[fanfic] Day by Day Chapter 1

Chapter 1

The Dream is Coming

Sebelumnya:

Day by Day Prolog

Januari 2006

“Hyorin-ah” Aku menoleh pada sumber suara yang memanggil namaku.

“Ne. Ada apa Nayoung-ah?” Tanyaku saat dia sudah menjejeri langkahku.

“Kau sudah mengajukan proposal magangmu?”

“Ne. Aku sudah mengajukan proposalku pada jurusan minggu lalu. Waeyo Nayoung-ah?”

“Aku masih bingung Hyorin-ah, aku belum menentukan dimana tempat aku magang”

“Wae? Apa yang membuatmu bingung? Bukan kau sendiri pernah bilang mau magang di MBC Morning News kan? Kau ingin jadi pembaca berita kan” aku memberondong pertanyaan pada sahabatku yang telah aku kenal sejak masa ospek dulu.

“Ne, aku memang masih ingin menjadi News Presenter tapi jika di MBC aku akan bertemu dengan Seung Jo, Hyorin-ah”

“Wae? Dia itu mantanmu, sudahlah lupakan saja dia. Jangan sampai gara-gara dia di memilih magang di MBC, kau akan merubah keinginanmu”

“Ahhh atau aku bersamamu saja Hyorin-ah di Mnet” kudengar suaranya lemas.

“Yaa terserah kau sajalah tapi aku tidak suka sahabatku menyerahkan impiannya karena sesuatu yang tidak penting” Ucapku sambil berjalan mendahuluinya.

“Uhh Hyorin-ah kau ini tidak peka sekali, makanya sekali-kali kau harus merasakan jatuh cinta biar kau tau rasanya” Nayoung berlari mendahuluiku, berbalik kemudian meleletkan lidahnya padaku.

“Yaa awas ya kau Kim Na Young” Aku mengejarnya di koridor kampus.

Hyorin POV

Inilah kegalauan yang dialami mahasiswa/i tingkat akhir seperti aku ini. Bingung memilih tempat magang yang sesuai dengan keinginan. Sebenarnya mudah saja asal mempunyai tujuan tempat magang, membuat proposal dan mengajukan kepada jurusan. Akan tetapi yang membuat tersendat adalah apakah proposal kita bisa diterima oleh tempat magang kita atau tidak. Jika tidak diterima maka jurusan akan memberi alternatif tempat magang lainnya. Dari magang juga kita bisa mendapat rekomendasi untuk bekerja disitu setelah lulus. Magang adalah tugas akhir sebelum sampai pada tahap akhir yaitu menulis skripsi. Setidaknya saat ini aku sudah mempunyai gambaran apa yang akan aku tulis nanti didalam skripsiku, dan rencana magangku kali ini akan berkaitan erat dengan skripsiku. Yeaah i hope.

Aku sendiri sudah mengajukan proposal magang di stasiun televisi Mnet sebagai Creative Programmer, aku berharap agar aku diterima di Variety Show karena Mnet terkenal dengan program VarShownya atau tidak di Mnet Countdown. Yaa semoga saja proposalku tidak mengecewakan.

Aku belum mengenalkan diri ya. Aku Choi Hyo Rin, umurku sekarang 21 tahun. Aku adalah mahasiswi tingkat akhir di Seoul University Fakultas komunikasi dan mengambil konsentrasi Broadcasting. Sama seperti Nayoung, hanya saja  dia mendalami News Presenter sedangkan aku lebih mendalami Creative Programmer. Ya aku ingin mempunyai program sendiri atau tidak aku memegang peranan penting di sebuah program. Itu saja cita-citaku.

Benar kata Nayoung, aku belum pernah merasakan jatuh cinta. Kalau suka sih itu lumrah, dan sampe sekarang aku masih suka tuh sama Jung Yunho atau U-Know, Leadernya TVXQ. Kalau kata Nayoung itu mah suka sebagai fans terhadap idolanya, bukan antara lelaki perempuan. Mwo?? Emang dia pikir Yunho bukan lelaki atau aku yang bukan perempuan apa. Setelah itu dia menjelaskan, lelaki perempuan yang saling mencintai bukan hanya sepihak. Oh ya aku mengerti sekarang.

