[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Last Part (Ver. 2 )

Makasih chingdeul yang udah ngikutin fanfic ini dari prolog ampe part terakhir. Di part terakhir ini, ada sedikit surprise yaitu author membuat 2 versi. Sebenarnya sama aja sih intinya, tapi ada yang sedikit berbeda. Dan ini adalah versi keduanya. Tetap kasih komentar yaa di masing-masing versi…

Song: Shining Star

Yuna POV

“Ayo Sayang” Umma menggandengku meninggalkan ballroom hotel.

“Sebentar Umma, aku mau pamit pada temanku” ucapku pada Umma.

Aku kemudian berbalik dan berjalan menuju Jisun yang masih menatapku. Aku merasakan kepalaku berdenyut semakin kencang.

“Jisun-ah gomawo, jeongmal gomawo kau sudah banyak membantuku” Jisun memelukku.

“Ne, aku yang beruntung pernah mengenalmu, Unnie”

“Gomawo Jisun” ucapku pelan. Aku merasakan kepalaku semakin sakit.

“Unnie…. keningmu…” Jisun menunjuk keningku.

Aku memegang keningku, aku merasakan ada aliran melewati mataku. Aku menyentuhnya dan melihat darah di telapak tanganku. Aku memakai syal di leherku untuk mengelap darahnya.

“Kau tidak apa-apa Unnie ?? wajahmu pucat sekali” Jisun menatapku khawatir.

“Ah tidak apa-apa Jisun-ah” Wajah Jisun menjadi tidak jelas di pandanganku.

Aku berjalan meninggalkan Jisun, menuju Umma yang masih menungguku. Aku merasakan kepalaku akan pecah, semua yang kulihat menjadi goyang dan kabur. Dan brak!! Aku merasakan kepalaku menghantam lantai ballroom dan sempat mendengar Umma memanggil namaku setelah itu semuanya gelap.

Di Rumah Sakit

Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang berbicara, aku membuka mataku, aku masih merasakan pusing, aku melihat sekelilingku berwarna putih.

“Umma….” aku memanggil Umma pelan.

“Yeobo, Yuna sudah sadar” Suara Umma terdengar.

“Sayang.. akhirnya kau sadar” Umma langsung mencium kepalaku.

“Kau pingsan lama sekali Sayang” Lanjut Umma berdiri disamping kananku.

“Kau kelelahan makanya sakit kepalamu kumat lagi” Kata Appa yang kini berdiri di samping kiri Umma.

“Ini di Seoul kah ?” Tanyaku lirih.

“Kita masih di Bangkok sayang, tadi kau pingsan di hotel” Jawab Umma.

“Jam berapa sekarang Umma?”

“Jam 17.30” Jawab Umma kembali.

“Umma aku mau nonton sushow” Kataku pelan.

“Yuna, kau ini baru siuman, dan sekarang kau bilang mau nonton hah?!” suara Appa terdengar kesal.

“Appa kumohon, setengah jam lagi konser mulai” Pintaku pelan pada Appa.

“Setelah kau mendingan kita akan langsung ke Seoul” Ucap Appa tegas.

“Appa….” Aku menatap Appa. Air mataku kembali mengalir dari sudut mataku.

“Kondisimu masih lemah Sayang” Kata Umma.

“Sebaiknya kita berangkat ke Seoul sekarang saja, percuma berlama-lama di Bangkok kan Appa??” Aku sangat kesal. Aku bangun dari ranjang dan langsung melepas paksa selang infus sehingga menimbulkan luka gores dan mengeluarkan darah. Aku tidak peduli.

“Sayang hati-hati” Kata Umma  memegang bahuku.

“Bantu aku mengganti baju Umma” Ucapku dingin. Aku benar-benar sudah kesal. Appa masih tidak bisa mengabulkan permohonanku walaupun aku sakit. Ahh aku koma saja, Appa masih membenci Super Junior. Apa aku harus mati dulu baru Appa mengerti. Terlintas pikiran itu dalam benakku.

Appa membawa koperku, mengurus administrasi dan ke lobi Rumah Sakit memanggil taksi. Aku mengikuti dari belakang bersama Umma.

