[fanfic][Oneshot] Waiting For You

Annyeonghaseyo, iam kombek again membawa fanfic sebelum masa hiatus saya karena sebentar lagi author mau UTS. Ini ff buatnya cuman 3 jam, makanya mianhae kalau banyak typo dan ceritanya rada gejeh. Ah yaa recomended lagu buat baca ff ini adalah:

Waiting For You-Yesung ; The One I Love – Suju ; She’s Gone – Suju ; Let’s Not – Suju

“Benar kan terlambat lagi” keluhku dalam hati lalu melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Selalu terlambat, tidak pernah sekalipun dia datang tepat waktu.

“Oppa mianhae aku terlambat” Ucap seorang gadis dengan napas terengah-engah di hadapanku. Terlihat sekali dia habis berlari.

“Yaa Yuna-ya bisa tidak kau tidak terlambat sekali saja, aku bosan menunggumu terus” jawabku ketus.

“Oppa-ya jangan marah, tadi aku menemani Eomma ke swalayan belanja bulanan”

“Kau kan bisa memberitahuku dulu, 2 jam aku menunggumu disini”

“Hemm mian Oppa, kau tau kan bagaimana seorang wanita jika sedang berbelanja” ucap Yuna menggembungkan pipinya dan menunjukkan puppy eyesnya agar aku mau memaafkannya.

Aku menoleh ke arah lain karena sebenarnya aku tidak bisa berkutik kalau dia sudah menunjukkan wajah ‘tak berdosa’ itu.

“Oppa…” Yuna sekarang mengguncang-guncang lenganku.

“Oppa-ya maafkan aku”

Aku menoleh ke arahnya, Yuna masih menatapku dan mengeluarkan seluruh jurus aegyo yang dia punya untuk meruntuhkan kekesalanku dan usahanya itu selalu berhasil.

“Baiklah aku akan memaafkanmu, tapi ada satu syarat” ucapku padanya.

“Apa Oppa ? pasti akan ku penuhi” Jawab Yuna mengangguk-anggukan kepala seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.

“Jinjja ?” Tanyaku memastikan.

“Ne, apapun oppa asal kau mau memaafkan aku”

“Kisseu” ucapku singkat.

“Mwo ?? Ah anio, ini di taman Oppa, banyak orang, aku malu” ucap Yuna sambil melihat sekitarnya.

“Terserah kalau kau tidak mau, aku tetap akan marah padamu dan kencan hari ini aku batalkan” ucapku hendak berdiri.

“Ya oppa, tidak adakah syarat yang lainnya ?” Tanya Yuna menahan lenganku untuk tidak beranjak dari kursi taman.

Aku menggeleng.

“Oppa…”

“Kalau begitu kencan hari ini dibatalkan” ucapku sambil berdiri.

“Ahh tunggu Oppa, baiklah” Yuna menahan tanganku dan menyuruhku kembali duduk.

Aku hanya tersenyum dalam hati, apa benar dia mau menciumku di tempat seperti ini, karena aku tau Yuna bukan tipe gadis romantis.

“Tutup matamu Oppa” pinta Yuna padaku.

“Mwo ?? ah tidak”

“Aku akan menciummu kalau kau menutup matamu, cepatlah Oppa mumpung area ini terlihat lenggang”

Aku menatap sekeliling dan benar yang di katakan Yuna, tempat kami duduk terlihat lenggang tidak banyak orang. Aku menutup mataku.

“Jangan kau buka matamu sampai bibirku menempel di bibirmu ya Oppa”

Aku tersenyum pelan dan mengangguk. Sebenarnya aku tidak yakin Yuna akan melakukannya, tapi melihat wajahnya tadi yang terlihat serius pasti dia tidak ingin melihatku marah.

5 Detik … 10 Detik … aku belum merasakan apa-apa pada bibirku.

Detik ke 15 aku merasakan ada yang menyentuh bibirku. Aku tersenyum menang dalam hati. Tapi aku merasa aneh kali ini. Ciuman ini berbeda, tidak seperti ciuman biasanya.

“Buka matamu Oppa”

Aku membuka mataku setelah mendengar suara Yuna.

“HUWAAAAA!!!!!!” aku menjerit kencang dan nyaris terjungkal dari kursi taman.

“Hahahaha bagaimana ciumannya Oppa ? Hot kan ?” Yuna tertawa lebar sambil menggendong anjing pudel berwarna putih.

“Jadi itu yang menciumku tadi ?” tanyaku menunjuk-nunjuk kesal anjing itu.

“Hhahaaha iyaa” jawab Yuna tidak berhenti tertawa.

Aku langsung mengelap bibirku kencang dengan punggung tanganku.

“Hey kau berhasil mendapat ciuman dari Cho Kyuhyun, pria paling tampan se-taman ini” Ucap Yuna pada anjing pudel di dekapannya.

