[fanfic] I’am Yours … You’re Mine

Song: I’am Yours by Jason Mraz

Genre : Romance

Cast: Cho Kyuhyun – Choi Yuna (OC)

Tokyo, Februari  2010

Mataku mengerjap-ngerjap silau terkena semburat sinar mentari dari horden kamarku yang tersingkap.

Aigoo jam berapa ini ?? Masih dalam keadaan setengah sadar mataku mencari benda berwarna kuning.

“OMOOOO!!! Jam 9!!!! Aku terlambat” Mataku membelalak lebar melihat Winnie the Pooh yang menggantung dengan tersenyum di dinding kamarku. Selimut winnie-ku aku lempar begitu saja ke lantai dan langsung berlari gedubrakan ke kamar mandi, mencuci muka seadanya dan sikat gigi tanpa mandi.

Kemeja biru, jins hitam dan cardigan hitam yang ku lihat pertama kali saat membuka lemari langsung ku kenakan begitu saja, tanpa memakai make-up, hanya parfum dan deodorant. aku langsung menggunakan kacamata berframe putih dan melesat keluar apartemen. Aku bisa menjadi orang yang paling cuek dengan penampilan jika dalam keadaan terdesak.

“Kalau naik bis akan semakin terlambat” Aku celingak-celinguk mencari taxi yang biasanya nongkrong di depan apartemen. Nihil.

Ehhh ada. Sekitar 500 meter dari tempat aku berdiri terlihat taxi biru tengah bertengger di seberang jalan. Aku berlari dengan kekuatan penuh dengan kemampuan lariku yang bisa dikatakan hebat. Hanya butuh 1 menit aku sudah membuka pintu kiri taxi setelah tadi hampir nyaris tertabrak mobil karena aku menyebrang tanpa melihat kiri kanan.

“Tokyo University sekarang!!!!” “Tokyo Town Hall sekarang!!!” Aku kaget setengah mati mengetahui tak hanya aku yang berada di taksi itu, aku melihat samping kananku sudah berada penumpang lain yang sama ngos-ngosan seperti diriku. Sepertinya habis lari marathon juga.

“Eh aku yang masuk terlebih dahulu. Ayo pak jalan!!!” ucapku kesal pada supir taxi dan lelaki di sampingku ini.

“Tidak, aku yang terlebih dahulu naik ke taxi ini” ucap lelaki itu dengan bahasa Jepang formal. “Tokyo Town Hall sekarang !” perintah Lelaki itu pada supir taxi.

“Tokyo University sekarang !!!” Aku tak kalah ngotot.

“Tokyo Town Hall !!!”

“Tokyo University!!!”

“Tokyo Town Hall !! Saya bayar 2x lipat” lelaki itu tetap tak mau kalah.

Aku hanya mengerling kesal pada lelaki sebelahku ini yang sama sekali tidak mau mengalah pada wanita. “Aku ada presentasi untuk nilai akhir dan ini penting, Tuan” ucapku sedikit memelas.

“Aku juga. Ada meeting yang sangat penting” Lelaki itu masih keras kepala.

“CUKUP!!!!! Lebih baik kalian keluar sekarang dari taxi saya !!!” Supir taxi yag tadi hanya terdiam melihat penumpang di belakangnya adu mulut akhirnya angkat suara juga.

“Tapi pak…. saya duluan” aku masih tetap tidak mau mengalah.

“Saya terlebih dahulu” lelaki itu juga masih ngeyel.

“KALIAN KELUAR SEKARANG!!!!”

Aku kaget setengah mati. Baru kali ini aku melihat supir taxi yang biasanya ramah kini terlihat sangat menakutkan. Tanpa pikir dua kali aku langsung membuka pintu dan turun. Aku tidak mau diterkam oleh supir itu. Lelaki itu juga ikut turun.

Aku masih berdiri di pinggir jalan menunggu taxi yang lewat. Begitu juga dengan lelaki itu. Aku berjalan menjauhi lelaki itu ke posisi yang bisa menyetop taxi terlebih dahulu. Lelaki yang terlihat keras kepala itupun melakukan hal yang sama.

Aish apa sih mau laki-laki itu.

