[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 3

14 Januari 2010

Pukul 10.00

Yuna POV

Kemarin sore aku baru saja mengantar Umma ke bandara, dia benar-benar mengkhawatirkan aku di Seoul sendirian. Baru di tinggal beberapa jam, Appa sudah 10x menelepon menanyakan keadaanku, Jinki pun terkena imbas di telepon oleh Umma ku. Mereka benar-benar sangat protektif kepadaku.

Jinki berubah pikiran, dia mau membantuku, ahh aku bersyukur mempunyai sahabat sebaik dia. Jinki akan tinggal di rumah ku selama 3 hari, selama aku di Bangkok. Ahh aku berharap semoga Appa dan Umma tidak terus-terusan meneleponku nanti.

Aku sudah menyiapkan semuanya, kamera SLR Canon milik Jinki sudah di dalam tasku, notebook LG hitam-ku, kamera digital pribadiku, lighstick sapphire blue, pakaian ganti yang di dominasi warna biru, sepatu kets, dan tidak lupa hadiah untuk super junior tentunya. Aku sudah menyiapkan 1 kotak berukuran sedang berwarna sapphire blue yang cover luarnya adalah gambar chibi (cartoon) 13 member super junior, di dalam kotak itu ada 12 pin berbentuk bulat bewarna biru yang masing-masing pin bergambar chibi super junior. Aku menyiapkan semuanya sendiri sejak aku mengetahui aku menang undian ini. Kenapa cuman 12? Karena pin sang maknae sudah kusematkan di tali tasku. Dan juga uang saku dari tabunganku yang pasti cukup selama aku berada di Bangkok. Aku sudah menukarnya dengan mata uang Thai Bath. 1 won sama dengan 0,02780 Bath. Aku juga sudah menghafal beberapa dialog dan salam bahasa thailand. Sebenarnya aku tidak perlu khawatir karena nanti pemenang undian akan di temani oleh 2 karyawan dari Kpop Magazine yang bertugas meliput jalannya konser.

Pukul 17.30

Incheon Airport

Aku di antar oleh Jinki ke bandara, aku hanya membawa 1 koper berukuran sedang dan membawa tas ransel berwarna biru yang aku desain sendiri, ada tulisan i SJ di saku bagian bawahnya. Aku juga memakai pin bergambar chibi Cho Kyuhyun yang kusematkan di tali tasku. Aku bertemu dengan partner sesama pemenang undian.

Namanya Kim Jisun, dia 2 tahun lebih muda dariku. Dia mahasiswi tingkat pertama di Donkuk University. Jisun sangat imut, rambutnya di cepol dua, pipinya chubby dan penampilannya sangat casual dengan jins dipadu kaos di dobel rompi. Ada 2 orang karyawan dari Kpop Magazine juga sudah berada di bandara. Junghoo Hyung dan Nara Unnie. Aku bersalaman dan sempat berbincang sebentar dengan mereka semua. Sebelum kami masuk di ruang tunggu, aku berpamitan pada Jinki.

“Jinki-ya Gomawo, Jeongmal Gomawo” Ucapku tersenyum.

“Jaga dirimu disana, semoga impianmu tercapai” Jinki memelukku.

Aku mengeratkan pelukanku pada Jinki “Jinki-ya jeongmal gomawo, kau benar-benar sahabatku yang paling baik”

“Ne. Hati-hati disana, kau jangan jauh-jauh dari hapemu, kalau ku telfon langsung di angkat”

“Siap Boss” Ucapku senang sambil melepaskan pelukannya.

Di pesawat

Pukul 18.30

Pesawat kami sudah take-off. Aku duduk bersebelahan dengan Jisun. Sedangkan Nara Unnie duduk di depanku bersama Junghoo Hyung. Aku mengambil tempat duduk di samping jendela. Lalu mengeluarkan ipod ku dan memakai headset biru ku berbentuk doraemon. Tiba-tiba bahuku serasa ada yang mencolek. Aku melepaskan headset dan menoleh pada Jisun.

“Unnie, tadi itu kekasihmu ya??” Tanya Jisun.

“Anio. He’s my bestfriend” Jawabku singkat.

“Sepertinya dia sayang padamu Unnie”

“Jelaslah, dia kan sahabatku”

“Bukan sayang sebagai sahabat, tapi lebih. Aku bisa melihat dari matanya Unnie”

“Ahh kau ini sok tau. Kau orang kesekian-sekian yang mengatakan hal itu padaku” aku menepuk-nepuk pundak Jisun.

“Ah ya Unnie, sejak kapan kau menyukai Super Junior ??” Aku suka pertanyaan yang berhubungan dengan idolaku itu.

“Sejak mereka debut”

“Siapa biasmu Unnie ??”