Aku masih mengelap bibirku dan terus meludah. Aisshh aku benci anjing dan sekarang bibirku ternoda oleh seekor anjing.

“Gomawo, sudah meminjamkan anjingnya” Ucap Yuna pada seorang gadis kecil yang juga sedang tertawa disampingnya.

“Ne, Unnie sama-sama. Choky pasti senang mendapat ciuman dari Oppa yang tampan itu” Jawab gadis kecil itu menoleh ke arahku.

Aishh Choky ?? Cho ?? Marga anjing itu Cho ?? tanyaku dalam hati, aku masih shock dengan kejadian barusan.

Yuna sendiri sudah tertawa terpingkal-pingkal mendengar nama anjing itu. “Hemm nama yang bagus”

“Gomawo Unnie” jawab gadis kecil itu sambil menggendong pudel itu pergi.

“Ayo Oppa kita jalan, kencan kali ini tetap berlangsungkan” Ucap Yuna menarik lenganku.

Aku hanya bisa menatapnya kesal, awalnya aku yang ingin mengerjai dia tapi malah aku yang di kerjai olehnya.

“Aku suka ekspresimu tadi Oppa, lucu, mau lihat fotonya ?” Yuna mengeluarkan handphone-nya dan menunjukkan foto anjing itu yang sedang menciumku.

“Aku yang meminta gadis kecil pemilik anjing tadi untuk memfotonya”

“Aisshh hapussss Yuna-ya” Aku langsung merebut handphone Yuna. Tapi Yuna lebih gesit, dia langsung berkelit melindungi handphone-nya dan berlari.

“Aku akan meng-uploadnya di twitter dan menulis Cho Kyuhyun seorang ketua BEM Seoul University sedang bermesraan bersama anjing pudel” Yuna berlari menghadap belakang dan meleletkan lidahnya padaku.

“Yaa kau, Choi Yuna awas saja kalau kau menghancurkan reputasiku, akan ku culik dirimu” Aku berlari mengejar Yuna yang sudah beberapa meter di depanku.

neoege haji motan maldeuri nun gameumyeon jakku tteoolla
gieogeul dameunchaero meomchwodun naui sarang, neoreul saenggakhae

gyeote dugo banghwanghaetdeon naldeureul huhoehago isseo
naui jinsimi deulliji annni

Words I couldn’t tell you,
When I close my eyes, they will emerge again
Stop reminiscing my memories
My love, I think of you
I regret the days when I wandered with you staying by my side
Can’t you listen to my sincere heart?

 

************

Aku tertawa mengingat kejadian kisseu disaster pada waktu itu di taman ini. Aku mengambil handphone-ku dan melihat wallpaper foto ChoKy kisseu. Yuna yang menjadikannya wallpaper di handphone-ku, sudah ku hapus tapi dia selalu saja berhasil memasukkannya kembali ke handphone-ku, dan akhirnya aku membiarkannya saja. Aku melihat jam tanganku. Sudah 4 jam. Yuna terlambat lagi.

Aku kembali melihat jam tanganku, yaa 5 jam. Yuna-ya kenapa kau belum datang juga. Apa alasanmu kali ini hah? Kesiangan, kelupaan, kuis tambahan atau mengantar Eomma. Aku hanya menggerutu kecil mengingat Yuna yang selalu mengeluarkan banyak alasan tiap kali dia terlambat janjian. Tapi aku selalu bisa memaafkan Yuna, karena aku tau Yuna pasti datang walaupun terlambat.

neoreul gidaryeo sesangi kkeutnal ttaekkaji
neol gidaryeo unmyeongi mageul geu sungankkaji
ijen naega neoege modu jul su inneunde
naegero dagaol su eomni sojunghan nae saram

I wait for you until the end of the world
I wait for you until the moment fate forbids
Now I can give you my everything
Can’t you come to me?
My dear love.

************

“Aigoo hujan lagi” Aku menggerutu kesal dan beranjak dari kursi taman dan berteduh di bawah pohon akasia yang lebat untuk mengindari serangan rintikan hujan.

“Aissh dia kemana lagi sih ?” Aku makin merapat ke batang pohon karena hujan semakin deras.

Aku mengambil handphone dari saku celanaku dan mencoba menghubungi Yuna. Nada tunggu itu masih terus berlanjut menandakan pemilik handphone tidak mengangkat panggilan untuknya.

“Aigoo tidak di angkat, hobi sekali dia tidak mengangkat handphone” Aku menggerutu kesal setengah mati menunggu Yuna selama 1 setengah jam di taman. Ditambah hujan pula, semakin melengkapi kekesalanku untuk sore ini.

Aku hanya terus menunggu di bawah pohon akasia, tempias hujan tetap mengenai bajuku. 30 menit berlalu. Aku hendak menelepon Yuna kembali tapi aku mengurungkan niatku begitu sebuah suara yang sangat kukenal terdengar jelas di sampingku.

