[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 4

Aku memutuskan untuk melihat mereka dari dekat, aku bangun dari tempat duduk dan berjalan menuju kafe. Aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak histeris seperti saat aku melihat mereka di atas panggung walopun sekarang mataku sudah berbinar dan jantungku berloncatan indah. Aku benar-benar melihat sosok Siwon dan Kyuhyun secara jelas, mereka duduk di sudut kafe bersama 2 orang lainnya.

Omoo 2 orang itu Leeteuk dan Shindong. Mereka berempat tertawa santai, tanpa khawatir orang di sekitar mereka melihatnya. Ahh aku menatap sekeliling, pantas saja tidak ada yang mengenal mereka, cafe ini kebanyakan diisi oleh orang-orang bule yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Aku berjalan menuju salah satu kursi yang kosong dan duduk disitu, aku mencuri pandang dengan hati-hati ke empat namja idolaku itu.

“Excuse me, ada yang ingin anda pesan??” Sebuah suara dengan menggunakan bahasa inggris mengagetkan aku. Aku menoleh dan melihat seorang waitress sudah berdiri di hadapanku.

“Anio, ehh yes yes” Jawabku terbata sambil mengambil buku menu yang di bawa oleh waitress cantik itu.

Aku pusing saat membaca daftar menu, nama makanan dan minuman di situ memakai bahasa inggris yang asing di telingaku atau tidak menggunakan bahasa thailand yang sama sekali tidak ku mengerti. Ahh dari pada kelihatan begonya lebih baik aku memesan minuman kesukaanku saja.

“Orange Juice, please” ucapku tegas.

“Oh okay, Wait a few minute”

Aku masih terus saja memandangi ke empat idolaku itu yang sedang bercerita seru, ahh Cho Kyuhyun jauh lebih tampan jika memakai baju santai seperti itu. Choi Siwon juga, ahh kalo dia mah pakai baju rombeng pun tetap tampan, Leeteuk manis sekali memakai hoodie putih dan kaca mata berframe putih, Shindong pun sangat lucu memakai kaos hijau berkerah dan celana training seperti itu. Aku kembali menatap biasku, ahh cho kyuhyun-ah Saranghae, ucapku dalam hati sambil tersenyum-senyum.

“Excuse me, this your reserve, Orange Juice” suara waitress kembali mengagetkan aku.

“Oh Kamsa… eh Thank you” Ucapku tersenyum.

Aku meminum orange juice pesananku, sambil mataku tidak melepaskan pandanganku ke arah Cho Kyuhyun-ku yang tampan. Tiba-tiba Kyuhyun yang mungkin merasa di perhatikan seseorang, melihat ke arahku. Kontan saja aku kaget dan memalingkan mukaku dengan kencang, sehingga gelas orange juice yang ku pegang tumpah mengenai bajuku.

“Aisshhh Yuna babo” Aku memaki diriku sendiri sambil membersihkan tumpahan orange juice di bajuku menggunakan tissue.

“Aihh untung saja cuman sedikit, tapi aku tetap butuh ke toilet” Aku mencari-cari dimana letak toilet di cafe ini. Dan yak aku menemukannya, hanya saja aku harus melewati meja Kyuhyun dkk untuk ke toilet yang letak lorongnya persis di sebelah kanan dari posisi mereka duduk.

Aigooo mati aku, tidak mungkin aku ke toilet, itu berarti aku harus melewati mereka, ahh aku gugup sekali, jantungku sudah berloncatan dari tadi dan tanganku dingin.

Kyuhyun POV

“Ah hyung kau lucu sekali” aku menertawai joke dari Shindong Hyung mengenai Lee Soo Man.

Tiba-tiba aku merasakan seperti ada yang memandangku, aku bisa merasakan dari sudut mataku. Dan itu berasal dari kursi di pojok sana yang tengah di duduki seseorang bertopi dan bersyal yang tengah menyeruput minumnya. Untuk memastikannya aku langsung menoleh ke arah sosok tersebut dan benar saja orang itu membuang pandangannya dan minuman yang dia pegang tumpah mengenai bajunya.