“Yaa kau kan sudah kerja kenapa tidak mau mengalah dengan mahasiswi sepertiku” akhirnya aku angkat bicara setelah lelah berjalan.

“Kan sudah ku bilang aku ada meeting penting hari ini, jadi aku tidak akan mengalah”

Arrgghhh aku sebal luar biasa dengan lelaki yang kini berdiri sambil melihat jam tangannya, dan mencoba menghubungi seseorang.

 “Dasar Pria Keras Kepala”

“Sok penting”

“Pasti dia ini tipe lelaki yang kasar”

“Tidak menghargai wanita”

“Amit-amit jabang bayi jangan sampai aku punya kekasih seperti dia”

Aku terus mengumpat pelan dengan Bahasa Korea agar lelaki ini tidak mengerti apa yang aku bicarakan. Aku mengambil handphone-ku dan mencoba menghubungi teman satu kelompokku, Michiyo.

“Tidak ada dosen ?? sungguh ???” Mataku mengerjap senang mendengar kabar dari Chiyo.

“Arigato Gozaimas Chiyo-chan” ucapku mengakhiri pembicaraan.

Aku melihat ke seberang jalan. Toko roti. Pas. Aku juga belum sarapan. Aku melirik lelaki di sampingku yang sedari tadi masih menelepon. Masa bodoh.

Saat aku hendak menyebrang, sebuah lengan seseorang sukses menghadang jalanku. Bukan apa-apa, hanya lengan itu salah tempat. Lengan itu tepat menyentuh di depan dadaku. Aku langsung menoleh garang ke tangan kurang ajar itu.

“Kau mau mati ya ?? mobil tadi hampir menyerempetmu” Lelaki itu langsung berbicara sebelum aku menerkamnya karena kekurangajarannya.

Lelaki itu langsung memegang lengan kananku, dan tangan kirinya menyetop mobil yang lewat. Salahku memang, karena aku tidak menyebrang di zebra cross.

Aku langsung menghempaskan tangannya dari lenganku, dan berlalu tanpa mengucapkan terima kasih. Aku masih kesal dengan kejadian tadi. Aku masuk kedalam toko roti.

Aku mengambil nampan, dan melihat beberapa roti di depanku. Hemmm keliatannya enak sekali. Aku mengambil 2 roti coklat keju dan memesan Cappucino Latte.

“Arigato” ucapku pada kasir. Kini mataku liar mencari tempat kosong.

Damn!! Kenapa lelaki itu mengikutiku sih. Aku melihat lelaki itu masih memilih-milih roti. Aku hendak melabraknya. Namun sebelum mulutku mengeluarkan sumpah serapah, dia berjalan ke arahku.

“Aku tidak mengikutimu. Aku lapar, jadi jangan besar kepala dulu” ucapnya berlalu menuju kasir.

Rasa kesalku sudah sampai di ubun-ubun. Aku berjalan menuju meja kosong yang berada di pojok. Tiba-tiba lelaki itu sudah menyalipku dan menaruh nampan rotinya di atas meja.

“Yaa itu tempatku!!” Aku berjalan kesal menghampirinya.

“Kata siapa ini tempatmu ?? tadi kulihat masih kosong, lagipula kau berjalan seperti siput sih” Ucapnya cuek dan duduk menyeruput kopinya.

Ingin sekali kusiram lelaki ini dengan Cappucino-ku. Namun aku malas membuat keributan di toko langgananku ini. Mataku kembali menjelajah toko mencari tempat kosong, namun sepertinya para pelanggan itu malas beranjak dari kursinya.

“Duduklah, kalau kau tidak mau makan di lantai”

Aku menoleh sinis pada lelaki itu. Aku masih memikirkan tawarannya. Aku ingin duduk juga kerena dari tadi aku berdiri terus. Daripada aku kelaparan dan menunggu pelanggan lainnya pergi lebih baik aku menerima ajakannya untuk 1 meja bersamanya.

Aku menaruh nampan rotiku dengan sedikit hentakan. Yaa agar dia tau aku terpaksa menerima tawarannya.

“Arigato!” ucapku terpaksa pada lelaki itu setelah duduk.