“I’m here Oppa”

Yuna sudah berdiri di sampingku memegang payung berwarna biru, mengatur napas yang terengah-engah karena dia pasti berlari lagi, sebuah senyuman tetap tersungging dari bibirnya. Kedua lesung langsung muncul dari pipinya.

“2 jam lebih Yuna-ya” Ucapku tetap kesal pada Yuna.

“Mianhae oppa, karena hujan aku tidak dapat bis, semuanya penuh”

“Oke baiklah karena ini hujan aku mentolerirmu”

“Mwo ? Tumben Oppa, biasanya kau akan memberikan tantangan ataupun syarat padaku jika aku terlambat”

“Kau mau kuberi tantangan hah ?”

“Hemm kalau itu bisa menurunkan rasa kesalmu aku pasti akan melakukannya, asal jangan yang aneh-aneh”

Aku berpikir tantangan apa yang akan kuberikan pada Yuna. Aku melihat di sekeliling taman. Ahh aku dapat ide.

“Hemm kau lihat halte di depan itu kan, yang ada banyak orang berteduh disana”

Yuna langsung melihat arah tunjukanku. “Aigoo oppa, jangan yang aneh-aneh”

“Kau tadi bilang sendiri akan melakukannya”

Yuna mengangguk pasrah.

“Mudah saja, kau pergi ke halte disana, lalu kau berteriak saranghae Cho Kyuhyun setelah itu peragakan Dance tangan Eunhyuk Super Junior di MV Sorry Sorry, dan setelah aku memberi kode kau boleh kemari”

“Yaaakk pembunuhan karakter itu namanya Oppa, aku tidak mau” Yuna menggeleng kencang.

“Aku tidak mau tau, kau harus tepati kata-katamu”

“Aissh dance tangan Eunhyuk susah sekali Oppa, lagipula kau sudah memberikan tantangan itu padaku minggu lalu”

“Waktu itu dance tanganmu aneh sekali, kau ingat kan anak-anak TK pada menertawakanmu, makanya kau harus mengulanginya lagi sekarang”

“Oppa-ya….”

“Cepat sana jangan membuang waktuku lagi” Aku mendorong tubuh Yuna agar segera menunaikan perintahku.

Yuna berjalan ogah-ogahan menuju halte di seberang jalan taman ini. Aku hanya tersenyum lebar, aku ingat minggu lalu saat dia melakukan dance tangan Eunhyuk Super Junior di MV Sorry Sorry di depan anak-anak TK yang sedang bermain di taman ini. Dance tangan ala Yuna sangat amat aneh, anak-anak TK yang menontonnya tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan pengunjung taman yang lainnya.

“CHO KYUHYUN-AH !!!!!!!!”

Aku tersentak mendengar teriakan lengking dari seberang, suara Yuna bisa menyaingi deru hujan yang lumayan deras.

Teriakan dari Yuna sontak membuat orang-orang di halte melihatnya aneh. Aku sendiri hanya tersenyum, aku tau Yuna pasti sangat malu disana.

“YAAAA CHO KYUHYUN-AH SARANGHAE !!!!!!” lanjut Yuna sambil membentuk love dengan kedua tangan di atas kepalanya. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu dan langsung tertawa kencang saat melihat aksi Yuna yang sekarang sedang menunjukkan kebolehannya melakukan dance tangan Eunhyuk Suju pada orang-orang di halte. Aku langsung mengacungkan jempolku pada Yuna, memberikan kode agar Yuna segera menghentikan aksi memalukan itu.

Yuna langsung berlari kencang menghampiriku “Oppa-ya aku malu”

Aku melihat wajah Yuna yang sudah seperti kepiting rebus. Aksi tadi pasti membuatnya malu.

“Hahahaaha coba tadi aku merekamnya, pasti akan ku upload di youtube, tapi sayang hujan sih”

“Yaakk Oppa !!!” Yuna langsung meninju bahuku. Wajahnya masih merona merah.

“Yaa ayoo kita pergi” Aku langsung mengambil payung Yuna dan menggandeng tangannya.

“Makanya hilangkan kebiasaan ngaret-mu itu Yuna-ya”

“Yaa oppa aku tidak ngaret, aku memang ada pekerjaan”

“Iyaa pekerjaannya 10 menit, tapi mandi segala macamnya 2 jam”

Yuna hanya cengengesan sambil menggamit erat lenganku. Hujan belum mau berhenti.

“Tapi kau selalu menungguku Oppa, kau tidak bosan ?”

“Aku menunggumu karena aku ingin sekali memberikan tantangan padamu”

“Kalau aku terlambat lagi, kau mau memberikan tantangan apa lagi padaku ?”

“Aishh jangan terlambat lagi pokoknya, kalau kau terlambat lagi aku tidak akan menunggumu”

“Yaa…Oppa aku tidak bisa menjanjikan itu”

“Terserah kau”

“Oppa… jawab pernyataanku tadi di halte”

“Pernyataan apa ?”

