besar, ataupun tidak memberikanku uang saku, aku hanya ingin bertemu langsung dengan Super Junior” Lanjutnya.

“Kau tau sendiri betapa susahnya bertemu secara langsung dengan mereka, kenapa kau masih nekat hah?? Kalau terjadi sesuatu padamu disana bagaimana? Aku juga yang akan bertanggung jawab, orang tuamu tidak akan mempercayaiku lagi” suaraku tegas.

Yuna berdiri, kemudian berlutut di hadapanku.

“Aku mohon padamu Jinki-ya, aku mohon biarkan aku ke Bangkok”

Aku mendengar suara Yuna sudah bercampur dangan isakan. Aku benar-benar tidak tahan dengan tangisannya. Aku memegang pundaknya dan menyuruhnya berdiri. “Bangun Yuna, berdirilah”

Yuna masih sesenggukan saat berdiri. Aku memeluknya.

“Sangat beruntung Super Junior memiliki seorang fans sejati sepertimu Yuna” Aku berbisik pelan di telinga Yuna.

TBC

Aku sangat membutuhkan saran dan komen, maklum masih amatiran.

Gomawo.

9 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 2

  1. Envy.. envy.. envy ma Yuna!!!!
    Uforeplyna di bls beruntun m oppadeul…
    “Oppa… balas juga donk hatiku ini!!!”
    Donghae : ” Ah ne…ne… tapi aku sedang sibuk… mianhae..”
    *Plakkk lempar sandal ke donghae*

    Baiklah pensaran prjalanan Yuna ke Thailand!!
    Yunaaaaa… ikuttt donkkkkk

    • iiaaa saiang bgd ufo itu cmn bs di akses di sana, korea, cina, taiwan.
      pdhal oppadeul ckup eksis dsna, dan srg brkomunikasi dgn ELF *iri tingkat langit ketujuh*

      ayoooookk simak trus perjalanan Yuna ke thailand, dan rasakan sensasinyaaaa (lho) ƗƗɑƗƗɐƗƗɑƗƗɐƗƗɑƗƗɑƗƗɐƗƗɑƗƗɐƗƗɑ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s