“Aku menunjukkan pin di tali tas ku. Lalu kau ??” Tanyaku balik.

Dia mengangguk-angguk melihat pin ku “Aku menyukai Leeteuk Oppa”

“Yaa dia seorang leader yang sangat berkharisma” Ucapku memuji bias Jisun.

Dia mengangguk-angguk lagi.

“Jisun-ah keluargamu mengizinkan kau keluar negeri sendiri ??”

“Tentu, tapi mereka khawatir sekali melepasku sendiri begini, waktu kemaren ke beijing menonton SuShow aku bersama keluargaku” Urai Jisun sambil tersenyum-senyum sendiri.

Kata-kata Jisun membuatku sangat iri. Betapa bahagia jika keluarga kita mendukung apa yang kita suka.

“Ini pertama kalinya aku ke Bangkok, Unnie” ucapnya menambahkan.

“Hahaha ini juga pertama kalinya aku ke Bangkok”

Kami berdua mengobrol seru sampai pramugari mengatakan dalam beberapa menit akan tiba di Bangkok.

Pukul 22.10 (Waktu Thailand)

Huaa 4,5 jam kira-kira perjalanan kami. Kami tiba di Bandar Udara Suvarnabhumi, bandar udara Thailand yang keren banged. Karyawan bandara dengan tersenyum mengucapkan Sawaddi Kha(Selamat datang/hallo) pada penumpang pesawat yang lewat di terminal kedatangan. Rombongan kami sudah di jemput oleh pihak kpop magazine Bangkok. Van membawa kami membelah kota Bangkok yang cukup ramai walopun sudah malam dan sampai ke hotel tempat kami menginap. Hotel tempat kami menginap adalah Royal Cliff Hotel Pattaya.

“Waaw Unnie, hotelnya besar sekali yaa ??”

“He’em” jawabku singkat. Aku sendiri sudah sibuk menjepret sana sini saat tiba di Hotel.

Kami duduk sebentar di ballroom Hotel dan bertemu dengan pemenang undian yang lain dari Jepang dan China yang sudah tiba tadi sore. Kami berkenalan sebentar, semua pemenang undian adalah perempuan. Kemudian Nara unnie menjelaskan secara singkat rangkaian acara kami selama disini termasuk menonton konser Super Junior selama 2 hari dan mendapat kesempatan mengikuti fanmeeting dan fansigning pada hari kedua. Tanggal 17 Januari jam 06.30 pagi kami akan check out dari hotel. Akhirnya aku berkesempatan bertemu dan berjabat tangan dengan super Junior dan juga selama 2 hari aku akan menonton penampilan mereka. Ahh benar-benar anugrah memenangkan undian ini.

Setelah itu rombongan kami naik ke lantai 15, dan menuju kamar masing-masing. Aku sekamar dengan Jisun dan seorang Elf dari China yang bernama Lin Ah Wei. Aku berkomunikasi dengan Ah Wei menggunakan bahasa Inggris, yaah walopun aksennya terdengar aneh. Tapi Ah Wei bisa sedikit-sedikit berbahasa korea, kata dia karena Super Junior lah dia belajar bahasa korea. Kau dengar oppadeul, seorang elf belajar bahasa korea demi kalian, dan mungkin elf di seluruh dunia juga melakukan hal yang sama,ucapku bangga dalam hati.

Kamar kami memiliki 1 kasur besar, ada ruang tamu, kamar mandi, balkon. Benar-benar perfect. Saat aku menengok ke balkon, aku bisa melihat pemandangan kota Bangkok di malam hari. Aku langsung mengambil kameraku dan sudah berpose layaknya seorang fotografer. Menjepret setiap sudut yang ku lihat. Oppadeul aku benar-benar datang… I want to meet u all.

“Yeorobun, aku mandi duluan ya” Kata Ah Wei mencampur bahasa korea dan Inggris.

“Ne silahkan, aku masih ingin menikmati pemandangan Kota Bangkok” Kataku.

Jisun hanya mengangguk sambil membuka kopernya.

“Yuna Unnie, dari pada kau memfoto gedung lebih baik kau foto diriku” Ucap Jisun sambil mengaduk-aduk kopernya.

Aku langsung berbalik arah dan menjepret Jisun yang sedang mengaduk-aduk isi kopernya.

“Yaa maksudku nanti setelah aku mandi dan cantik Unnie”

“Unnie-ya, apa super Junior sudah tiba di Bangkok?? Dimana mereka menginap ya? Apa disini? Ini kan hotel yang dekat dengan Impact Arena” Tanya Jisun.