“Yang tadi aku teriak-teriak itu loh”

“Coba kau ulangi lagi”

“Teriak lagi ??”

“Terserah”

“CHO…” Aku langsung membekap mulutnya begitu Yuna akan mengeluarkan suara 10 oktafnya.

“Aku disampingmu dan aku belum tuli”

“Kau tadi bilang terserah sih”

“Tapi teriakanmu tadi bisa membuat telingaku tuli tauk”

“Ne, ne arraseo, Cho Kyuhyun Saranghae” ucap Yuna pelan.

Aku diam.

“Oppa….”

“Apa ?”

“Jawablah”

“Jawab apa ?”

“Aisshhh”

“Ne, nado”

“Nado apanya ?”

“Nado, Saranghae Yuna-ya”

Yuna tersenyum lebar dan menyenderkan kepalanya di bahuku.

“Yeonwonhi” lanjutku pelan.

“Apa Oppa ? aku tidak dengar yang terakhir” Yuna menghentikan langkahnya.

“Tidak ada siaran ulang”

“Yaaa Oppa…. katakan lagi” Yuna menatapku lekat.

“Aiissh.. Saranghaeyo yeonwonhi” Ucapku singkat.

Chu~ Aku memberikan sebuah kecupan di bibir Yuna. Lalu berjalan meninggalkan Yuna yang tiba-tiba terdiam memegangi bibirnya.

“Yaaaaa Oppaaa…” Yuna langsung berlari dan menggamit erat lenganku.

hamkke han gieokdeureul jiugo amu ildo eopdeon geotcheoreom
moreunda mareul haedo gaseumi neoreul meonjeo arabojanha

neowa bonaen sigandeuri neomaneul gidarigo isseo
majimak sarang neo hanainde

Erasing memories we had together
As if nothing happened
I say I do not know you
But my heart recognizes you at first
All the time spent with you is waiting for you
My last love, it is only you.

************

Aku kembali tersenyum mengingat peristiwa hujan pada waktu itu. Semua ekspresi Yuna terekam jelas di pikiranku. Saat Yuna berteriak, saat Yuna menari, wajah Yuna yang malu, semuanya masih sangat jelas ku ingat. Aku kembali melihat jam tanganku. 7 jam Yuna-ya, kau kemana, tumben kau belum datang. Kau biasanya tidak pernah membuatku menunggu selama ini. Ahh kau pasti kena macet lagi kan, atau ada drama favoritmu sehingga kau menontonnya dulu. Aku kembali menghubungi Yuna, tidak aktif hanya suaramu yang mengisi mailbox. Annyeong, Choi Yuna sedang sibuk jadi tidak bisa mengangkat telefonmu, telefonlah beberapa jam lagi. Oke ?

Aissh Yuna-ya, kau kemana sih, cepat datang aku tidak sabar ingin memberimu hukuman karena sekarang kau membiarkanku menunggu selama 7 jam. Kali ini akan lebih membuatmu malu Yuna-ya.

“Hyung”

Aku menoleh ke arah suara yang sepertinya memanggil diriku. Cho Jino, dongsaengku.

“Jino-ya”

“Ayo pulang hyung ini sudah malam”

“Aku masih menunggu Yuna, kita sudah berjanji disini, sebentar lagi dia akan datang”

“Hyung, Yuna tidak datang, ayo pulanglah” bujuk Jino.

“Yuna pasti datang, walaupun dia terlambat dia pasti akan datang” jawabku pasti.

“Hyung !!”

“Wae ?? kau pulang sendiri saja”

“Kau harus sadar Hyung, Yuna tidak akan pernah datang”

“Diam kau !! dia pasti datang”

“Sadarlah Hyung, dia tidak akan pernah datang”

“Kau bohong Jino-ya”

“Aku selalu menemanimu kemari setiap hari, apa Yuna pernah datang hah ?”

“Dia pasti datang, Yuna pasti datang dan aku akan menunggunya” Jawabku pelan.

neoreul gidaryeo sesangi kkeutnal ttaekkaji
neol gidaryeo unmyeongi mageul geu sungankkaji
ijen naega neoege modu jul su inneunde
naegero dagaol su eomni sojunghan nae saram

I wait for you until the end of the world
I wait for you until the moment fate forbids
Now I can give you my everything
Can’t you come to me?
My dear love.

************

Aku duduk di salah satu bangku taman, tempat favoritku jika aku sedang menunggu Yuna. Selalu disini, di bawah pohon akasia yang rimbun, di samping kiri bangku yang kududuki ini ada sepasang ayunan yang sering digunakan anak-anak kecil bermain. Di ayunan itupula aku sering bercanda dengan Yuna, siapa yang bisa melakukan ayunan paling tinggi, dan selalu aku yang menang.

