[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 6

Appa langsung memutuskan pembicaraan. Aku langsung memeluk Jisun erat. Luka di keningku terasa sangat perih.

“Unnie waeyo??? Ceritakan pada kami??” suara Jisun cemas.

Aku melepaskan pelukan pada Jisun dan menatap Jisun dan Ah Wei bergantian. Ah Wei menghapus air mataku.

“Let’s tell to us, Yuna-ya”

Akhirnya aku menceritakan tentang awal aku dilarang Appa menonton Super Junior karena kecelakaan sampai kejadian malam ini. Aku mencampur dengan bahasa Inggris agar Ah Wei bisa mengerti ceritaku.“Dan sekarang Appa akan menyusulku kemari….” ucapku sesenggukan.

Aku melihat Jisun menangis, dan Ah Wei meneteskan air matanya.

“Aku tidak menyangka bahwa orang di depanku ini adalah orang yang hebat” ucap Jisun sambil memelukku.

“Super Junior pasti sangat bangga memiliki seorang fans sejati sepertimu, Unnie. Aku yakin itu” Jisun membisikkan kata-kata yang mengingatkan aku pada ucapan Jinki di taman waktu aku memohon padanya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah Nara Unnie. Nara Unnie kaget melihat kami bertiga peluk-pelukkan di balkon.

“Heii ada apa?” katanya cemas.

“Ah anio Unnie, Yuna Unnie ada sedikit masalah di rumahnya” Ucap Jisun pada Nara Unnie.

“Tidak-tidak apa Unnie, masalahnya sudah selesei kok” Ah Wei menambahkan untuk menenangkan Nara Unnie.

“Gwencana Yuna ??” kata Nara Unnie memastikan.

“Ne, aku tidak apa-apa” ucapku mengangguk.

“Baiklah sekarang ganti baju kalian, dandanlah yang cantik, kita mempunyai kejutan untuk kalian” Kata Nara Unnie.

“Kejutan apa Unnie??” Tanya Jisun.

“Ahh sudahlah nanti kalian tahu kok, yang penting kalian sekarang cuci muka, apalagi kau Yuna matamu bengkak. Oh ya jam 23.00 nanti aku akan kembali. Oke dandan yang cantik ya” Nara Unnie tersenyum dan menutup pintu.

“Kejutan apa ya?” Tanya Ah Wei.

“Molla. Ayo kita ganti baju, Unnie kau harus membasuh matamu dengan air hangat” Ajak Jisun sambil membimbingku berdiri.

Aku melihat mataku di cermin. Benar-benar bengkak. Di tambah dengan perban putih di kening. Ahh sempurna. Kau benar-benar cantik Yuna, ucapku dalam hati sambil tersenyum kecut.

Aku mengompres mataku dengan air hangat, aigoo lukaku terasa berdenyut-denyut lagi. Aku melihat kembali wajahku di cermin, mataku tidak begitu bengkak lagi, namun masih terlihat kalau habis menangis hebat. Aku memakai kaos putih bergambar chibi super junior yang pernah mereka pakai di SuShow 1, lalu aku dobel dengan rompi hitam dan rok berwarna hitam pendek. Dan aku memakai sepatu kets biru-ku.

“Yuna-ya, lebih baik kau pake sepatu ini saja” Ah Wei mendekatiku dan menunjukkan high heels bertali berwarna hitam. “Terlihat cocok dengan bajumu” lanjutnya.

Aku mengangguk dan mencobanya. Pas. Aku tersenyum kearah Ah Wei.

“Unnie-ya kau semakin cantik memakai heels itu” Jisun mengomentariku.

“Cantik?? Kau tidak liat ini hah?” aku menunjuk mata dan keningku.

Jisun tertawa “Hahahaha arraseo, kau pake kaca mata ku saja untuk menutupi mata bengkakmu itu Unnie” kata Jisun sambil memberikan kaca mata bening berframe putih. Ahh persis seperti punya Leeteuk oppa waktu di cafe kemarin.