“Ne, Cheonmaneyo” ucap pria itu dengan bahasa Korea yang fasih.

Dengan tampang pias aku melihat lelaki di depanku yang kini sedang mengigit rotinya.

“Kau orang Korea ????” tanyaku gugup. Aku mengingat umpatanku padanya tadi. Apa dia mendengarnya yaa.

“Ne, jadi jaga ucapanmu. Kau pikir aku tidak mengerti umpatanmu tadi hah ?!”

Wajahku memanas karena malu. Omoo aku pikir dia orang Jepang ternyata dia orang Korea juga. Betapa bodohnya aku yang masih tidak bisa membedakan mana orang Jepang dan orang Korea setelah 2 tahun menetap di negeri Sakura ini. Rasa kesalku padanya menyeruak dan tergantikan dengan rasa malu.

Aku menunduk. Wajahku mungkin sudah memerah karena malu “Joesonghabnida”

“Hemm” jawab lelaki itu pelan.

“Cho Kyuhyun imnida” lanjutnya tiba-tiba.

Aku menengadahkan kepalaku, “ahh ne ne Yuna imnida. Choi Yuna” ucapku kikuk.

“Joesonghabnida Kyuhyun-ssi aku tidak tau kau orang Korea” ucapku sekali lagi.

Kyuhyun terkekeh.

“Aku langsung tau kau orang Korea saat pertama melihatmu di taksi tadi”

“Kau tau dari mana ?” ucapku heran.

“Logat bicaramu. Aku bisa membedakan yang mana Orang Korea dan Jepang saat mereka berbicara” lanjut Kyuhyun.

Aku mengangguk pelan. Suasana canggung menyelimuti kami. Aku bisa menjadi orang yang sangat pendiam dalam keadaan seperti ini.

“Oh ya kau bilang ada Presentasi kan tadi” lanjut Kyuhyun memecah keheningan diantara kami.

“Dosennya tidak datang. Kau sendiri, Kyuhyun-ssi ?”

“Meeting-nya di pending besok. Ahh ya tidak usah bicara seformal itu setelah kau tadi mengumpatku” ucapnya sambil tersenyum.

Kok bisa kebetulan begini yaa, Ucapku dalam hati.

Senyumnya memang singkat namun bisa membuat jantungku berdesir. Dia sangat tampan jika tersenyum. I like his smile !

****************

Tokyo, August 2012

Cahaya matahari pagi menerobos masuk melewati jendela kamarku. Membuat mataku sedikit silau. Aku membuka mataku.

Aish baru jam 6 tapi matahari sudah semangat-semangatnya bekerja. Aku masih betah bergelung di dalam selimut Winnie-ku. Hangat. Bukan hanya selimut ini saja yang membuat tubuhku hangat. Namun pelukan ini. Aku berbalik. Aku melihat wajah seseorang yang terlihat damai saat memejamkan matanya seperti itu. Seperti anak kecil. Dengkuran halus terdengar dari tidurnya. Aku mengelus pipinya yang halus dan mengecup pipinya.

“Morning kiss hunny” ucapku pelan di telinganya. Entah dia dengar atau tidak. Aku melepas pelukannya pelan dan beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka. Masih memakai kemeja putih big-size dan hot pants, aku ke dapur membuat secangkir Cappucino Latte. Aku berjalan ke balkon kamarku, melihat jalanan kota Tokyo yang mulai padat. Sinar matahari yang tidak terlalu terik menerpa wajahku. Vitamin E, bagus untuk kulit.

Aku menyeruput kopiku pelan. Senyuman lebar terhias di bibirku, masih terbayang-bayang mimpiku semalam tadi. Mimpi yang konyol menurutku, namun mimpi itu membawa sebuah cinta padaku. Yaa aku bermimpi mengenai lelaki itu. Pikiranku menerawang mengingat kejadian itu. Kejadian rebutan taksi, rebutan kursi. Hahahaha aku selalu tertawa jika mengingat hal itu.

“Jagi” sepasang tangan memeluk pinggulku dari belakang, dagunya di benamkan di bahuku.

“Sudah bangun ??” tanyaku padanya.