Di minggu pagi ini banyak sekali pengunjung Namsan Park, taman ini termasuk taman yang sering dikunjungi dari anak-anak hingga lansia. Dan di taman ini pula tempat aku mengungkapkan perasaanku pada Yuna 3 tahun yang lalu. Taman ini juga yang menjadi tempat kami janjian untuk bertemu sebelum kami berkencan. Dan kebetulan tempat ini dekat dengan kampus Yuna jadi aku sering menunggunya disini.

Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 9, tidak ada tanda-tanda Yuna datang. Ah lagipula janjinya kan jam 8, pasti sekarang Yuna baru bangun tidur. Kebiasaan ngaret dan terlambat Yuna memang sangat parah, dari dulu tidak pernah berubah. Jika berjanji dengan Yuna, maka bersiaplah untuk menunggunya kurang lebih 1-2 jam.

Hari ini adalah hari ulang tahunku, makanya aku meminta Yuna untuk menemaniku selama satu hari penuh. Dan dia menyetujuinya meskipun aku tau dia pasti akan terlambat lagi. Dan anehnya aku tidak pernah marah besar untuk kasus ngaretnya ini, aku hanya memberinya tantangan atau syarat setiap kali dia terlambat dan entah Yuna itu babo atau apa dia selalu mau melakukan setiap tantangan yang aku berikan. Yuna hanya bilang: “Itu bayaran karena aku selalu terlambat”.

Aisshh Yuna-ya, cepatlah datang aku ingin mengerjaimu lagi kali ini. Aku mengambil handphone-ku dan memencet speed dial 1. Nada tunggu dan tidak ada tanda-tanda Yuna mengangkatnya. Panggilan kedua.

“Ne Yeoboseyo” sahut suara diseberang.

“Yuna-ya kau dimana ?”

“Aku sedang di dalam bus”

“Aigooo cepatlah sedikit, aku bisa mati menunggumu disini”

“Iyaa Oppa sabarlah sedikit”

“Kau bawakan aku hadiah ?”

“Tidak”

Tut Tut Tut Tut. Yuna mematikan pembicaraan tiba-tiba.

“Aishh jinjja anak ini” ucapku kesal karena Yuna memutus teleponnya.

30 menit kemudian.

“Yuna-ya kau dimana hah ?” Aku langsung bersuara saat Yuna mengangkat teleponnya lagi.

“Sekarang aku sedang di supermarket Oppa, aku mau membeli minum dan beberapa cemilan”

“Yaa tidak usah, nanti kita membelinya bersama saja”

“Aigoo Oppa sudah terlanjur ini aku sudah memegang keranjang”

“Yaudaa jangan putuskan teleponnya lagi” Ucapku kemudian.

“Yaa Oppa aku kerepotan, membawa keranjang sambil menelepon”

“Terserah kau saja, ini hari ulang tahunku dan sekaligus hukuman buatmu karena kau terlambat, jangan matikan telepon ini”

“Ne, arraseo, tapi Oppa jangan marah jika aku cuekin”

“Itu juga tidak boleh”

“Aissh terserahlah” Jawab Yuna kemudian, terdengar helaan nafas darinya.

“Aku hanya ingin mendengar suaramu” ucapku memecah kebisuan, karena aku tau Yuna pasti sedang sibuk belanja.

“Kau kan sering mendengar suaraku Oppa”

“Mollayo, sekarang aku ingin mendengar suaramu, aku ingin merekam jelas suaramu di benakku”

“Oppa kau tidak kesambet setan kan ??”

“Aigoo cerewet, cepatlah kesini” ucapku mulai tidak sabar.

“Ne Oppa ini sudah di kasir, sebaiknya kau matikan teleponnya”

“Tidak mau, sampai aku melihatmu baru akan kumatikan”

“Terserah kau saja Oppa”

Aku mendengar suara berisik dari seberang dan suara seorang kasir wanita. Kemudian suara kerincingan pintu supermarket tanda seseorang menutup pintu, berarti Yuna sudah keluar.

“Aku sudah keluar Oppa, sebentar lagi sampai”

“Ne. Segera tampakkan wajahmu, baru aku akan matikan teleponnya, pulsa mahal sekarang”

Aku melihat Yuna di seberang jalan membawa satu plastik sedang yang aku yakini berisi cemilan-cemilan dan sebangsanya.

“Oppa kau sudah melihatku kan, nah matikan teleponnya” Ucap Yuna.

Aku melihat Yuna menyeberang jalan sambil melambaikan tangan padaku.

“Ne, aku matikan” Tepat setelah aku memencet tombol merah di handphone. Aku melihat sebuah sedan melaju kencang dan langsung menabrak Yuna yang sedang menyebrang. CKIITTTT!! BRAK!!