Aku tidak berbicara didalam taksi, aku hanya memandang jendela dalam diam. Aku masih merasakan sakit pada kepalaku juga sakit dihatiku. Aku merasakan sangat amat sakit hati sampai aku tidak tau dengan apa nanti akan kusembuhkan. Yaa bayangkan saja kalian mencintai seseorang namun dipisahkan, dan tidak akan pernah bertemu lagi. Seperti itulah perasaanku sekarang.

“Yuna…” Panggil Umma lembut.

“Hemm”

“Kau sangat ingin menonton konser Super Junior ??” Tanya Umma.

Aku menggeleng. “Percuma Umma menanyakan hal itu padaku sedangkan kita akan ke bandara. Itu tidak penting lagi” ucapku memandang jendela.

“Umma tanya sekali lagi, kau benar ingin menonton Super Junior ??”

“Sebenarnya tanpa Umma tanya pun Umma pasti tau jawabanku sebenarnya, tapi toh kalian tidak akan mengizinkannya” Jawabku pelan.

“Kata siapa ?? Lihat lah keluar Yuna, kau menatap apa saja tadi sampai tidak menyadari kemana taksi ini jalan”

Aku sadar dan langsung melihat keluar jendela, taksi yang kami naiki memasuki pelataran Impact Arena Muang Thong Thani yang terpampang poster raksasa Super Junior Super Show 3 Bangkok.

“Umma… Jinjja ??” Aku menatap Umma.

Umma mengangguk pelan.

“Konser super junior ??” Tanyaku masih tidak percaya.

“Turunlah, jangan buat Appa berubah pikiran” Jawab Appa dari kursi depan.

“Umma gomawo… Jeongmal gomawo” Aku memeluk Umma dan mencium kedua pipi Umma. Aku mencium pipi kanan Appa dari belakang “Gomawo Appa”.

Aku turun dari taksi, aku melihat Nara Unnie sedang berdiri celingukan mencari seseorang.

“Unnie” Aku tersenyum menghampiri Nara Unnie.

“Ah Yuna, akhirnya kau datang. Bagaimana keadaanmu??”

“Selalu menjadi baik jika berhubungan dengan Super Junior” ucapku tertawa.

“Oh Tuan dan Nyonya Choi ini tiket masuk anda” Sapa Nara Unnie dan memberikan 2 tiket ke tangan Appa.

“Appa dan Umma nonton ??” Tanyaku antusias.

“Appa tidak bisa membiarkan anak Appa sendirian didalam” Jawab Appa.

Aku tidak berhenti tersenyum menuju gate concert hall untuk masuk kedalam concert hall.

“Yuna-ya, sebenarnya tiket sushow hari ini sudah sold out dari kemaren-kemaren, super juniorlah yang mencari 2 tiket itu dari promotor” Bisik Nara Unnie di telingaku.

“Jinjja ?? bukan dari kpop magz ??” Tanyaku senang.

“Kami hanya membantu sedikit, Super Juniorlah yang mencari tiketnya untuk orang tuamu” Jawab Nara Unnie.

“Oppadeul mencari tiket untuk Orang tuaku ??” Aku masih tidak percaya.

Nara Unnie mengangguk “Dan kau tau Leeteuk lah yang berhasil membujuk Orang tuamu dan saat kau dirumah sakit Super Junior menjengukmu” Perkataan Nara Unnie membuatku speechless. Aku tidak menyangka Super Junior melakukan semua ini untukku. Dan kenapa babo-nya aku tidak segera sadar saat mereka menjenguk sih.

Aku masuk kedalam concert hall yang sudah sangat ramai dipenuhi penonton yang jumlahnya ribuan. Aku bertemu dengan Jisun dan yang lainnya di bangku penonton VIP. Aku duduk bersama mereka, dan orang tuaku duduk mengapitku. Aku ditengah. Aku menatap ke seluruh arena concert hall, belum mulai tapi elf sudah berteriak kencang. Lautan biru memenuhi arena konser. Senyumku terus mengembang melihat sekelilingku. Aku bisa menonton konser Oppadeul lagi namun kini bersama kedua orangtuaku yang sangat tidak menyukai mereka.

Aku membuka tasku, mengambil stickligt biru lalu kuserahkan pada Appa dan Umma.

“Apa ini ?” Tanya Appa menerima Sticklight dariku.