“Aku kaget saat membuka mata dan kau tidak ada, aku pikir kau sudah berangkat” ucapnya lirih di telingaku.

“Yaa kau ini lupa, aku kan berangkat jam 1 nanti. Kau juga kan yang mengantarku ke Bandara”

Dia tidak menjawab tapi makin mengeratkan pelukannya.

“Kau melamun apa ?” tanyanya lembut masih di telingaku. Hembusan nafasnya terasa di leherku. Sangat terasa karena aku menggelung rambutku. Membuatku bergidik geli.

Aku menyeruput kopiku lagi. “Kau mau ??” aku berbalik dan menawarkan kopiku.

Dia mengangguk dan menyeruput kopi pelan dan menaruh gelas di pinggiran balkon.

“Cappucino Latte” ucapnya tersenyum memandangku.

“Minuman favorite kita” Aku menatap mata coklatnya. “Semalam aku mimpi pas kita pertama kali bertemu Kyuhyun-ah” aku mengalungkan tanganku di lehernya.

“Hahahaha iya kau sangat babo sekali pada saat itu, kau juga sangat galak” ucap Kyuhyun sambil tertawa.

Aku menjambak rambutnya pelan “Yaa kau juga kali, sampai kita di usir dari taxi”

“Supir taxi itu dimana yaa sekarang ?? aku mau berterima kasih karena berkat taxinya aku bertemu dengan gadis galak ini”

Aku mencubit pinggangnya gemas.

“Masih ingat umpatanmu hah ?? kau tidak ingin mendapat kekasih sepertiku” Kyuhyun masih terus bicara. Pipiku sudah merah karena malu jika ingat kejadian itu. Aku mengumpat orang Korea yang kukira orang Jepang dengan bahasa Korea.

“Damn ! cukup !” ucapku malu menutup mulutnya dengan tanganku.

Dia hanya tertawa dan melepaskan tanganku. “Tapi aku suka itu, aku suka ekspresimu waktu itu apalagi saat kau menjadi sangat pendiam saat malu dan kau tau aku jatuh cinta padamu pada saat itu” ucap Kyuhyun lembut menatap mataku.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya padaku, aku merasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Aku memejamkan mataku saat bibirnya menyentuh bibirku. Kyuhyun melumat bibirku pelan, dan aku membalasnya. Aku membuka sedikit bibirku sehingga Kyuhyun bisa bebas memasukkan lidahnya dalam mulutku. Aku suka tahap saat berciuman dengan Kyuhyun. Kecupan, saling melumat bibir dan bisa menjadi liar setelah itu.

“Hemm feels Cappucino” ucap Kyuhyun mengecap-ngecap bibirnya di tengah-tengah ciuman.

Aku masih terus menjambak rambutnya pelan, merasakan sensasi nikmat saat lidahku masuk kedalam mulutnya. Kyuhyun mengeratkan tangannya di pinggulku, tangan kanannya merayap masuk kedalam kemejaku dari bawah.

Ciumannya kini beralih di telingaku dan menurun ke leherku.

“Awh!” Aku menarik diriku pelan dan menurunkan tangan kanan Kyuhyun dalam kemejaku.

“Yaa kau mau membuat tanda terus ini hah ??” aku membuka kancing atas kemejaku dan menunjuk kiss mark yang tercetak jelas di leherku. “Terus yang ini” aku menunjuk ke leher bagian bawah.

Kyuhyun hanya tersenyum-senyum “Bagus kok tandanya, bibirku sexy yaa”

PLETAK !! Aku menjitak kepala Kyuhyun.

Kyuhyun langsung membungkam mulutku dengan bibirnya.

“Jangan cerewet, nikmati saja” ucap Kyuhyun di sela-sela ciuman.

Aku mencubit pinggangnya lagi.

“Yaa kalau mau menyentuh badanku bilang saja, tidak usah mencubit” ucap Kyuhyun lagi.

Aku menjitak kepalanya lagi tanpa melepas ciuman.

Dengan napas memburu dan ciuman yang semakin dalam, Kyuhyun mengangkatku pelan dan mendudukkan aku di pinggiran balkon. Tangannya memegang erat pinggangku dan aku mengalungkan tanganku ke lehernya.