Sebenarnya faktor aku belum memiliki pacar karena selama ini aku hanya fokus pada pendidikanku, dan Nayoung mengiyakan pernyataanku. Kata Nayoung, aku ini kerjaannya hanya belajar dan belajar. Yupp itu benar aku memang mengejar pendidikanku dan berkeinginan mencetak predikat cumlaude dan lulusan tercepat. Nayoung akan melongo jika aku mengatakan alasan kenapa aku sampai sekarang tidak memikirkan cinta.

Sejak Appa tidak ada saat aku SMP. Umma yang menjadi tulang punggung keluarga menghidupi dan menyekolahkan aku dan Hyosung, Namja dongsaengku yang berbeda 8 tahun dariku itu. Sebenarnya warisan peninggalan Appa masih cukup membiayaiku sampai aku selesei SMA, makanya keinginanku untuk kuliah langsung pupus. Umma pun memutuskan untuk membuka warung makan sederhana di depan rumah kami. Bahkan aku pernah mempunyai niat untuk tidak melanjutkan SMA dan memilih bekerja paruh waktu membantu Umma dan Umma memarahiku habis-habisan saat dia melihatku di jam sekolah sedang mencuci piring di sebuah warung makan. Umma menangis saat aku mengungkapkan alasanku ingin berhenti sekolah. Perkataannya yang aku ingat sampai sekarang adalah “Hyorin-ah pendidikan itu nomor satu, kau harus menjadi sarjana Nak, jika kau pintar maka kau akan memiliki banyak uang. Dan saat kau telah sukses itulah balas jasa darimu yang kau berikan untuk Umma dan Appa”. Aku akan menangis jika mengingat bagaimana wajah Umma saat mengatakan hal itu padaku, aku tidak pernah melihat Umma menangis tersedu-sedu seperti itu kecuali saat dimana Appa pergi. Sejak saat itu aku bertekad untuk belajar dan fokus pada pendidikanku. Perkataan umma yang lainnya tertanam jelas dalam otakku.

“Ingat Hyorin-ah ada saatnya kau akan bekerja, hilangkan pikiran itu sesegera mungkin, fokuslah pada sekolahmu”

“Kau ini anak yang pintar jika kau giat belajar”

“Jangan pikirkan Hyosung dulu, biar dia Umma yang mengurusnya”

“Kau pasti jadi orang sukses nak, Umma yakin”

Aku bersusah payah mencapai urutan rangking satu di kelasku karena otakku yang sebenarnya sangat pas-pasan ini, aku berjuang keras sampai aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Aku mendapat rekomendasi dari sekolah untuk melanjutkan SMA di Seoul dengan mengikuti tes beasiswa. Umma sangat mendukung agar aku mengikuti tes beasiswa tersebut, aku ingin melanjutkan sekolahku tapi bagaimana jika aku diterima maka aku akan meninggalkan Umma. Ahh…. dan benar aku lolos tes itu dengan mudah karena nilaiku diatas rata-rata peserta beasiswa tersebut. Aku berat meninggalkan Busan, dan meninggalkan Umma dan Hyosung, namun lagi-lagi Umma memberiku dorongan keras agar aku bisa menjadi seorang yang mandiri. Ahh Umma, aku benar-benar tidak sanggup melawanmu saat wajahmu memandangku dengan tatapan penuh sendu dan penuh harap. Berkat doa dan dukunganmu Umma, aku lulus dari Paran High School dengan nilai sangat memuaskan dan aku mendapat beasiswa melanjutkan studiku di Seoul University. Dan sekarang Umma aku benar-benar merindukanmu, setitik air mata mengalir hangat di pipiku.

Aku berjalan mengambil handphoneku di atas meja belajar dan menghubungi nomor yang sudah aku hapal di luar kepala.