“Karena sekarang Appa dan Umma berada di daerah kekuasaanku maka kalian harus mematuhiku. Oke ??” Aku tersenyum usil pada kedua orangtuaku.

“Itu kamera siapa hah ??” Tanya Appa kembali saat melihatku mengeluarkan kamera Jinki dan memasang lensa tambahan.

“Aku meminjamnya dari Jinki, Appa” Jawabku.

“Ahh anak itu” Kata Appa.

“Appa Jinki ga salah, Aku yang membuatnya terseret. Jangan membenci Lee Jinki” Aku memohon pada Appa.

“Kita bicarakan di Seoul saja, disini ribut sekali” Ucap Appa sedikit berteriak.

Lighting mulai redup dan terdengar suara Narator “Welcome to Super Show 3 in Bangkok”. Suara elf berteriak kencang saat screen besar di panggung mulai menampilkan VCR Super Junior. Aku tersenyum gembira. Aku terus membidik ke arah panggung walaupun Oppadeul belum muncul.

Terdengar suara musik pembuka, lalu oppadeul muncul satu persatu dari segala arah stage. Donghae, Leeteuk dan Siwon muncul dari atas menggunakan sling, Ryeowook, Sungmin dan Kyuhyun muncul dari balik screen, Shindong, Yesung, Eunhyuk, Heechul muncul dari bawah stage yang berputar, kemudian Oppadeul yang lain berkumpul di tengah stage yang berputar lalu muncul lagu sorry sorry yang di remix. Spontan suara elf ikut bernyanyi saat intro sorry sorry. Dance Dance Dance Dance Dance Dance Dance Dance Dance Dance.

Sambil bernyanyi aku terus mengarahkan kameraku ketengah panggung. Setelah Sorry sorry dilanjutkan dengan Bonamana disusul Super Girl, No Other dan Shake It Up. Oppadeul menyebar ke segala arah panggung, ada yang turun ke bagian festival, naik ke bagian VIP, mereka menyapa penonton di segala arah mengajak semuanya untuk ikut bernyanyi. Aku mengarahkan kamera ku ke Kyuhyun yang mendekati barisan VIP tepat 2 baris didepanku. Aku men-zoom kamera dan menjepret setiap ekspresi dan posisi Kyuhyun.

Setelah medley beberapa lagu, Oppadeul kemudian bernyanyi solo. Aku selalu merinding jika KRY menyanyi, baik Yesung yang menyanyikan It has to be you, Kyuhyun yang menyanyikan Seven Years of Love dan Ryeowook yang menyanyikan Smile again. Aku ikut bernyanyi dengan lancar dan terus mengarahkan kameraku ke oppadeul yang sedang menyanyi.

Aku sempat menangis saat di tampilkan VCR perjalanan singkat dari Sushow 1 sampai 3. Aku menangis melihat mereka semua lengkap di sushow 1, kemudian tanpa kibum di sushow 2 dan sushow 3 kangin mulai wamil dan Hangeng memutuskan keluar kemudian sushow 3 hanya dilanjutkan dengan 10 oppadeul yang lain, aku juga menangis mengingat aku yang tidak sempat menonton konser perdana sushow 1 di Seoul karena kecelakaan. Semua kejadian berputar dikepalaku saat melihat rekaman VCR itu.

Beberapa jam kemudian, aku melihat Super Junior menggunakan kaos berwarna biru, mereka memakai atribut yang sangat lucu yang membuatku kaget adalah mereka memakai atribut persis seperti karakter chibi mereka. Heechul memakai wig berwarna kuning persis seperti Lady HeeHee di pin-ku, sungmin juga memakai wig berwarna Pink dan membawa Lollipop, Ryeowook Oppa memakai celemek bergambar makanan dan memakai topi Koki, Donghae membawa mawar di tangannya, Siwon membawa barbel-barbel mainan, Kyuhyun memakai bando berbentuk evil. Mereka menyanyikan lagu Sapphire Blue. Aku berteriak kencang mengetahui hadiah dariku di pakai oleh oppdeul. Air mataku mulai menggenangi pelupuk mataku. Aku benar-benar tidak menyangka.