Aku melihat penampilanku sekali lagi di cermin. Bengkak di mataku sudah tidak terlihat karena memakai kacamata, namun jika diperhatikan jelas tetap terlihat, aku menutup keningku dengan poniku, yaa walopun perbannya masih sering menyembul keluar.

Aku melihat penampilan Ah Wei, dia menggunakan dress selutut berlengan pendek berwarna krem yang sangat pas di kulit putihnya dan di badan mungilnya. Dia memakai high heels berwarna senada. Sangat cantik. Sedangkan Jisun, dia memakai rok biru pendek dan menggunakan atasan berupa blus bermotif sakura berwarna biru juga dan memakai high heels juga namun tidak setinggi punya Ah Wei. Ah mereka semua sangat cantik.

Kami pun berdiri bertiga di depan cermin melihat penampilan kami. Untuk sesaat aku lupa masalah besar yang akan menyambutku nanti.

“Unnie-ya kau makin tinggi menggunakan heels itu” protes Jisun.

Yaa diantara kami bertiga memang akulah yang paling tinggi, ditambah dengan heels 5 cm ini makin menjulanglah tinggi ku diantara Jisun dan Ah Wei. Aku hanya tertawa sambil mencubit pipi Jisun. Kami pun sempat berfoto-foto bergaya bak seorang model. Tak lama kemudian Nara Unnie mengetok pintu, dan masuk.

“Ahh perfect” ucapnya mengacungkan dua jempolnya.

“Kalian tau kenapa aku menyuruh kalian berdandan seperti ini ??”

“Molla” sahut Jisun. Aku terdiam penasaran.

“Dinner” ucap Nara Unnie singkat.

“Hah?? Dinner?? Jam segini??” Jisun melihat jam tangannya. “Anio anio” Jisun menggeleng-geleng. “Aku masih kenyang tadi” lanjut Jisun.

“Yakin kau tidak akan makan?? Bagaimana kalau di temani Super Junior??” Ucapan Nara Unnie membuat kami shock. Terutama aku.

“Dinner with Super Junior??” Tanya Ah Wei memastikan.

Nara Unnie mengangguk. “Kajja!!”

“Ahh bolehkah aku membawa kamera?” Tanya Jisun antusias.

“Anio, kalian tidak boleh membawa kamera hanya boleh membawa handphone namun tidak di perkenankan untuk foto. Nanti dari kpop magz yang akan mengabadikan foto kalian”

“Yaaaahhhh” ucap Jisun dan Ah Wei bersamaan. Aku sendiri mulai tidak fokus karena hapeku bergetar terus di tanganku. Appa Calling…

“Kajja!!” ajak Nara Unnie.

Saat aku keluar aku melihat Song Qian, Miyuki dan Akira juga sudah berdandan cantik, mereka juga sangat antusias seperti kami karena malam ini kami akan dinner dengan Super Junior. Kata Nara Unnie, ini termasuk hadiah spesial dari kpop magz untuk pemenang undian. Aihh benar-benar beruntungnya aku ini. Aku melirik handphone-ku lagi yang sudah berhenti bergetar.

Kami masuk lift dan naik ke lantai 21. Kami berjalan di belakang Nara Unnie, menyusuri lorong lantai 21. Ahh sangat indah, lampu-lampu kristal bergelantungan sepanjang lorong yang terhampar karpet merah bermotif bunga rambat. Aku merasa deg-degan tidak karuan. Tanganku juga gemetar. Hapeku bergetar kembali. Appa Calling… Aku ingin mengangkatnya namun aku takut jika nanti yang ada aku malah bertengkar dengan Appa dan menangis. Aku putuskan tidak mengangkatnya.

Kami tiba di depan pintu yang terbuat dari kayu jati yang berukir. Kulihat ada seseorang yang sedang berbincang di depan pintu dengan Junghoo Hyung. Ahh dia kan Kibum Hyung, manajer Super Junior. Dan ada 2 gadis cantik di belakangnya, yaa mereka berdua adalah Nicky dan Sara, pemenang undian dari kpop magz Bangkok. Saat pintu terbuka, kami masuk kedalam ruang yang sangat besar ada lampu-lampu kristal menggantung di langit-langit, dindingnya bermotif bunga-bunga rambat berwarna jingga. Benar-benar indah. Ada meja makan besar dengan 20an kursi mengitari meja. Kami dipersilahkan duduk oleh Kibum Hyung.