“Yeoboseyo” sahut suara di seberang.

“Ne. Ini Unnie, Hyosung-ah apa kabarmu?”

“Unnie-ya aku baik-baik saja. Kau sendiri?”

“Sangat baik. Umma Eeodiya ?”

“Umma sedang di dapur menyiapkan makan malam. Unnie-ya kirimkan aku CD terbaru TVXQ pas mereka di Jepang” Pinta Hyosung.

“Kemaren kan Unnie baru saja mengirimkan DVD saat mereka konser”

“Itu pas mereka di Seoul Unnie-ya, yang di jepang kan belum”

“Ne, baiklah. Tapi Unnie tidak bisa mengrim secepatnya soalnya Unnie masih ada urusan yang harus dikerjakan”

“Gwenchana Unnie-ya yang penting kau sudah janji akan mengirimkannya”

Aku hanya tersenyum mendengar ocehan Dongsaengku ini. Hyosung sama denganku, sama-sama mengidolakan TVXQ dan sama-sama mengidolakan Yunho. Aneh kan? Aku juga tidak tau 1 setengah tahun yang lalu tiba-tiba Hyosung meneleponku dan mengatakan mengidolakan TVXQ dan ingin seperti Yunho. Demam TVXQ sudah merajai remaja SMP seperti Hyosung. Itu baru yang lelaki, bagaimana dengan remaja yang perempuan. Yakk aku yakin lebih histeris lagi.

“Ne Hyorin-ah” suara Umma memecah lamunanku.

“Umma bogoshipo”

“bogoshipo-yo Yeoppo” jawab Umma.

“Tumben kau menelepon Hyorin-ah, sedang tidak sibuk ?”

“Hyorin kangen Umma, sudah setahun Hyo belum pulang ke Busan. Sebentar lagi Hyo bakal sibuk Umma, Hyo mau magang soalnya”

“Oiiaa Hyo mau magang dimana ?” kata Umma antusias.

“Rencananya di stasiun televisi Mnet Umma, doakan saja semoga Proposal Hyo diterima”

“Pasti yeoppo, Umma selalu mendoakan anak-anak Umma”

“Umma-ah, Hyo benar-benar ingin pulang” Air mataku mulai menggenangi pelupuk mata siap meluncur saat aku mengedipkan mataku.

“Sabar sayang, kau sebentar lagi magang dan setelah itu kau skripsi kan? Habis itu kau lulus kan. Umma janji saat kau wisuda Umma pasti hadir dan akan memelukmu Hyorin-ah”

Airmataku sudah tidak terbendung lagi dan meluncur deras di pipiku. Tanpa segukan aku menguatkan suaraku “Jinjja Umma?”

“Ne. Sayang, masa putri Umma wisuda Umma tidak datang sih”

“Restoran Umma bagaimana?” aku bertanya pada Umma mengingat bahwa warung makan kami dulu berkembang pesat menjadi sebuah Restoran dan berencana membuka cabang baru.

“Kan Umma punya karyawan sayang, lagipula Umma tutup restorannya sehari tidak apa-apa juga”

“Andwe Umma. Bukan kah pelanggan Umma sudah bnyak nanti kalau mereka kecewa bagaimana” ucapku khawatir.

“Umma kan bisa ngasih pengumuman di depan restoran, kalau restoran ditutup sehari karena anak pemilik restoran sedang wisuda”

“Hahahahaa Umma bisa saja ah” aku tertawa dengan ucapan Umma barusan.

“Yaudaa untuk masalah itu tidak usah kamu pikirkan, fokus dulu pada urusanmu Hyorin-ah”

“Ne. Umma” Jawabku patuh.

“Umma makan malam dulu ya, Hyosung sudah menunggu di meja makan. Kau juga jangan lupa makan ya. Jaga kesehatanmu. Jangan terlalu bnyak begadang” wejangan Umma mulai keluar.