Kyuhyun melepas ciumannya dan menatapku “Saranghae, saranghaeyo yeongwonhi Yuna-ya”

“Nado, Kyuhyun-ah”

“Yaa coba panggil aku Oppa. Aku ini 5 tahun lebih tua darimu”

“Aniooooo” aku mengerling nakal dan langsung mengecup bibir Kyuhyun dan melumatnya.

Aku melingkarkan kedua kakiku di pinggang Kyuhyun. Sambil terus berciuman, Kyuhyun menggendongku masuk kedalam. Aku tau kemana arahnya. Pasti ranjang. Aku tidak berontak, karena aku tau kami tidak mungkin melakukan hal tersebut di luar nikah. Walaupun sebenarnya keinginan itu ada.

Kyuhyun menurunkan aku di tempat tidur. Berbaring. Tangannya menyanggah agar tidak menindihku. Kami masih asyik terus melumat dan berguling-guling di atas tempat tidur. Ciumannya kini beralih ke leherku. Awas saja kalo dia membuat tanda itu lagi. Karena hal itu aku sempat minder memakai baju berkerah rendah. Tangannya kirinya yang bebas mengunci kedua tanganku di atas kepalaku. Dan tangan kanannya mulai bebas merayapi pahaku, terus keatas dan masuk ke dalam kemejaku. Aku sempat meringis geli saat dia mengelus-elus perutku. Kemeja big-size ini semakin memudahkan pergerakan tangannya. Tangannya kini dengan mudah meraba-raba bagian dadaku dan meremasnya pelan membuatku menggeliat geli.

Aku ingin mengeluh tapi mulutku terkunci dengan bibirnya.

Mweol sargga, sargga, sargga, sargga neoreul wihan seonmul O, michigetda. Saenggakman haedo joahal ni moseub Listen girl Joahae Baby girl Saranghae Namani neoreul wihan namja Deureojweo bwa neoreul hyanghan gobaek

Aku mendengar suara handphone-ku berbunyi. Aku melepaskan ciumannya dan menarik tanganku.

 “Kyu-ah, handphone-ku bunyi”

Thanks god! I’m safe from Evil’s Attack.

Kyuhyun mendengus kesal, dan berguling ke samping. Aku melihat bibirnya manyun. Hahaha aksinya terganggu. Aku mengelap bibirku yang basah dengan punggung tanganku dan langsung mengambil handphone-ku yang kutaruh di meja samping tempat tidur.

Eomma Calling….

You safe me, Eomma!

“Yeoboseyo Eomma”

“……”

“Ne, Eomma aku berangkat Jam 1. Sampai di Incheon sekitar jam 3an”

“……..”

“Omo, i’m forget Eomma. Habis ini aku akan langsung mengambil lukisan titipan Appa”

“……”

“Aku nyaris melupakannya, untung Eomma mengingatkanku”

“……”

“Ne, Eomma. Aku tidak akan ketinggalan pesawat lagi seperti tahun lalu. Kyuhyun yang mengantarku sekarang”

“…….”

“Ne, akan kusampaikan salam Eomma pada Kyuhyunie”

“……”

“Annyeong Eomma. Muach”

Aku menutup telepon dan melirik Kyuhyun yang masih menatapku.

“Eomma menitip salam untukmu”

Kyuhyun terkekeh, “Katakan salam balik dari Calon menantu terganteng”

Aku mendengus, dasar narsis.

“Hyunie-ya temani aku mengambil lukisan titipan Appa, aku nyaris melupakannya”

Aku bersiap hendak berdiri.

“Tapi lanjutkan dulu yang tadi” ucap Kyuhyun masih menatapku dengan smirk-nya dan ekspresi yang ingin membuatku melempar-handphone-ku-kewajah-mesumnya-itu.

“Anioo nanti kau kebablasan, bisa repot. Makanya nikahi aku kalau mau yang lebih” aku menggelung rambutku dan mengancingkan kemejaku yang sudah setengah kancingnya di copot sama makhluk mesum itu.