“Silahkan duduk”

“Oh ya kalian jangan duduk berdekatan seperti itu, beri jeda satu kursi kosong di samping kalian ya” Lanjut Kibum Hyung.

Ahh pasti kursi kosong ini akan di duduki oleh super Junior. Dan pikiranku ini diamini oleh yang lainnya karena aku melihat wajah mereka juga sangat tegang bercampur senang. Hape-ku bergetar, namun tidak panjang. Aku melihat layar hape-ku 1 message received. Aku membukanya, dari Umma: Umma dan Appa sudah di Incheon, kami akan berangkat pukul 01.30 (Waktu Seoul), sebaiknya kau segera membereskan pakaianmu. Begitu sampai kami akan langsung ke Royal Cliff Hotel Pattaya dan langsung kembali ke Seoul bersamamu. Umma sungguh kecewa padamu sayang…

Aku ingin menangis membaca sms itu, aku memandang Jisun yang duduk di depanku dan menunjukkan hape-ku.

“Wae??” tanya Jisun pelan.

“Dalam beberapa jam lagi aku akan …” ucapanku berhenti ketika pintu terbuka dan masuklah 10 namja idolaku itu. Wajah mereka masih terlihat sangat lelah karena konser tadi  dan mereka sekarang harus memberi fan service pada kami. Aiihh oppa jeongmal gomawo, ucapku dalam hati. Aku hanya menoleh sekilas, karena kurasakan wajahku panas saat melihat Cho Kyuhyun masuk. Mereka semua menggunakan pakaian semi formal karena ini acara dinner.

Hape-ku bergetar kembali. Aku melihatnya sekilas. Dari Jinki : Mianhaeyo Yuna, aku tidak bisa melindungimu, aku bukanlah sahabat yang baik bagimu. Aku sungguh minta maaf Yuna. Aku terpaksa memberitahukan kau menginap dimana. Aku benar-benar minta maaf Yuna. Air mata sudah menggenangi pelupuk mataku saat aku membaca sms dari Jinki. Ahh Jinki tidak salah, akulah yang salah. Akulah yang menyeretnya dalam masalah ini. Appa pasti membenci Jinki juga sekarang. Aku benar-benar merasa bersalah pada sahabat yang sudah menemaniku selama 2 tahun itu. Begitu besar perhatiannya padaku sampai Appa dan Umma sangat mempercayai Jinki. Ingatanku perlahan melayang pada beberapa bulan lalu.

Flashback Agustus 2010

Aku mengalami sakit kepala yang sangat hebat setelah pulang dari menonton konser super show 3 di Seoul. Awalnya memang pusing biasa saat aku ikut bernyanyi berteriak-teriak di tengah konser, namun aku membiarkannya. Aku ingat kata dokter pasca aku kecelakaan Februari 2 tahun lalu, aku tidak boleh kecapekan, jika aku merasa pusing sedikit aku harus segera istirahat. Jika aku ngeyel maka sakit kepalaku akan semakin parah dan bisa ambruk begitu saja.

Sunghee langsung panik saat aku ambruk di depan pintu apartementnya. Tepat saat itu kata Sunghee, Jinki menelepon menanyakan keadaanku. Sunghee langsung memberitahukan keadaanku pada Jinki. Masih kata Sunghee, Jinki hampir memberitahukan kondisiku pada orang tuaku. Saat di rumah sakit Appa menelepon hape-ku lalu Jinki mengangkatnya dan berbohong mengenai kondisiku. Jinki berbohong karena Sunghee yang menyuruhnya. Sunghee cuman bilang pada Jinki: “Lakukan sesuatu menurut hati nuranimu jika kau masih ingin melihat Yuna bahagia”. Jinki sebenarnya bisa memberitahukan kepada Appa, tapi dia masih memikirkan aku.