Aku menyaksikan secara jelas saat tubuh gadis yang sangat kucintai itu terhempas dan terpelanting kencang beberapa meter. Kepalanya membentur aspal. Aku merasakan seperti sebuah godam besar menghantam kepalaku. Handphone-ku terlepas dari genggaman tanganku sehingga menyadarkan aku dari kebisuan. Aku langsung berlari kencang ke jalan raya yang mulai macet. Rasanya seperti di sambar petir saat aku melihat tubuh Yuna sudah bersimbah darah di jalan. Belanjaannya berserakan di tengah jalan. Aku mendekati Yuna, dan langsung merengkuh tubuhnya.

“Yuna….” Air mata sudah tidak bisa kubendung lagi saat aku melihat mata Yuna tertutup sempurna, tak ada senyuman di bibirnya.

“ANTARKAN AKU KE RUMAH SAKIT SEKARANG!!!!” Aku berteriak histeris kepada orang-orang di sekitarku.

“Aku akan bertanggung jawab” Kata seseorang lelaki paruh baya, sambil membantuku mengangkat tubuh Yuna masuk kedalam mobil.

Aku ingin sekali menghajar lelaki itu dan bahkan aku ingin membunuhnya, namun akal sehatku masih memilih menyelamatkan nyawa gadis yang kini berada di pangkuanku. Darah masih merembes dari belakang kepalanya dan mengotori baju dan celanaku.

“Ya Yuna-ya, kau harus bangun…” Ucapku tergetar menatap wajah Yuna.

“Kau boleh terlambat lagi dan aku berjanji tidak akan menghukummu lagi, asal kau bangun Yuna”

“Kau ingat syarat yang ku ajukan 2 hari yang lalu saat kau terlambat lagi hah ? Aku bilang kau tidak boleh meninggalkan aku kan ? Kau dengar kan Yuna, kau harus tepati janjimu” Aku makin terisak hebat, air mataku mengalir deras membasahi wajah Yuna yang di penuhi bercak darah segar.

“Yuna-ya, bangun, buka matamu”

“Yuna….”

“Aku mohon buka matamu”

“Yuna… don’t leave me”

“Yuna, nanti kita main ayunan lagi dan aku janji aku akan mengalah padamu”

“Yuna….” Suaraku bergetar hebat, aku memegang pipi gadis yang kusayangi itu dan mencium keningnya.

“Yuna.. jebal, buka matamu dan tersenyumlah untukku”

“Kumohon Yuna” Suaraku makin parau, aku menjambak keras rambutku.

“ARGHHHHH!!!” Aku berteriak frustasi.

“Yuna…yaa kau harus sadar, aku mohooonnn” ucapku makin putus asa.

Sampai dirumah sakit Yuna langsung dibawah ke ruang UGD. Kondisinya sangat kritis. Itu kata perawat saat aku mencoba menerobos masuk namun langsung ditahan oleh beberapa perawat lelaki.

“Sebaiknya anda tunggu disini dan segera hubungi keluarganya” Kata salah satu perawat tersebut.

Aku menggelosor lemas di depan pintu UGD dan langsung menghubungi Oppa Yuna. Aku memegang tas jinjing berwarna biru langit milik Yuna dan ku dekap erat. “Yuna….” aku memanggil namanya parau berharap ada jawaban dari pemilik nama itu. Aku membuka tasnya yang di penuhi banyak noda darah, aku melihat sebuah bungkusan berwarna biru cerah. Aku membukanya dan menemukan sebuah sweater putih bergaris-garis hitam dan syal tebal berwarna putih. Ada surat dan sebuah foto di dalamnya. Aku melihatnya. Foto Yuna memakai sweater tersebut dan tersenyum memegang boneka teddy bear coklat besar hadiah dariku saat anniversary pertama untuk dirinya. “Oppa ini sweater couple sama dengan punyamu” begitu tulisan di balik foto itu. Air mataku kembali jatuh saat melihat foto itu. Apa aku bisa melihat senyum itu lagi ? Kemudian aku membuka suratnya.

Kyuhyun Oppa..Saengil Chukkae Hamnida
Aku hanya bisa memberikan sweater ini padamu, oiia ini sweater couple loh. Aku harap Oppa memakainya saat menungguku yang selalu datang terlambat ini. Maafkan aku karena kebiasaan burukku ini yang belum berubah.
Untuk Syalnya, sebenarnya sudah 2 bulan ini aku les merajut di tempat temanku, selain terlambat karena kebiasaan ngaretku, aku juga terlambat karena les merajut ini, aku ingin menghadiahkan padamu hasil buatan tanganku, dan jadilah syal ini. Aku juga harap kau selalu memakainya.
Saranghae Oppa,, saranghae yeongwonhi.

Tubuhku bergetar hebat membaca surat Yuna, tangisanku semakin kencang. Aku memegang sweater dan syal yang di berikan Yuna.

“Yuna, aku akan memakainya, pasti…” Aku mencium bertubi-tubi sweater dan syal pemberian Yuna, ada aroma parfum Yuna yang langsung ku hirup kasar. Apa aku bisa mencium aroma ini lagi ?