“Molla. Hotel di Bangkok sangat banyak Jisun-ah, jangan berkhayal”

Aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur setelah puas menjepret-jepret, sebelumnya aku memfoto diriku di balkon menggunakan handphone lalu aku mengirimkannya pada Jinki. Jinki-ya, Bangkok adalah kota yang sangat indah.

Pintu kamar hotel terbuka, dan kulihat Nara Unnie masuk.

“Annyeonghaseyo bagaimana hotelnya ?? ucap Nara Unnie dengan tersenyum.

“Perfect Unnie” ucapku sambil mengacungkan kedua jempolku dan di ikuti oleh Jisun.

“Oh yaa abis ini kalian istirahat dulu saja, nanti akan ada room service yang mengantarkan makan malam” Kata Nara Unnie.

“Ne Unnie” Ucapku dan Jisun bersamaan.

Pukul 23.oo

Setelah kami semua mandi, seorang room boy datang mengantarkan makan malam.

Jisun tidak mau makan, karena menurutnya makan tengah malam akan membuatnya cepat melar. Aku hanya tersenyum.

“Aku punya masalah jika aku makan banyak ataupun makan tengah malam Unnie, berat badanku mudah sekali bertambah” Sahutnya sambil menyalakan notebook-nya di atas meja, duduk dan mendengarkan musik memakai headset.

“Yasudaa kalau begitu aku saja ya yang habiskan” ucapku.

“Very delicious loh Jisun-ah” Ah Wei menambahkan.

“Terserah kalian, aku tidak makan” sahut Jisun cuek sambil menggeleng, mengangguk mengikuti irama lagu yang dia dengar.

Akhirnya hanya aku dan Ah Wei yang makan. Yaa aku tidak pernah mengalami masalah dengan yang namanya berat badan. Aku bisa makan banyak tanpa mempengaruhi keproporsionalan tubuhku. Aku memiliki tinggi 168 cm dengan berat badan 47 kg.

Aku bosan di kamar karena tidak ada yang bisa di ajak ngobrol, Jisun sendiri sudah tertidur, terdengar sedikit dengkuran darinya, sepertinya dia lelah sekali. Begitu juga dengan Ah Wei yang sudah tertidur nyenyak di samping kanan Jisun. Aku mencoba memejamkan mataku namun tidak bisa, aku bangun dari kasur dan memutuskan untuk jalan-jalan keliling hotel saja. Aku melirik jam di dinding kamar. Pukul 23.55. Aku memakai topi Gatsby putihku dan mengalungkan syal biru ke leherku. Aku membawa handphone, kamus bahasa korea-thailand, dan juga membawa kamera digital milikku sendiri. Terlalu mencolok kalau aku membawa SLR Jinki.

Aku turun menggunakan lift dan menuju ballroom hotel, aku mengambil peta hotel di meja resepsionis dan mulai menjelajah hotel. Aku melihat cafe hotel yang lumayan ramai berisi bule-bule yang sibuk dengan kliennya, lalu aku menjelajah taman samping hotel di area swimming pool. Aku sempat memotret pemandangan taman hotel yang di penuhi lampu-lampu berbentuk permen lollipop yang sangat indah.

“Can i help you Miss ??” aku menoleh dan melihat karyawan hotel menghampiriku. Ah dia cukup tampan.

“Oh mai (tidak), Khobkhun krab (terima kasih utk laki2). Iam boring in my room and i just seeing hotel in the night” jawabku asal-asalan mencampur bahasa inggris dan thailand seenaknya dan tersenyum pada karyawan tersebut.

“Oh okay. Silahkan melihat-lihat hotel kami, jika ada yang anda perlu silahkan ke meja resepsionis” Katanya sambil tersenyum.

“ah ne, Khobkhun krab” Jawabku mengangguk.

Aku duduk di bangku taman yang menghadap ballroom hotel. Aku terus memuji kemegahan hotel ini. Kemudian mataku menangkap sesosok ah tidak 2 sosok yang sedang tertawa berjalan di ballroom hotel menuju cafe hotel. Yang satu tinggi menggunakan celana pendek dan kaos hitam pendek yang memperlihatkan otot-otot lengannya dan berkaca mata bening berframe hitam, dan seorang yang di sampingnya tingginya tidak jauh berbeda memakai  celana pendek dan hoodie berwarna biru. Aigoo apa aku mimpi, aku menepuk pipiku dan mengucek-ucek mataku. Ahh tidak salah lagi itu Choi Siwon dan Cho Kyuhyun, namja-ku. Ternyata mereka menginap disini, omoo aku benar-benar melihat mereka secara langsung, bukan di atas panggung. Ingin rasanya ku telfon Jisun, tapi aku ingat jika dia sudah terbang ke alam mimpinya. Oh my god, ini benar-benar keajaiban melihat mereka.

TBC

Give advice and comment.

Gomawo.

3 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s