Aku tertawa kecil melihat tingkah orang itu. Aku masih memperhatikan dia yang celingukan mencari sesuatu. Ah pasti dia mencari toilet, aku melirik ke arah depanku dan melihat lorong di samping kanan bertulisan Toilet. Jika dia ingin ke toilet pasti harus melewati tempat kami duduk. Aku masih terus memperhatikan tingkahnya sambil membersihkan tumpahan minum menggunakan syalnya. Ah dia seorang yeoja ternyata.

“Hyung, aku rasa ada seorang elf disini” ucapku dengan suara pelan kepada Hyung-hyungku.

“jinjja?? Mana” Suara Shindong Hyung antusias. Leeteuk dan Siwon Hyung sudah melihat ke segala arah penjuru cafe.

Aku tersenyum dan menunjuk gadis itu “Di arah jam 3, dia memakai topi”

Semua Hyungku kontan menoleh ke arah yang aku tunjuk. “Dan sebentar lagi dia akan melewati kita untuk pergi ke toilet” ucapku yakin.

Yuna POV

Aiissh bagaimana ini aku harus ke toilet atau tidak yaa. Aku melepaskan syalku lalu kugunakan untuk membersihkan tumpahan Orange Juice di bajuku. Sepertinya Kyuhyun menyadari keberadaanku yang sedari tadi mencuri pandang ke arahnya. Aigooo bau Orange Juice ini benar-benar manis sekali, aku tidak suka.

Aku merasakan jika sekarang aku yang sedang di tatap, saat aku melirik menggunakan sudut mataku, aku menyadari jika keempat idolaku itu sedang melihat ke arahku. Omooo ottokhe??? perasaanku benar-benar bercampur aduk, ahh sudahlah lebih baik aku keluar saja, saat aku memakai kembali syalku, dan merogoh saku celana untuk mengambil dompet, aku menyadari sesuatu. Saku celanaku sangat tipis. Ahhh jangan bilang aku tidak membawa dompetku. Aku menepuk keningku, aisshh aku baru ingat, kalo dompetku tertinggal di celana yang kupakai sejak di Seoul tadi. Huweee ottokhe??? Aku mengambil hapeku mencoba menghubungi Jisun, namun tidak di angkat olehnya. Aisshh aku tidak punya nomor Hyung dan Unnie dari kpop magazine. Aku juga tidak mempunyai nomor Ah Wei. Mampuslah aku disini. Huwaaaaa Umma Appa tolooonggggg…..

Kyuhyun POV

“Kok bisa ada elf disini yaa, apa dia menguntit tempat kita menginap” kata Siwon Hyung.

“Dia pasti elf kaya yang bisa tau tempat menginap kita dan menginap di hotel ini, manajerkan sudah merahasiakan hotel kita” kali ini suara Shindong Hyung.

“Ah jangan begitu, barangkali dia sedang berlibur bersama keluarganya dan mengenal kita makanya dia mengikuti kita” Leeteuk Hyung angkat bicara.

Gadis itu juga mulai merasakan jika kami perhatikan, dia hendak pergi sepertinya, dia terlihat gugup dan panik, gadis itu merogoh sakunya, lalu menepuk keningnya dan mengambil handphonenya mencoba menghubungi seseorang berkali-kali, namun sepertinya tidak di angkat.

“Kyuhyun-ah kau sedang melihat apa ?” Suara Siwon hyung mengagetkan aku dari sosok gadis itu.

“Ahh anio, aku masih penasaran dengan gadis itu, dia elf atau bukan yaa?” aku mencari-cari alasan karena aku memang penasaran dengannya.

“Aigoo jangan bilang kau tertarik padanya, kau tidak mengenalnya Kyuhyun-ah” Leeteuk Hyung ikut menimpali.

Aku hanya tersenyum.

“Ayoo lebih baik kita kembali kekamar, manajer pasti mencari kita, lagipula kita perlu istirahatkan” Leeteuk Hyung menambahkan.