Jinki memang sangat menghormati Appa, karena bagi dia sosok Appa-ku seperti almarhum Appa-nya. Apalagi Appa sangat menyukai sosok Jinki yang pendiam, sopan dan dewasa. Maka dari itu Appa sudah menganggap Jinki sebagai anak laki-lakinya, karena Appa dan Umma hanya memiliki satu anak yaitu Aku. Nah sejak bergaul denganku yang menggilai super Junior tapi dilarang keras menonton setiap penampilan Super Junior, Jinki lah tempat aku berkeluh kesah. Dan dia mulai membantuku setiap ada super junior akan menyanyi, sebenarnya dia menentang keras juga, karena berbohong pada Appa-ku sama saja berbohong pada Appa-nya. Tapi Jinki selalu kalah jika aku sudah mulai menangis.

Selama aku di rawat rumah sakit sehabis menonton konser sushow, Jinki-lah yang menemaniku bersama Sunghee. Jinki benar-benar marah sekaligus khawatir padaku, dia benar ingin memberitahukan kondisiku pada Orang tuaku namun aku melarangnya. Aku kasihan pada posisi Jinki, dimana dia mendapat amanat besar dari Appa untuk menjagaku dan juga dia adalah sahabatku yang tidak akan tahan jika aku kesusahan. Aku benar-benar beruntung mempunyai seorang sahabat sekaligus kakak seperti Jinki.

Setelah itu, Jinki mengantarku pulang ke rumah, bertemu dengan Umma-ku dan mengatakan bahwa acara Happy Camp-nya sangat lancar dan seru. Ahh dia berbohong lagi, pasti sangat berat baginya.

Flashback end

Aku benar-benar merindukan sosok Jinki saat ini, aku berniat membalas sms dari Jinki, ketika sebuah suara mengagetkan aku.

“Annyeonghaseyo” Aku menoleh ke samping kiri dan melihat Sungmin Oppa tengah tersenyum padaku. Aku shock sekaligus senang.

Lalu aku mengedarkan pandanganku. Disebelah kiri Sungmin ada Miyuki, sebelah kirinya lagi ada Shindong, kemudian Song Qian, Ryeowook, Ah Wei, Siwon, Nicky, Leeteuk, Jisun, Eunhyuk, Sara, Donghae, Akira, Yesung, Kibum Hyung, Nara Unnie, Kitawa (kpop magz jepang), Vikhsan (kpop magz bangkok), Heechul. Sampai aku menoleh ke samping kananku dan melihat sosok yang paling aku gilai di Super Junior tengah menoleh padaku juga, yaa Cho Kyuhun duduk di samping kananku. Aku benar-benar speechless. Aku merasakan wajahku panas dan jantungku berdegup kencang. Aku mendengar dia berbisik pelan padaku “Aku masih menganggap yang kemarin sebagai utang”

Aku kaget dan langsung menoleh pada Kyuhyun yang dikenal sangat judes sampai di juluki evil. Dan akhirnya aku percaya dia memang evil.

Aku pikir kemaren dia benar-benar ikhlas. Aku langsung berbisik “Yang membayar kemaren adalah Leeteuk oppa”.

Kemudian kyuhyun membalas lagi “Tapi memakai credit card-ku”.

Kyuhyun POV

Aku benar-benar sangat capek, energiku benar-benar terkuras selama 3 jam tadi dan sekarang Kibum Hyung mengatakan kita harus memberikan fan service pada 8 pemenang undian kpop magz dari 4 negara. Aku benar-benar shock, apa dia tidak tau kalau kita semua ini hampir tewas saking lelahnya. Dan sekarang dia bilang kita harus makan malam anio..anio makan tengah malam bersama fans. Aigoo kenapa tidak besok saja sih. Aku hampir melempar bantal yang ku pakai untuk tidur pada Kibum Hyung yang masih mengoceh.

“Apa mereka cantik Hyung ??” aku mendengar suara Eunhyuk Hyung antusias.

“Hemm mungkin, aku belum bertemu langsung dengan mereka. Tapi kata kpop magz mereka semua cantik-cantik” jawab Kibum Hyung.