Aku melihat Oppadeul tersenyum riang sambil bernyanyi. Mereka menyebar ke segala arah, ada yang duduk dipinggir panggung menggoda penonton di barisan festival, ada yang naik menyapa penonton VIP, aku melihat Leeteuk Oppa mendekati barisanku dan kini dia berhenti tepat di depanku sambil bernyanyi, dia tersenyum, menunjukkan pin di dadanya dan memberikan wink padaku lalu berjalan cepat menyapa penonton di barisan berikutnya lalu kembali ke stage. Saking shock dan speecless, aku hanya bisa terdiam dengan wajah bengong melihat leeteuk oppa bernyanyi, kamera yang harusnya ku pakai untuk mengabadikan wajah Leeteuk Oppa sedekat itu hanya teronggok kaku di pangkuanku. Lagu Sapphire Blue benar-benar mereka tujukan kepada seluruh ELF yang selalu mendukung mereka.

Setelah lagu itu selesai, oppadeul berkumpul di tengah panggung, Leeteuk mulai membuka suara. Lighting menyorot ke tengah panggung.

“Hemm Sawaddi Krab/Kha untuk elf yang selalu mendukung kami, yang selalu memberikan cinta kepada kami, kami bukan apa-apa jika tidak ada kalian, yaa karena super junior dan elf akan selalu berjalan bersama-sama selamanya. Saranghaeyo” Leeteuk oppa membentuk Love dengan mengangkat kedua tangannya di atas kepala di ikuti oppadeul lainnya.

Semua penonton berteriak riuh dan bersahut-sahutan mengucapkan Saranghae Super Junior. Aku sendiri sudah mengucapkan kata-kata itu berulang kali dalam hatiku.

“Dan sekarang kami mau mengucapkan terima kasih kepada salah satu elf yang benar-benar menginspirasi kami, dia seorang elf yang tidak pernah menyerah, dia adalah elf yang kuat” Donghae menambahkan.

Aku mulai merinding. Siapa elf yang beruntung itu. Elf yang menjadi inspirasi Super Junior. Aku benar-benar kagum dengan sosok elf itu.

“Akan kita bacakan sedikit kisahnya untuk kalian semua” Leeteuk Oppa memegang sebuah kertas di tangan kanannya. Lagu Shining star mengalun lembut memenuhi stadion.

Aku mulai deg-degan. Siapa sosok elf yang membuat Super Junior memberi waktu untuk membacakan kisahnya dalam konser Super Show yang ditonton oleh ribuan penonton di stadion dan belum lagi rekamannya akan di tonton oleh elf di seluruh dunia. Aku benar-benar ingin tau sosok elf tersebut. Timbul sebersit rasa iri dalam hatiku. Andai saja elf itu aku. Ahh tidak mungkin, aku terlalu banyak berkhayal sejak berada di bangkok.

Tidak akan pernah ada kata menyerah dalam hidupku

Tidak akan pernah ada kata kalah dalam hidupku

Tidak akan pernah ada kata putus asa dalam hidupku

Aku tersentak, rasanya aku tidak asing dengan kata-kata itu. Aku seperti pernah menulis kata-kata itu. Kertas yang dipegang Leeteuk berpindah ke tangan Donghae.

Aku tidak akan berhenti sampai aku bisa mewujudkan keinginanku, yaitu bertemu secara langsung dengan super junior. Secara langsung bukan dari kursi penonton ataupun dari pinggir jalan saat melihat mereka syuting. Aku ingin melihat mereka dan mereka juga melihatku. Yaa harapan yang sangat mustahil, tapi itulah keinginanku.

Ahh apa itu suratku ?? itu kata-kata yang kutulis dalam surat untuk super Junior. Apa benar itu suratku ?? Jantungku berdegup kencang. Berharap keyakinanku tidak salah. Giliran Sungmin yang membacakan surat itu.

Super Junior bukan hanya sebagai idolaku saja, tapi mereka adalah penyemangatku. Mereka motivatorku. Mereka segalanya bagiku. Saat aku mendengar lagu-lagu mereka, aku bisa merasa tenang, saat aku melihat mereka bahagia ataupun sedih, akupun ikut merasakan hal yang sama. Saat aku melihat mereka bernyanyi aku merasakan seperti mereka menyanyi untukku.

Deg. Aku merasakan jantungku seakan berhenti. Yaa tidak salah lagi itu adalah suratku. Eunhyuk dan Yesung giliran membaca surat secara bergantian.