“Kalau aku sih ayo saja, sekarang aku ke Seoul untuk melamarmu juga bisa, toh Orang Tuamu sudah setuju kan”

Aku memikirkan ucapan Kyuhyun, namun di detik berikutnya “Aaaa ani anii andwe aku belum kerja, nanti saja”

“Nah itu kan kau saja yang terus mengulur-ulurnya, kan bisa setelah menikah baru kau mencari kerja. Lulusan terbaik Tokyo University pasti akan mudah mencari pekerjaan”

“Yaa kita sudah pernah membahas ini dan ujung-ujungnya kita bertengkar semalaman, dan aku sedang tidak mood bertengkar denganmu. Kau mau aku kembali ke Seoul dalam keadaan kita marahan hah??”

Aku hendak berdiri namun tangan Kyuhyun menarik kuat pergelangan tanganku sehingga aku jatuh terjerembab di atas badannya. Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Mian ne Yuna-ya”

Aku hanya diam di pelukannya.

“Biarkan 5 menit seperti ini dulu, aku pasti akan merindukanmu”

Aku menganggukan kepalaku.

“Yuna-ya…”

Aku menengadahkan kepalaku dan melihat wajahnya.

“Kau harus janji padaku, jangan buat aku menunggu lama. Kalau kau sudah siap bilang padaku”

“Pasti Kyuhyun-ah, aku pasti akan mengatakannya”

“Aku hanya takut begitu kau mulai bekerja, kau akan larut kedalamnya dan menikmatinya sehingga kau melupakan aku disini”

“Kau tidak percaya padaku ??” Aku menatap mata Kyuhyun.

“Anioo bukan begitu, aku hanya di beritahu Matsukawa Senpai di kantor, bahwa dia pernah putus karena pacarnya mulai bekerja dan larut di dalamnya, bahkan…..”

Kyuhyun tidak melanjutkan omongannya. Matanya kini menerawang ke langit-langit.

“Wae ??”

“Pacarnya itu berselingkuh dengan rekan kerjanya”

Aku hanya menatapnya dalam.

“Aku tidak mau itu terjadi”

Aku melihat pelupuk matanya mulai tergenang air mata.

“Yaa kau Cho Kyuhyun, sejak kapan menjadi mellow-drama begini hah?? Tenang saja hatiku itu sudah terkunci untukmu dan kau yang memegang kuncinya, jadi hanya dirimu yang berhak atas hatiku bukan orang lain. Arraseo ??” Aku menghapus air matanya pelan dan memegang kedua pipinya.

“Aku percaya padamu Yuna-ya”

“Aku juga percaya padamu Kyuhyun-ah”

“I’am Yours”

“You’re Mine”

“Kayak lagunya Jason Mraz” aku menyeletuk pelan.

“Ahh iyaaa hahahaha dasar penggombal” ucap Kyuhyun.

“Mwo ?? aku ?? penggombal ?? Yaa aku belajar darimu Babo”

“Ne, baiklah aku mengalah kali ini Yuna-ya”

“Wajib itu !!”

“Yuna-ya”

“Hemm”

“Saranghae”

“Nado”

“Lanjutkan lagi yang tadi yaa” Kyuhyun kembali menatapku dengan wajah Evilnya.

“Mwoo ?!!!”

******************

Oiiia jika kalian ga asing ama scene yang di dalam taksi, jujur saja saia terinspirasi dari salah satu scene film Indonesia yang judulnya “CHIKA”. FF Oneshot ini adalah versi lulus-sensornya, karena aslinya memang bener-bener NC😛

28 thoughts on “[fanfic] I’am Yours … You’re Mine

  1. •°°°•.¸¸. Hwuaąąaa ~
    \ =))__•°°°•.¸¸.Hąą ~
    ((•°°°•.¸¸. Hąą ~
    <\/ •°°°•.¸¸.Hąą ~ ceritax lucu banget

  2. y Allah.
    astaghfirulloh 1.000.000.000 x
    duh pegel nih pegang tasbih
    Mupengggg aq..
    Loh..
    hahhahahha..
    kyu..unyukk..donghae..
    sama smua…
    mesumm…
    hahhahahhahaha….