“Arraseo Umma. Annyeong Umma”

***********

Awal Februari 2006

Ddrrrttttt…….dddrrrttttt…..ddddrrrrttttttt….

choum ne sarang bichwojudon non naui ibyorkaji bongoya you still my number 1 nar chaji marajwo naui surphum garyojwo jo gurum gwie norur sumgyo bichur dadajwo gurur anun igiri ne nunmur moruge …

dddrrrrttttt…….dddrrttttt…..ddrrrttttttt……

Ringtone handphoneku berdering di sertai getaran yang keras karena kutaruh diatas meja belajar.

Aku yang masih bergelung di selimut langsung melek, menguap sebentar, meragangkan otot-ototku dan berjalan gontai menuju meja belajar. Aku melihat layar handphoneku sekilas.

Hwang Sasengnim

Mataku mendadak lebar, melihat nama itu. Nama dosen pembimbingku.

“Yeoboseyo Sasengnim”

“Mianhamnida jika saya mengganggu pagi-pagi begini, saya barusan mendapat telefon dari Mnet”

“Mnet?? ada apa sasengnim ?” Aku mulai sedikit was-was.

“Mnet menerima proposalmu dan memberi info bahwa kau harus ke Mnet jam 10 nanti untuk wawancara, hanya sebagai formalitas saja”

“Jinjja ? Jinjja Sasengnim? Ah aku diterima magang di Mnet?”

“Ne. Hyorin, kau dan 3 orang temanmu dari fakultas komunikasi yang lain, sebenarnya saya mau memberitahukan di kampus nanti tapi saya ingat jika hari anda tidak mempunyai kelas”

“Ahh kamsahamnida Sasengnim, jeongmal kamsahamnida” Ucapku berkali-kali pada Dosen pembimbingku ini.

AHHHHHHHHHH yeaaaaahhhhh aku meloncat-loncat seperti orang gila di atas kasur. AKU DITERIMA. Langkahku mulai maju selangkah menuju impianku dan jalan menuju impianku mulai mendapat penerangan walopun hanya seterang lampu minyak tapi setidaknya itu lebih baik daripada gelap gulita.

Tanpa pikir panjang aku langsung memencet speed dial 3 pada handphoneku. Dan terdengar suara nada sambung terdengar dari seberang. Ahh ini Twins dari Super Junior yang baru debut beberapa bulan yang lalu.

“Aigooo Nayoung-ah angkat dong, masih tidur apa ya dia”

“Yeoboseyo” terdengar suara malas dari seberang.

“Mian Nayoung-ah jika aku menganggu, aku hanya ingin menyampaikan berita gembira”

“Wae? Kau punya pacar?” Sahutnya ogah-ogahan.

“Anio. Aku diterima magang di Mnet”

“Oh gitu Chukkae” sambut Nayoung malas.

Tuut….tuut…tut…tut..tut..

Teleponku langsung di putus oleh Nayoung. Ahh Nayoung kenapa ya? Kok tiba-tiba dia seperti itu, apa dia marah karena kata-kataku di kampus kemaren. Ahh sudahlah dia sedang badmood mungkin. Aku menenangkan diriku sendiri.

Aku melihat jam dinding kamarku, ahh sejam lagi. Ahh aku harus memakai baju apa ya? Aku bingung sendiri. Oh yaa aku ingat Nayoung pernah bilang kalau wanita karir itu memakai rok, kemeja dan blazer. Ahh Nayoung-ah kau kenapa, aku kangen pada dirimu yang super cerewet. Aku kembali menghubunginya kembali. Namun tidak ada suara yang kurindukan dari seberang.

Aku sibuk mematut diriku di depan cermin, memoles wajahku dengan bedak, menambahkan sedikit eyeliner agar menambah ketajaman mataku, dan mengoles lipgloss pink ke bibir mungilku. Perfecto. Aku mengambil tas ku, menaruh CV ku di dalam tas dan bergegas karena tinggal 30 menit lagi.

Ketika aku membuka pintu, tiba-tiba muncul sesosok yang ku khawatirkan beberapa jam yang lalu.