Aku tidak pernah menyalahkan Super Junior saat kakiku patah setelah menghadiri fanmeet Super Junior awal 2007 , walaupun kedua orangtuaku menyalahkan Super Junior.

Aku tidak pernah membenci Super Junior saat aku koma karena kecelakaan sebelum menonton konser perdana Sushow 1 tahun 2008, walaupun kedua orangtuaku sangat membenci super junior.

Itu memang suratku. Super Junior membaca suratku. Suratku dibaca Super Junior diatas panggung Super Show. Aku merasakan tangan Umma merangkul pundakku. Air mata menggenangi pelupuk mataku. Aku benar-benar tidak menyangka.

Shindong mengambil suratku dari tangan Yesung dan membaca bagian berikutnya.

Aku tidak pernah menyerah saat kedua orangtuaku mati-matian melarangku menonton setiap konser mereka, melarangku untuk membeli album mereka bahkan memusnahkan seluruh koleksi kaset dan poster Super Junior milikku.

Aku tidak pernah putus asa untuk meyakinkan kedua orangtuaku bahwa Super Junior bukanlah penyebab anaknya mendapat musibah. Karena itu semua murni kecelakaan.

Kini airmataku perlahan mulai mengalir di pipiku. Super Junior terinspirasi olehku. Oleh seorang elf yang sama sekali tidak pernah bermimpi bahwa di dalam rangkaian konser Super Show terdapat part spesial untukku.

Heechul dan Ryeowook kemudian membaca suratku bergantian.

Jika aku ingin menyerah aku bisa menyerah saat kakiku patah, jika aku ingin menyerah aku bisa menyerah saat aku koma, jika aku ingin menyerah aku bisa menyerah saat kedua orangtuaku memusnahkan seluruh poster dan kaset super junior yang kumiliki, jika aku ingin menyerah aku tidak mungkin bisa memenangkan kesempatan untuk menonton konser Super Junior di bangkok, dan jika aku ingin menyerah maka aku yakin semua mimpiku tidak akan pernah terwujud.

Tangan Appa kini mulai menggenggam tanganku. Air mataku sudah mengalir deras.

Aku mulai mengantisipasi bagian berikutnya, karena namaku memang ada di bagian berikutnya. Giliran Kyuhyun yang membaca bagian berikutnya.

Super Juniorlah yang membuatku bangkit. Super Juniorlah yang membuatku tidak pernah menyerah. Super Juniorlah yang membuatku terus maju. Super Juniorlah yang membuatku tersenyum. Karena super junior telah menjadi bagian dari hidup seorang Choi Yuna.

Namaku disebut oleh Kyuhyun diatas panggung Super Show. Kini semua orang didalam stadion bahkan nanti seluruh elf di dunia tau siapa penulis surat yang tengah dibacakan oleh Idola mereka.

Siwon mendapat giliran membacakan baris terakhir di dalam suratku.

Dan aku sangat menyayangi mereka semua, sama seperti aku menyayangi kedua orangtuaku dan sahabatku…

Dan aku tidak pernah menyesal mengenal super junior. Tidak akan pernah….

Jisun kini sudah berdiri di barisannya mendatangiku dan memelukku.

“Chukkae Unnie, mimpimu selama 5 tahun terwujud”

Jisun tersenyum kemudian menghapus air mataku.

“Choi Yuna terima kasih untuk cinta yang kau berikan kepada kami…” ucap Leeteuk kemudian.

“Jeongmal gomawo…” tambah oppadeul yang lain.

Aku hanya tersenyum bahagia, aku melihat Leeteuk membisiki sesuatu di telinga maknae. Dan setelah itu aku melihat Cho Kyuhyun berjalan ke tengah panggung, naik ke barisan VIP. Aku mulai berdesir. Apa dia mau menghampiriku ?? Tapi kulihat dari posisi Kyuhyun berdiri di tempat yang cukup jauh dariku. Kyuhyun berdiri di bagian VIP 2 baris di depan tapi di sebelah utara sedangkan aku di barat. Sepertinya dia bingung dimana tempatku duduk. Atau aku yang sangat ke ge-er-an mengira Kyuhyun akan menghampiriku.

Tiba-tiba saja Jisun sudah berteriak mengucapkan namaku di ikuti teman-teman dari kpop magz yang lainnya sambil menggoyangkan lightsticknya.