“Ah hyung sebentar lagiii” Ucapku memohon. “Sepertinya gadis itu sedang kesusahan”

Yuna POV

Aku mencoba menghubungi Jisun kembali, ini sudah panggilan ke 15. Aigoo anak itu benar-benar budeg dan kenapa Ah Wei juga tidak bangun atau mungkin Jisun telah menyilent hapenya sebelum tidur. Aku benar-benar hopeless, aku masih merasakan bahwa keempat idolaku itu masih memperhatikan aku. Dan itu membuatku tidak berkutik, aku berusaha setenang mungkin tapi tetap tidak bisa. Kepanikanku makin menjadi saat waitress cantik itu menghampiriku.

“Excuse me Miss, apa masih ada yang ingin di pesan ??”

“Ahh ehhh anio anio ohh Mai, Khobkhun kah (Terima kasih utk wanita)” ucapku panik.

“Kalau begitu saya ambilkan bill-nya dulu yaa” Waitress itu kemudian pergi.

Ommooo bill ??? huwaaa ottohke??? Oh god help me. Jangan biarkan aku mengalami cobaan lagi disini. Aku mencoba menghubungi Jisun, namun hasilnya tetap sama. Huwaa Jinki-ah sepertinya aku kuwalat. Help me Jinki-ah, i need u now.

Kyuhyun POV

Aku melihat kepanikan terpancar jelas dari bahasa tubuhnya, apalagi saat waitress itu datang menghampirinya. Terlihat jelas dia sangat kikuk, bisa kutebak mungkin dia terlalu enjoy mengikuti kami sampai lupa membawa 1 barang yaa dompet. Gadis itu lupa membawa dompet. Entah kenapa aku begitu penasaran dengan gadis itu sehingga semua perhatianku terpusat pada sosoknya.

“Ah hyung sebentar lagiii” Ucapku memohon pada Leeteuk Hyung yang mengajak kami kembali kekamar. “Sepertinya gadis itu sedang kesusahan Hyung, dia lupa membawa dompet”

“Darimana kau tau dia tidak membawa dompet ??” Shindong Hyung menanyaiku.

“Aku melihat dari gelagatnya Hyung, dia terlihat kikuk saat Waitress itu menghampirinya”

“Masa gadis kaya itu tidak membawa dompet sih?” suara Shindong Hyung terdengar kembali.

“Ahh biar aku yang kesana Hyung” Aku berdiri dan menghampiri gadis itu.

Yuna POV

Ahh matiii waitress itu kembali membawa nampan yang aku pastikan berisi bill. Umma ottohke?? Masa aku harus jujur ga bawa dompet sih? Bisa turun harga diriku. Ahh masa bodohlah. Bilang saja dompetku ketinggalan dikamar, sebutin nomor kamar dan silahkan tagihannya langsung kekamar. Okee baiklah, aku mempersiapkan diriku untuk mengatakan rencanaku barusan.

“Excuse me, Miss ini bill-nya”

Aku tersenyum kecil. Saat hendak membuka suara, tiba-tiba…

“Can i help you Miss ??” aku menoleh dan mendapati Kyuhyun. Yaakk CHO KYUHYUN berdiri di sampingku. Huwaaaa aku merasakan wajaku panas dan jantungku berloncatan riang. Aku menurunkan topiku untuk menutupi wajahku, jujur aku malu jika mengakui aku tidak membawa dompet pada namja idola yang sangat kusukai ini. Sudahlah emang nasibku yang sangat apes.

“Ahh i forget to bring my wallet” ucapku pelan tanpa melihat wajah Kyuhyun ataupun Waitress.

“Oh begitu, baiklah. Miss, tagihan gadis ini di gabung dengan tagihan kami saja” ucap Kyuhyun pada Waitress di depanku.

“Oh baiklah” jawab waitress itu kemudian pergi.

“Ahh ne, kamsahamnida” ucapku sambil membungkuk ke arah Kyuhyun, tanpa melihat wajahnya.

“Kau dari korea ??” Tanya Kyuhyun antusias.

“Ah ne” aku masih menundukkan wajahku.

“Kau sedang berlibur kesini ??”

Aku mau menonton konsermu oppa, ucapku dalam hati.

“Aku sedang ada urusan yang sangat penting di sini” ucapku bohong, eh ga sepenuhnya sih kan nonton SuShow emang penting.