“Hyorin-ah mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud begitu. Aku ada sedikit masalah dirumah tapi kuceritakan nanti” Nayoung terus mengoceh sambil memelukku dan mencium pipiku.

“Nayoung-ah Gomawo-yo, tapi bisakah kau mengantarkanku sekarang ke Mnet, karena berkat kau waktu 10 menitku terbuang dengan sangat berguna” ucapku sambil melirik jam dan mencium balik pipinya. “Kajja!!” Aku menarik tangan Nayoung menuju lift.

Didalam mobil, Nayoung mengambil paper bag dari jok belakang dan menyerahkan padaku.

“Sebagai permintaan maaf” katanya sambil menatap lurus kejalan

“Mwo? Apa ini?”

“Aku tau kau pasti belum sarapan karena mempersiapkan semuanya kan? Aku tidak mau saat kau wawancara. Tiba-tiba terdengar suara kruuyyyukk dari perutmu karena kau kelaparan”

Aku membuka paper bag aku melihat sebotol air mineral dan kotak makan yang berisi 2 potong sandwich.

“Nayoung-ah gomawo” kataku sambil mencium pipinya

“Ne. Makanlah setidaknya itu bisa mengganjal perutmu”

Gedung Mnet

Aku melihat 3 temanku itu, yaa mereka memang dari Fakultas Komunikasi tapi berbeda jurusan denganku karena 2 dari mereka dari jurusan Public Relations dan satunya dari Jurusan Broadcasting sama dengan konsentrasi Nayoung. Aku menyapa mereka dan mengobrol sebentar sampai akhirnya kami di panggil satu-satu. Iam really nervous, tapi setidaknya ini adalah pengalaman ketigaku di wawancara, pertama saat wawancara dalam tes beasiswa SMA dan berikutnya pada tes beasiswa di Seoul University.

Aku masuk kedalam ruangan yang sudah di sambut dengan senyum oleh 3 orang pewawancara di hadapanku. Aku memberi senyum balik, berjalan dengan tenang dan duduk tegak di kursi. Aku berdoa dalam hati agar tetap di beri ketenangan. Kunci berhasil di tes wawancara adalah tenang. Sikap yang tenang akan membawa suasana wawancara menjadi rileks.

“Apakah anda Nona Choi Hyo Rin” kata pewawancara di tengah sambil melihat proposalku.

“Ne. Pak” jawabku singkat.

“Anda membawa CV?” Lanjutnya.

Aku mengeluarkan CV dari dalam tasku dan menyerahkan kepada pewawancara di hadapanku “Ne. Ini Pak”

“Hemmm ceritakanlah dirimu secara singkat, Hyorin-ssi” kata pewawancara di tengah yang sepertinya ketua Tim.

“Ne. Nama saya Choi Hyo Rin, umur saya 21 tahun saya berasal dari Busan. Saya mahasisiwi tingkat akhir Universitas Seoul Fakultas Komunikasi mengambil jurusan Broadcasting dan mendalami konsentrasi Creative Programmer. Saya menyukai hal-hal baru yang menantang kinerja otak saya dalam mencari ide-ide segar, itu yang membuat saya berani mengajukan proposal magang disini karena saya membutuhkan banyak pengalaman untuk tetap terus mengasah sudut-sudut otak saya dalam bidang programmer” tidak sampai 3 menit aku mengatakan kata-kata yang tiba-tiba melintas di otakku dan kurangkaikan sembarang dan kususun menjadi sebuah kalimat yang aku pikir itu sangat berantakan.

“Oke. Dalam proposalmu kau mengajukan ke bagian Variety Show dan Acara musik. Apa alasan anda memilih 2 program tersebut ?” kata pewawancara di samping kiri.

“Ne. Alasan saya mengambil 2 program tersebut, karena di 2 program tersebut saya bisa mengeksplore ide-ide saya dan mengaplikasikannya karena setiap minggu atau episode pasti hanya 2 program tersebutlah yang bisa mengubah konsep dan bisa memainkan rating di indutri pertelevision korea dan untuk acara musik saya memilihnya karena saya termasuk penikmat musik” Aku menjawab pertanyaan kedua dengan tenang namun aku mulai merasakan bulir-bulir keringat muncul di keningku.