Dan benar ini bukan khayalanku saja, Kyuhyun memang mencari tempat aku duduk, dia kemudian berjalan ke barisanku. Dan kini dia berdiri di depanku “Ikut aku” Kyuhyun kemudian memegang tangan kananku dengan kencang dan langsung ku pukul lengannya.

“Kau tidak lihat tanganku terluka hah ??” Aku menunjukkan pergelangan tangan kananku yang di perban gara-gara aku mencabut infus secara paksa di rumah sakit tadi.

Kyuhyun langsung mengenggam tangan kiriku, dan menarikku turun dari barisanku menuju panggung. Omooo aku merasakan teriakan dari elf membahana di dalam stadion. Teriakan iri, cemburu atau yang lainnya. Aku benar-benar malu. Aku hanya menunduk. Aku tidak berani melihat kemana-mana.  Aku bisa merasakan sorot mata penonton terpusat pada diriku dan lampu menyorot padaku dan Kyuhyun yang tengah berjalan di atas panggung menuju tengah panggung bersama oppadeul yang lain.

Sampai di tengah panggung, aku langsung di sambut senyuman oppadeul yang lain, aku berdiri di tengah di antara Kyuhyun dan  Leeteuk. Aku melepaskan genggaman tangan Kyuhyun karena aku tidak mau di sikat oleh Sparkyu.

Oppadeul kemudian menyanyikan Lagu Shining Star. Aku masih berdiri di antara Super Junior. Aku merasakan Lighting menyorot ke arah kami dan aku pastikan di layar besar itu ada wajahku yang sangat kusut karena kebanyakan menangis, dan belum lagi perban di keningku yang kini mungkin saja menyembul dari poniku. Aku mendengar suara Ryeowook menyanyikan bagian awal shining star.

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

oh! day by day hangsang neh gyutteh geudehga muhmooluh jwuh
stay in my heart noonbooshin shining my love

neul barago itjyo hangsang guhgi ehsuh ooseum jitgileul
ddeut moleul ohehwa iyoo ubneun mioomeh himi deuluhdo
duh muh gosseul bwayo ijeh shijak ijyo oolgo shippeul dden nehgeh gidehyo
boojok hajiman geudeul jikilgeh yo

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

Kini Kyuhyun merangkul pundakku. Aku ikut bernyanyi pelan, menghayati makna shining star. Air mataku sudah mulai mengaburkan pandanganku.

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

shining star taeyang boda balga hessal gateun geudeh noobit cheun nehgeh hyooshikeul jwuh
jichyuh isseul dden neh mameul balkyuh jwuh promise midgilo heh unjedeun neh pyuni dweuh joolgeh
noogoo boda duh keun sarangeulo neh jakeun uhggeh gamssa joolgeh

Air mataku sudah mengalir di pipiku. Semua kejadian yang ku alami selama 5 tahun berkelebat di benakku. Tidak pernah sekalipun aku aku menyangka bisa berdiri di panggung Super show bersama super junior, dan mereka menyanyikan lagu shining star untukku. Saat kakiku patah, saat aku koma, saat aku pingsan, saat aku menangis, saat aku marah seakan semua itu tidak berarti apa-apa lagi di hidupku.

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh
byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla

Air mataku sudah mengalir deras, aku sesenggukan. Aku sudah tidak tau lagi harus mengatakan apa. Speechless. Super Junior menyeleseikan reffrain Shining Star. Aku merasakan kini Leeteuk oppa juga merangkulku sehingga bahuku terasa berat karena ada dua tangan di bahuku. Aku melihat Leeteuk oppa juga sudah menangis. Aku juga bisa melihat penonton yang berdiri di dekat panggung ikut menangis melihat idola mereka menangis.

shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

Aku mendengar Kyuhyun yang berdiri di sampingku, menyeleseikan baris terakhir shining star.

hangsang hamggeh halgguhla til the end of time…

Aku hanya bisa menangis di atas panggung ini. Aku mendengar Leeteuk oppa bertanya padaku “Ada yang ingin kau sampaikan ??”

Aku menatap Leeteuk oppa, lalu dia mengangguk ke arahku dan menyerahkan mic padaku.

Dengan suara yang masih terisak aku mulai berbicara.

“Aku sungguh tidak pernah membayangkan bisa berdiri disini.