Keluarga Yuna datang, aku melihat Oppa Yuna, Choi Siwon berlari paling depan menuju ke arahku. Lalu di belakangya ada Choi Sulli yeodongsaeng Yuna tengah memapah Eomma Yuna yang menangis. Di belakangnya ada Appa dan Paman Yuna.

“Kyuhyun-ah, bagaimana keadaan Yuna ?” Tanya Siwon sambil mengguncang bahuku.

Aku hanya menggeleng pelan, aku melihat mata Siwon juga sembab. Aku tau Yuna adalah adik kesayangan Siwon, karena jarak umur mereka hanya setahun. Mereka sangat dekat. Berbeda dengan Sulli yang berjarak 6 tahun.

Tepat setelah itu lampu UGD berganti warna menjadi warna hijau, dan pintu UGD terbuka. Salah satu dokter keluar menemui kami.

“Dok, bagaimana keadaan Yuna, putri saya ?” Tanya Appa Yuna cemas.

“Saat dibawa kemari Yuna masih bisa bertahan, tapi luka dalam di kepalanya sangat serius dan terjadi pendarahan hebat di otaknya, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Yuna tidak dapat ditolong lagi…”

Ucapan dokter itu langsung membuatku nyaris kehilangan kesadaran, tubuhku limbung dan langsung di sanggah oleh Siwon. Eomma Yuna pingsan dan di papah Paman Yuna. Sulli sendiri sudah terduduk di lantai dan menangis.

“Yuna….kau melanggar janjimu” ucapku parau dan akhirnya pegangan Siwon pada bahuku lepas karena Siwon juga terduduk lemas di lantai. Aku langsung duduk bersimpuh memeluk sweater dan syal pemberian Yuna. “Kau melanggarnya Yuna, kau meninggalkan aku….” Setelah itu aku merasa kepalaku pusing dan berputar hebat, aku tidak menyadari apapun lagi, aku hanya sempat mendengar Siwon memanggil namaku.

“Kyuhyun-ah….”

hollo ijeul sudo bakkul sudo eomneun i sarang
neoui binjarie nameun honjatmal
naui gyeote itdeon neoui soneul japji motan geotcheoreom
dasin neoreul nochi anheul tenikkan

This love that can’t be forgotten alone and changed
The monologue was left by your empty side

As I didn’t take your hand when you were by my side
I will never let you go again.

************

“Hyung, ayo kita pulang” Jino menarik tanganku pelan.

Aku menghempaskan paksa tangan Jino. “Aku masih mau disini Jino-ya !”

“Hyung, ini sudah jam 11 malam, kau harus pulang , Eomma dan Appa pasti sudah khawatir”

“Yuna pasti datang, Jino-ya” Aku mengangguk pasti dan meremas-remas sweater pemberian Yuna yang ku kenakan.

“Hyung, sadarlah Yuna sudah meninggal 1 bulan yang lalu, dia tidak akan pernah datang”

“Dia pasti datang, aku percaya itu lagipula dia sudah berjanji padaku” ucapku lirih sambil melihat ke arah jalan raya.

“Hyung, kau lihat disana hah ? disana lah Yuna kecelakaan, kau melihatnya” Tunjuk Jino ke jalan raya.

“Aku mau menunggu Yuna, Jino-ya”

PLAK !

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kananku. Panas.

“Ya Hyung !! sadarlah Yuna sudah pergi dan tidak akan pernah kembali lagi, kau harus terus melanjutkan hidupmu”

Aku masih terdiam. Aku merasakan bulir-bulir hangat mulai mengalir di pipiku.

Yuna-ya, kau pasti datang kan?? Tanyaku dalam hati.

“Hyung, Yuna pasti akan sedih melihatmu begini. Kau tidak mau membuat Yuna sedih kan?”

Aku mengangguk pelan.

“Nah kalau begitu kita pulang sekarang yaa, besok kau harus di terapi lagi” Ajak Jino.

Aku mengangguk pelan. Jino memapahku yang masih terpaksa berdiri dan berjalan menuju mobil. Aku melihat kembali sepasang ayunan tempat aku dan Yuna biasa bermain, melihat bangku taman tempat biasa aku menunggunya. Aku rindu padanya, aku rindu pada Yuna. Aku rindu gadis itu, aku rindu semua tentang Yuna. Bogoshipo Yuna.

bogo sipeotdeon bogo sipeotdeon maeumi neomu keojyeoseo
neoreul hyanghan balgeoreum neuryeo jigo itjiman
cheoeum mannan geotcheoreom neoreul saranghal geoya
meomchwoitdeon naui gaseume huhoe eomneun sarangeul…

I missed you I missed you, my heart grows burdened too much
Steps to you are becoming slow
But I will love you like how I met you first time
I will give love to my stopped heart.