“Hemm pertanyaan terakhir untuk anda Hyorin-ssi, apa yang membuat kami yakin harus menerima anda menjadi mahasiswa magang di Mnet ?”

Aku sedikit berpikir. Jujur sedikit bingung dengan pertanyaan ini. Karena aku juga tidak tau apa yang ada dalam diriku. Ahh sudahlah asal jawab aja, daripada terlalu lama mikir.

“Karena saya sangat mengerti sampai dimana kemampuan saya maka saya mengajukan proposal magang disini” Ucapku tenang, tapi keringat sudah mulai membasahi punggung badanku.

“Baiklah Hyorin-ssi, kami akan segera menghubungi anda kembali dan di mana anda di tempatkan” ucap pewawancara di tengah sambil mengulurkan tangannya kepadaku dan aku menyambut ulursan salam dari ketiga pewawancara tersebut.

Pertengahan Februari 2006

Aku tersenyum setelah menutup telepon. Yaa aku diterima magang di Mnet di bagian Variety Show. Minggu depan aku sudah mulai magang disana selama 4 bulan.

Nayoung diterima magang di SBS Morning News, ahh dia benar-benar tidak memilih MBC karena ternyata benar dugaannya Seung Jo diterima di MBC. Alasan Nayoung saat ku tanyakan hal tersebut di hanya mengatakan “Aku tidak bisa bekerja sama dengan seseorang yang sudah pernah mengisi hatiku dengan cinta dan kemudian mengosongkan hatiku dengan membaliknya seperti kau membuang isi air pada gelasmu di westafel dan kau membuang gelas itu karena sudah tidak memerlukannya lagi” Mau tau ekspresi wajahku saat Nayoung mengatakan kalimat itu: Mata dan mulutku membulat aKa bengong aKa melongo.

Akhir Februari 2006

Ini hari keempat ku di Mnet. 3 hari sebelumnya di Training menjadi seorang karyawan oleh Mnet. Aku sekarang menjadi staf Creative Team Variety Show Mnet yang berjumlah puluhan itu, dan aku sekarang aku di masukkan kedalam Creative Team Variety Show baru yang akan di tayangkan Mnet akhir Maret mendatang yang akan di bintangi oleh grup idola. Mwo?? Grup idola? Waeyo?? TVXQ kah? Ahh aku mau banged kalo mereka yang main, akan ku buat konsep yang super duper keren biar ratingnya naik. Hush aku membuang pkiranku itu, aku ingat saat di training kemaren bahwa Seluruh karyawan Mnet harus menjaga sikap dan memberi kenyamanan kepada idola.

Besoknya….

Hah ! mwo?? Acara mistery ??? omo aku ini sangat penakut kenapa malah Jungho Hyung ketua Tim Kreatif membuat acara mistery. Ahhhh Umma tolong anakmu yang penakut ini . . . . dan guestnya adalah Super Junior. Mwo?? Suju??? Ahh lumayanlah cakep-cakep juga, ada choi siwon lagi, saudara jauhku yang sama-sama bermarga Choi (Hah ngarep).

Di mulai minggu ini Creative Team membuat konsep Variety show Super junior yang bergenre horor, dan namanya pun di buat yaitu Mnet Super Junior Mistery 6. Kenapa harus 6? Mollayo, tanyakan saja kepada produsernya yang menyukai angka 6.

TBC


Sebenarnya draft fanfic ini sudah cukup lama teronggok tak berdaya di folder laptop, dan sebenarnya ini adalah fan fiction pertama yang saya bikin setelah terjun kedalam dunia per-fanfiction-an. Jadi bisa di pastikan ceritanya bakal lebay dan juga saya mohon maaf jika bnyak typo dan gaya penulisannya yang sedikit aneh. *bow*

One thought on “[fanfic] Day by Day Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s