“Oh boleh-boleh aku mau kalo gitu” Sahut Eunhyuk Hyung.

Aku langsung merubah kendali tembakanku yang semula untuk Kibum Hyung ke arah Eunhyuk Hyung.

“Aduhhhh, kau apa-apan sih” Eunhyuk Hyung sewot sambil melempar balik bantal kearahku. Tapi lemparannya tidak sampai ke arahku.

“Ah itu Hyung, kau lihat biasanya Eunhyuk Hyung sangat kuat. Lihatkan tadi bantal yang dia lempar tidak bisa mengenaiku. Jadi kesimpulannya kita itu capek!!” ucapku tegas dan langsung bergelung di dalam selimut.

“Heii mereka itu elf, dan elf adalah bagian dari kalian. Jika tidak ada elf, kalian tidak pernah ada. Ingat itu!” balas Kibum Hyung.

“Sudahlah apa salahnya sih kita bertemu mereka, toh mereka sudah jauh-jauh datang kesini untuk menonton konser kita” Leeteuk Hyung menengahi.

“Ganti baju kalian, berpenampilanlah sedikit formal, karena format acaranya adalah dinner. Okee??”

Aku benar-benar tidak niat mengikuti acara ini, karena mood-ku sedang tidak enak di ajak kompromi. Saat aku masuk ke dalam ruang tempat bertemu dengan mereka, Heechul Hyung menyuruhku untuk tersenyum “Tersenyumlah Cho Kyuhyun”.

Aku melihat sudah ada beberapa orang, dan kesemuanya perempuan sudah duduk berselang satu kursi. Yaa mereka cantik-cantik, aku mengedarkan mataku ke penjuru ruangan itu. Mereka semua antusias dan tersenyum saat kami masuk. Aku menangkap sesosok gadis yang sangat familiar wajahnya menoleh ke arah ku saat aku masuk, namun kemudian dia menunduk sibuk melihat handphone-nya. Ahh paling dia sibuk mengupdate status twitternya. Aku tersenyum sinis, lalu ku putuskan untuk duduk di sebelah kirinya, namun sudah keduluan Sungmin Hyung, lalu dengan langkah cepat aku menuju kursi di samping kanannya karena sekarang Heechul Hyung juga menuju kursi yang sama namun dari arah yang berlawanan. Kupercepat langkahku dan langsung memegang badan kursi itu, Heechul Hyung hanya tertawa ke arahku kemudian duduk di kursi samping kananku. Aku duduk di kursi, aku melirik gadis di samping kiriku yang masih menunduk tengah memegang handphone-nya. Dia melamun sampai tidak menyadari bahwa ruangan ini sudah penuh dan kami semua sudah duduk rapi sambil mengobrol santai.

“Annyeonghaseyo” aku mendengar Sungmin Hyung menyapa gadis di samping kiriku.

Dia kaget dan menoleh ke arah Sungmin Hyung. Setelah itu dia mengedarkan pandangannya di ruangan ini. Sampai dia menatapku. Aku menoleh ke arahnya dan yaakk tidak salah lagi, dia gadis yang di cafe kemarin. Aku hanya  tersenyum kecil. Aku mencoba memancing pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian di cafe kemarin.

“Aku masih menganggap yang kemarin sebagai utang” bisikku pelan.

Gadis itu sedikit kaget dan menatapku kemudian berbisik “Yang membayar kemaren adalah Leeteuk oppa”.

Aku tertawa kecil dan membalasnya “Tapi memakai credit card-ku”, aku mengeluarkan smirk-ku.

“Aku akan membayarnya nanti, aku tidak membawa dompetku” ucapnya pelan.

“Kau benar-benar hobi tidak membawa dompet ya” balasku pelan.

“Aku baru tau jika acara dinner ini dikenakan biaya” Aku benar-benar geli mendengar jawabannya barusan. Gadis ini sangat lucu. Aku penasaran dengan sosoknya.