“Kalau begitu gabunglah dengan kami. Kau mengenalku kan??” ucapnya ragu-ragu.

Sangat Oppa. Aku sangat amat mengenalmu Cho Kyuhyun-ah.

Aku mengangguk kecil menjawab pertanyaannya.

Belum selesei jantungku berloncat-loncatan. Oppadeul yang lain menghampiri kami.

Aigoooo mati aku. Huaa seneng juga sih. Tapi aku benar-benar malu.

“Gimana Kyuhyunie??” Siwon menepuk pundak Kyuhyun.

“Ahh tagihannya sudah kubayar” ucapan Leeteuk kontan membuatku makin malu.

“Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida. Maaf aku merepotkan kalian” ucapku sambil membungkuk kemudian tersenyum melihat wajah Leeteuk Oppa.

“Kau dari korea ??” tanya Shindong Hyung.

“Iya Hyung, dia dari korea juga” Kyuhun menjawab pertanyaan Shindong.

“Sepertinya aku pernah melihatmu?” Ucap Leeteuk Hyung membuatku menundukkan pandanganku kembali.

Tiba-tiba hape Leeteuk Oppa berbunyi, dari nada bicaranya sepertinya itu dari manajer mereka.

“Ah ne kami akan segera ke atas” Leeteuk oppa menutup pembicaraan.

“Kajja!! Manajer sudah menunggu kita”

“Ayoo kau juga segera ke atas, tidak baik seorang gadis sendirian di jam-jam segini” Ucap siwon oppa.

Aku melihat jam di dinding cafe, 02.35. Aku malu jika harus naik ke atas bersama mereka. Jadi aku memutuskan berbohong. Kebohongan yang bego. Mana ada sih orang yang nolak ajakan Super Junior kecuali orang itu bego. Dan orang itu adalah aku.

“Ah kalian duluan saja Oppa, aku menunggu temanku yang tadi sudah ku telfon”

“Jinjja?? Sapertinya orang yang kau telfon berkali-kali itu tidak mengangkatnya” Perkataan Kyuhyun membuatku kaget. Dia kok bisa tau yaa??

“Tadi dia mengirim sms padaku, ah kalian sebaiknya segera tidur Oppa, nanti malam adalah hari yang melelahkan untuk kalian” ahh kata-kataku terlalu meluncur seenaknya saja dari mulutku.

“Kau tau kami akan mengadakan konser nanti malam?” Kyuhyun bertanya padaku.

“Aku membacanya di internet Oppa” Jawabku singkat.

“Yasudaa kalau begitu kami duluan yaa, annyeong” ucap leeteuk oppa.

“Ne oppa, annyeong. Jaljayo” ucapku sambil mengangguk.

Aku melihat kyuhyun tertawa dan berjalan menyusul Hyungnya yang lain.

Huffttt untung saja. Aigoo Yuna-ya, kau ini apes tapi beruntung. Hehehe.

Aku berjalan meninggalkan cafe, aku menjaga jarak dengan oppadeul, jangan sampai aku tertangkap basah berbohong karena tidak bersama teman yang ku bilang akan datang.

Aku mengetik di handphone ku: Jinki-ya, kau tau The Journey to Meet My Happiness is began… bogoshipo . Kemudian aku mengirimkan ke nomor yang sudah aku hafal.

Aku kembali ke kamar, mengganti baju dengan piyama, lalu aku melihat hape Jisun yang dia taruh di atas meja, 19 missed calls. Aku tertawa. Aku segera mengambil posisi di samping kiri Jisun yang sudah pulas. Begitu juga dengan Ah Wei. Andai kalian tau apa yang ku alami 2 jam terakhir tadi, ucapku dalam hati sambil tersenyum kemudian memejamkan mataku dengan tenang.

TBC

Give advice and comment yaa..

Gomawo.

4 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 4

  1. Sumprit… q bacanya ampe merinding…
    ikutan dag dig dug…
    Pingsan kaleeee klo tiba2 oppadeul menghampiri diriku ini…
    Arrggghhhh Leeteuk pake kacamata putih…
    Aigoooo pasti ganteng buangetttt
    *teparrrr*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s