    cuman oppa sungie yg normal pokokN
    aduhhh..
    aq g bayangin si kyu
    aq jadi bayangin si sungrie..
    dsni yang mupeng si kyu
    kl aq sm sungie..
    pasti si sungrie yg mupeng g karuan.
    ahahahhhahha

    • yaoloo mbaknya gausa histeris gtu mbak, liat tuh tasbihnya ampe mencelat kemana-mana.

      mupeng ??
      pngn yaa??
      hahahahaha,,

      iyaa itu bagusnya di bayangin ama bias masing2 biar dpetnya manteep .

      kyuhyun yadong yaa gara2 unyuk.
      dia Koordinator Video2 yadong di Suju.
      Donghae jdii wakilnya.
      Kyu korbannya.

  3. Ya Allah… Astajimmm

    Arrrghhhhh *tutup mata

    Kyunaaaaa…. q masih polos… tidak cocok baca beginian #plakkkkkkk

    Widihhhhh yadong euy… gile… romantis koq…
    Tapi kasih tau donk proses pacaran mrk…
    Sesuju m Fey, cepetan nikah.. gila tu dah “mefet2” bgt… salut deh m Kyu bisa nahan wkwkwkwk

    Duhhhh tapi klo dah nikah kyk apa tu adegannya??? *melting *pingsan

    Terusin Thor.. dah bagusssss… Lanjotttttt….

    • hhahaha kan aku sdh blg klo buat romance psti ujung2nya yadong,, tpi masih berusaha lgii buat romance tnpa embel2 yadong *semoga* *amin*

      yaelaaa polos dri mana, si donghae itu napsunya gede jg loh *ktularan unyuk* jdi shinhae mesti siap ancang2.

      inii masih aku edit2 lagii loh,, geli sndiri klo mau buat yg lebih dari ini.

      punya ku nie ga ada apa2nya dri yadong nc 21 sbuah blog yg isinya 100% ff yadong (mau ta kasiih link blog-nya ?)
      hhhahahhahhahaaa.

      iyaaee berniat buat nglanjutin tpi insipirasinya blm dpett.
      hhhahahaha iyaaa ntr lngsung scene nikah aja, biar halal.
      dan jgn tanya kyk gmna Kyuna couple stelah nikah *auhthor ga kuat ngebayanginnya*

      • Donghae lebih? masa sih? Bikinin donk… q g kuat klo bikin sendiri *lhoooooooooooooooooo

        Y gpp lah Kyuna couple emang cucok koq pake yadong, Kyu tu keliatan diem tapi… tapi.. tapi… hauuummmmm wkwkwkwk…

        Coba terus thor yg romance halal wkwkwkw…

      • ahahahaa sip sip nanti klo ada ide yadong terlintas, langsung aku buatin deh . Hae Couple yadong *ketawa evil*

        Iyaa Kyu itu beringas dimana-mana,,
        Yuna aja ampe kewalahan.

        wew mna ada romance yg halal ???

  4. >iiiissshh bernapsu bikin NCmang dasar yadong yadongahahhahahhaaitu juga dah bagus oqkek hanbok~eun never ending love..komedi romantis,lucu malah,.hahhaayo lanjut thor,fighting!!

  5. >awalnya lebih vulgar loh, itu uda di edit yang scene dari balkon ampe rnjang #omooo nosebleed#comedy romance ya brrti ini ??huweee pdhl saya pngen romance asli .iiyaa sih critanya bs di bwd part nui, makasyong bwd idenya. saya msh bernapsu bkin NC,wkwkwkwkwkwwk .

  6. >kyaaaaaaaaaaaaaaaaa…. keduaNa sama2 yadong stadium akhir,ahahha *makaNa nikah dun kayak haneun biar bebas gt,ahahha ngajarinkeren ndukembok dikembangin, ne mah masuk ke komedi romantis,ahahha ngakak ama aksi bpk taxiNa hahahkuwi loh buwad episode pas mereka pdkt ampe pacaran.. ato klo gak buwad yang yuna udah balik korea, pake konflik2 dramatistapi gak pake scene yadong, bikin mrinding *sok polos ahhahahbagus kok pintar sudah bikin PG ahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s