Yuna POV

Aarrghh aku bisa gila jika membalas perkataannya terus, ternyata Cho Kyuhyun itu memang evil. Ku pertegas sekali lagi. Evil. Aku kemudian mengalihkan perhatianku pada namja samping kiriku, yaa roommate si evil ini.

“Tadi penampilan kalian sangat keren, oppa” ucapku pada Sungmin Hyung.

“Ah gomawo-yo” Sungmin Hyung tersenyum manis.

“Aku merasakan ini adalah sebuah mimpi, oppa” ucapku pelan.

“Ini kenyataan, ini bukan mimpi….., ah siapa namamu” tanya Sungmin Oppa. Omoo seorang member Super Junior menanyakan namaku.

“Yuna. Choi Yuna imnida” jawabku sambil menganggukan kepalaku.

“Ah Yuna-ya, ini bukan mimpi, kau benar-benar duduk bersama kami” lanjut Sungmin Oppa.

Aku benar-benar bahagia malam ini. Aku menonton konser mereka dan sekarang aku duduk di meja makan yang sama dengan mereka. Ini benar-benar keajaiban dan kesempatan yang sangat amat langka. Kami mulai makan malam, menunya adalah beef steak, corn soup, salad buah, cake tiramisu. Aku melihat Jisun, dari matanya dia sangat frustasi, kemudian dia hanya memakan saladnya saja, menu yang lain dibiarkannya menganggur. Aku sendiri sudah melahap dari corn soup, lalu beef steak, salad sampai cake. Aku benar-benar menumpahkan kegelisahanku dengan memakan hidangan tersebut tanpa bicara.

“Kau ini benar-benar kelaparan yaa”

Suara di samping kananku membuyarkan konsentrasi makanku. Aku hanya tersenyum cuek dan mengangguk.

Leeteuk POV

Aku melihat Kyuhyun tengah mengajak berbicara gadis di samping kirinya. Aihh wajah gadis ini tidak asing bagiku. Ahh benar dia kan gadis yang di cafe kemarin. Aku tersenyum kecil. Ternyata dia salah satu pemenang undian kpop magz. Tapi tunggu, wajahnya benar-benar familiar, sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya, tapi dimana ya. Aku mencoba mengingat-ingat, tapi sepertinya otakku sedang tidak bisa di ajak berpikir yang berat-berat.

Yuna POV

Acara dinner kali ini diakhiri dengan berfoto bersama dan kami di izinkan untuk melakukan skinship dengan Super Junior yaitu memeluk mereka. Aigoo mimpi apa lagi aku ini. Kali ini aku benar-benar gugup sekarang. Ku lihat teman-teman yang lain sudah mendekati bias-nya masing-masing. Jisun-Leeteuk, Ah Wei-Donghae, Miyuki-Ryeowook, Akira-Sungmin, Song Qian-Heechul, Sara-Shindong dan Nicky mendekati Kyuhyun. Aku tersenyum kecil.

Hape-ku kembali bergetar di genggamanku, ku lirik sebentar 1 message received from Appa: Appa sudah di dalam pesawat. Hufffttt aku menghela nafasku, aku hendak berjalan menuju Kyuhyun namun aku membelokkan kakiku saat aku melihat Kyuhyun dan dia melihatku juga. Aku menuju Eunhyuk Oppa, aku bersalaman padanya, dia memberiku pelukan singkat dan wink. Omoo benar-benar donjuan-nya suju nie orang.

Aku menuju Leeteuk Oppa yang sedang mengobrol sebentar dengan Jisun, Jisun melihatku dan pamit pada Leeteuk oppa dan mendekati Yesung. Aku tersenyum pada Leeteuk Oppa, aku bersalaman padanya. Leeteuk oppa tersenyum padaku memperlihatkan lesung pipinya. Kemudian dia memberikanku pelukan singkat.

“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu” kata Leeteuk Oppa.

“Kita bertemu kemaren di cafe, ah ya aku berterima kasih soal kemarin, aku akan membayar tagihannya” ucapku pelan.

“Hahahaa tenang saja, tidak perlu aku ikhlas kok”

“Bukannya itu memakai credit card-nya Kyuhyun Oppa ??” tanyaku balik.