Dulu mimpiku hanyalah ingin bertemu secara langsung dengan Super Junior.

Dan kini mimpiku jadi kenyataan.

Usahaku selama 5 tahun terbayar dengan sangat sempurna malam ini.

Super Junior, terima kasih karena kalian sudah mewujudkan mimpiku.

Kini air mataku mengalir semakin deras. Aku bisa merasakan rangkulan dari Kyuhyun semakin kuat. Dengan suara terputus-putus aku melanjutkan.

Appa … Umma kalian lihat kan mimpiku jadi kenyataan, bukan hanya mimpi kosong.

Kini usaha dan perjuanganku menuai hasilnya Appa.

Aku menyayangi kalian jauh melebihi apapun, karena sampai kapanpun kalian tetap orang tuaku.

Gomawo….. jeongmal gomawo…”

Aku sudah tidak bisa meneruskan kata-kataku lagi karena tangisanku membuatku sulit berbicara lancar. Aku menyerahkan mic kepada Leeteuk oppa.

Tapi setidaknya Appa dan Umma kini melihatku berdiri di panggung bersama orang-orang yang pernah mereka benci karena pernah membuat aku terluka. Dan aku harap sekarang Appa dan Umma mengerti apa yang aku rasakan selama 5 tahun ini, yaitu Super Juniorlah yang membuatku bisa bangkit dan terus bermimpi hingga mimpiku bisa menjadi kenyataan.

Author POV

Dari bangku penonton Appa dan Umma Yuna menyaksikan putri kesayangan mereka berada di tengah-tengah idolanya, berada di tengah orang-orang yang pernah mereka benci karena pernah membuat putrinya terluka. Dan kini Yuna bisa mewujudkan mimpinya, tanpa pernah menyerah meskipun telah jatuh bangun dalam meraih keinginannya. Dan itu semua karena keyakinan yang kuat dari Yuna, dan juga karena Super Junior.

“Super Junior menyayangi Yuna juga, yeobo…..” ucap Umma Yuna sambil menghapus air matanya.

Super Junior, gomawo… ucap Appa dalam hati. Butiran air mata jatuh perlahan dari sudut mata Appa.

END

Huaa sampai juga ke akhir perjalanan Yuna dalam menemui kebahagiaannya. Ini ending versi kedua. Bagaimana menurut kalian ??

Give advice and comment.

Gomawo.

Fanfic ini juga mempunyai Side Story: My Bestfriend is Lee ; My First Love Story ; Tangshinun naneun baboimnida

11 thoughts on “[fanfic] The Journey to Meet My Happiness Last Part (Ver. 2 )

  1. Wah daebak thor ceritanya keren , jadi iri sama choi yuna . Pokoknya ini keren
    . Aku tau ff ini karena di rekom sama teman dan ternyata ff ini punya sesuatu yang mengejutkan “hadiah dr super junior bt choi yuna ” .
    Tetep semangat nulis ff lg y thor .
    Gomawo , chingu.

  2. Ahhhh tu kannn..
    *srottttttt*

    Yunaaa ahhhh…
    Leeteuk ahhhh….
    Kyuhyun ahhhh..
    Omma…
    Appa…
    ARRGHHHHHH

    Bagussss.. Daebakkk… Terharu… mewek malem2… Huwaaaaaaaaa

  3. >@nduudyeobo : huaaa sabar yeobo .aku juga pas buat bnjir air mata taukk .iyupp yg versi 2 emg rada nyrempet ke hatiku jg .@me: yampunn, hemmm gomawo udaa bca ff perdana saya ini .yupp semoga bs mmberi sbuah plajaran bgii kita semua. Amin. *lho*

  4. >huwa..author sukses bikin mata q bengkak..:'(verse 2 bagus..tapi aq lebih suka versi 1..mian..^^gamsahamnida..karena cerita ini memberi q motivasi..Gomawo….. jeongmal gomawo…^^

  5. >keduanya berhasil membuatku merindingbayangin bener2 pas mereka nyanyi shining stardan kao tau lagu itu paling membuatku tidak terkendalitapi aku lebih suka yang verse2lebih ngena banget..huaaahhh :')klo ada beneran ntu Suju pasti beruntung punya elf yang takperduli nyawa kek diagood job b^^d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s