After story: Kyuhyun Monologue

END

Yaa gimana fanfic oneshot saya ini, gara-gara isi playlist winamp saya adalah lagu-lagu mellow maka muncullah imajinasi ff ini. Dan akhirnya saya berhasil membuat ff bergenre Angst *lompat-lompat* hhehehe. Okee setelah ini saia akan hiatus dari dunia per-ff-an untuk sementara waktu. Yaaa give comment Chingu🙂 *wink*

20 thoughts on “[fanfic][Oneshot] Waiting For You

  1. hiyyaaa
    tega bgt kamu yun bikin kyu gila
    #plakk

    sedih…
    baru kali ini aku baca ff dr sudut pandang karakter bias
    biasa nya kan kebanyakan yg bikin ff itu selalu dr sudut pandang karakter fan
    kecuali klo ff nya ga ada karakter utk fan nya
    (ga ngerti? abaikan)😄

    makasi yun udh kasi link ini
    :peyuk2:

    • huwaa (/‾▿‾)/
      gomawo uda mampir dimari *hug*
      pertamanya mau kasih link yg di FD tpi brhbung mesti log in dlu yaudaa ak ksih yg dimari aj.

      iyaa kyu nya gila , tapi Yuna nya mati (¬˛ ¬)

      eheemm, lbh enak sih pke sdut pndang bias, enak ngutak-ngatik prasaan bias, kpn lgi coba bias cnta mati dgn qt klo bkn di ff *ketawa puas*

  2. huwaaaa….
    sedihhhhhhhhhhhhh….
    ini nih knp yuna udahan ajaa..
    sini kyuu..
    sabarr yy kyu *cium kening

    seneng deh punya koleksi ff dgn bermacem2 genre..
    bagusssss lus..
    ini formatnya jg beda y sm sos sm shinhae…
    macem2 yy ff itu..
    wkkwkkw…

    kereennn…
    daebakkk..
    lanjutt lagii luss
    kyuu abs kecelakaan ttu…
    yy tar kalian dipertemukan di dunia yg berbeda
    jadilah settingnya crtanya di dunia lain -_-”
    hahahha..
    bagusss ituuu :p

    • hhahahaa ,,
      iyaa si Yuna lgi bosen ama Kyu, mkanya di tinggalin #plak
      cium kyu ??? *siap2 asah golok*

      iiaa genre ff itu bnyk bgd,,
      klo shinta ama febril emg bguss bgd di genre romance , aku ampe envy berat krn gabisa bkin romance eh sklinya bkin psti lngsung NC.

      jiaaaahahahaa ide-nya baguss buuu,
      tpi aku uda kapok bkin genre angst pake pairing KyuNa, sumpah ga tega, bkinnya aj ampe nangis2. Ga tega ninggalin Kyu, ga tega bkin Kyu gila, ga tega klo Kyu hrs jdi ama cew lain, pkoknya ga tega deeh #lebei

      ntr deh ak bwd ff angst gini tpi pke pairing lain,, klo prlu ntr bkin ampe nyesek-senyeseknya deh.

      • Kykna ada yg nyebut2 namaku *sok eksis

        Iyah luss.. keyen FF angstna.. ajarinnnn donkkkk…
        Beuhhhh kmu sih pikirannya yadong mulu..
        jd ya jatohnya NC wkwkwkw..

        Semangat terosssss…

  3. FF mu ini mengingatkanQ ma cerpen yg pnh aq tlis di kls 3 smp,,,,
    inti cerita yg sama,tp bedanya cerpenQ buat si tkoh cew na ditabrak didpn supermarket n pcrnya hny dgr dari tlpn,,ga smpe mati,hnya saja lumpuh,,
    tp kau brhasil buat pipiQ basah,,huks,,
    jd kangen wat cerpen lg,,:)

  4. Y ampun

    kau membuatku mewek tengah malem…

    Tu yang nabrak Yuna psti g belajar nyetir di tempat Ride Car Hae deh… ckckckckck…

    Untuk ukuran 3 jam selesai.. saya acungin 5 jempol *pinjem jempol tangan Hae*

  5. bajigur!!! hentikan tangisanku ini!!
    aiiishhh jinjja..
    mana lagunya iiishhh sumpah pembunuhan jiwa raga :((
    ya ampyuuuunnn😦

    walaupun udah bisa kuduga dari judulnya,tapi ne kebayang langsung pas bacanya jadi kek lebih gmn gt

    ya ampyun lus,jangan ketemuan ma kyuhyun ntr km mati..ckck,jgn tinggalkan aku dan intan :((

    • hehehehe
      horee saya berhasil bwd ff angst *jingkrak2*

      eh bril, aku aj yg bwd juga nangis2 ampe sesenggukan tauk.
      oke beckson 4 lagu itu pula.
      mkinlah bertumpuk tisu di kamarku.

      ckckckckc, husshhh jgn gtu ah,,
      aku masih disini untukmu.
      *moachhh*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s