“Ah anio, dia tidak membawa dompet kemaren. Aku yang membayar semuanya” jawab Leeteuk Oppa. Haaa kau membohongiku Cho Kyuhyun. Dasar Evil.

“Tapi sungguh, wajahmu tidak asing, aku pernah bertemu denganmu sebelumnya namun aku lupa”

Aku hendak menjawab pertanyaanya, tapi di belakangku udah mengantri Miyuki yang mencolek pinggangku “It’s my time” ucapnya singkat.

“Gomawo oppa” ucapku pada Leeteuk Oppa. Dia hanya mengangguk.

Aku mendekati Kyuhyun, yang sedang mengobrol dengan Ah Wei. Ah Wei yang melihatku tersenyum lalu pamit pada Kyuhyun dan berjalan mendekati Shindong.

“Kau membohongiku” ucapku sambil menjabat tangannya.

“Tentang?” sahutnya singkat.

“Kau juga tidak membawa dompet pada malam itu kan??” Aku melepaskan tangannya.

“Hahahaahaha iyaa” Kyuhyun Oppa tertawa membuatku berdesir.

“Keningmu kenapa Yuna??”

“Kau tau namaku Oppa?” tanyaku antusias.

“Tadi kau menyebutkan namamu pada Sungmin Hyung dengan sangat kencang, jadi ku pastikan semua orang di ruang itu pasti mendengar”

“Ahh geotjimal, aku hanya berkata pelan saat itu. Kening ini yaa ??” aku tertawa sambil menyibak poniku. Aku berniat menggoda Kyuhyun Oppa karena sudah membohongiku.

“Ahh aku terjatuh saat memikirkanmu Oppa” ucapku pelan.

“Jinjja??? Sini ku pegang biar sembuh” Kyuhyun Oppa kemudian mengelus perban lukaku sambil berkata pelan “Hei luka, cepatlah minggat dari kening gadis yang selalu lupa membawa dompet ini”. Aku hanya tertawa mendengar kata-katanya. Dasar Aneh.

“Gomawo Oppa”. Kyuhyun Oppa lalu memberikan pelukan singkat. Saat itu aku sempat berbisik padanya “Help me, Oppa?”

“Waeyo??” tanya Kyuhyun Oppa padaku.

Aku hanya menggeleng, tersenyum dan berjalan mendekati oppadeul yang lain.

Aku melakukan hal yang sama pada Oppadeul yang lain, berjabat tangan, mengobrol basa-basi sebentar dan pelukan singkat. Yaa setidaknya waktu 1 jam kami bersama super junior tidak akan di lupakan oleh aku dan teman-teman yang lain. Hari ini, kenangan ini adalah yang paling indah di dalam hidupku, semua mimpiku, keinginanku tercapai dalam waktu sehari. Kisah ini akan kutulis suatu hari, lalu ku bukukan dan ku persembahkan untuk 13 orang yang membawa kebahagiaan di dalam hidupku, 13 orang yang memberiku keyakinan untuk bangkit dan 13 orang yang menguatkan aku agar tidak pernah menyerah. Kemudian aku tunjukkan kepada Appa dan Umma jika putrinya ini bukanlah seorang yang lemah, tapi seseorang yang mempunyai tekad dan keinginan yang kuat.

TBC

Give advice and comment yaa.

Gomawo.

5 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Part 6

  1. Siapa itu Jisun dan Ah Wei ???? *envy gila*

    Ahhh Leeteuk oppa dirimu sungguh leader yg bijaksana… Cblah ingat2 dg benar.. dia itu elf yg kau jenguk *teriak pake toa’ *

    Yuna… pasrah bgt yak.. gpplah dimarahin ortu habis2an tapi bs dinner bareng oppadeul.. Hiksss

    • jisun itu febril,,
      nama korea dia kalo di susun pake date of birth .
      klo yg park eunhae kan bkinan sndri.

      ah wei itu nama karakter cwek di bku mndarin aku,, yaudaa lngsung ta comot.

      yaapp ak jg pngeng bs dinner brg gtuuu (╥﹏╥)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s