[Dwilogi][Fanfic] My Angel is My Mine Last Part

Part terakhir rilis… sebelumnya author sembah sujud buat istri-istri Leeteuk. Gomen , duibuqi dan mianhae karena di part ini akan ada banyak adegan kekerasan dan darah dimana-mana. Tolong ampuni imajinasi author yang kelewatan. Author masih amatir karena baru belajar membuat genre beginian. Sekali lagi author njaluk ampun🙂

Aku membuka mataku perlahan, kepalaku masih sedikit pusing dan badanku masih terasa lelah. Aku mendapati diriku terduduk di sebuah kursi, aku mengitari pandanganku pada sebuah ruangan berukuran 6×6 dengan dinding bercat coklat. Ada sofa biru usang di pojok dan sebuah meja bundar di sampingnya dan beberapa tumpukan kardus di sudut lainnya. Aku hendak menggerakkan tanganku namun aku merasakan kaki dan tanganku tidak bisa di gerakkan. Aku diikat. Kedua tanganku di ikat di belakang kursi, begitu juga dengan kakiku.

Aku meronta-ronta melepaskan ikatan ini, namun ikatan ini jauh lebih kuat, semakin aku bergerak, pergelangan tanganku semakin nyeri. Sia-sia saja aku berteriak, yang terdengar hanya sebuah geraman karena mulutku di bekap oleh lakban besar.

Siapa yang melakukan ini padaku ?

Aku mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum aku pingsan.

Meili. Yaa Meili bersamaku. Apa Meili yang melakukan ini padaku ?

Suara derit pintu membuyarkan lamunanku sekaligus menjawab pertanyaanku.

Yaa Meili berdiri di depan pintu dengan senyumannya, namun kali ini senyumannya seperti sebuah seringai.

“Zhao An (selamat pagi) Gege”

Aku menatapnya tak percaya. Meili gadis lembut dan polos yang ku kenal baik beberapa jam yang lalu melakukan ini padaku. Aku menyesal tidak mengindahkan perkataan Heechul untuk berhati-hati pada orang yang belum di kenal waktu aku menceritakan pertemuanku dengan Meili.

“Kau kaget aku yang melakukan ini Gege ?”

Aku masih diam. Akal sehatku masih menyangkal gadis manis di depanku yang melakukan ini semua.

“Atau mau ku ingatkan lagi kenapa kau bisa berada disini Gege ?” Meili mendekatiku dan mengecup keningku, lalu mengelus dan mencium pipi kiriku, “You’re mine Gege” bisik Meili di telinga kiriku.

Aku bergidik mendengar suaranya dan helaan napasnya di leherku.

“Kau tau kenapa aku tidak membalas ciumanmu semalam padahal sebenarnya aku sangat ingin” Meili menatapku lekat.

Aku juga sebenarnya penasaran bagaimana aku tidak bisa sadarkan diri setelah menciumnya. Aku diam saja menunggu kelanjutan cerita Meili.

“Aku memoleskan obat bius di bibirku Gege, itulah sebabnya aku diam saja saat kau melumat bibirku” Meili menelusuri wajahku dengan telunjuknya, dari mata, hidung sampai bibirku yang tertutup plakban.

“Kau tau Gege, aku sudah lama menanti ini. Bertahun-tahun aku mengagumi dirimu dan sekaranglah aku bisa memilikimu”

“Kenapa kau melakukan ini padaku ?” Namun suaraku yang keluar hanya berupa geraman tidak jelas.

“Kau mau bicara apa Sayang ?” Meili mendekatkan wajahnya padaku. Helaan napasnya terasa di wajahku.

“Aku akan membuka plakbannya asalkan kau tidak berteriak, kalau kau melanggar aku tidak segan-segan menyakitimu Gege” Ucap Meili pelan namun tegas.

Aku hanya mengangguk.

“Ahhh”Aku lega saat Meili membuka plakban di mulutku.

“Kenapa kau melakukan ini padaku ?” Tanyaku lagi.

Meili berdiri, dan berjalan mengitariku, tangan kananya tetap memegang pipiku. Meili merangkul leherku dan membenamkan dagunya di bahuku, “Yinwei Wo Ai Ni (karena aku mencintaimu), Zhen Ai Ni (sangat mencintaimu)”

“Kalau kau mencintaiku kau tidak akan melakukan hal ini padaku”

“Aku ingin memilikimu seutuhnya, tahukah kau berapa banyak sainganku diluar sana yang mencintaimu juga hah ? Dan aku harus bersaing dengan mereka, aku mencintaimu Gege, apa aku salah ?”

“Kau tidak salah hanya caramu yang salah”

Meili duduk bersimpuh di hadapanku, tangannya mencengkeram erat kemejaku “Lalu aku harus pakai cara apalagi agar kau melihatku hah ? Semua penggemarmu kau anggap sama, kau mencintai mereka dan aku tidak mau disamakan dengan mereka, aku hanya ingin dirimu untuk diriku” Pelupuk mata Meili mulai basah, air matanya mengalir di pipinya, “Katakan Gege ?! aku harus pakai cara apa”

Aku hanya menatap Meili iba, “Wo Ai Ni Meili-ya”

“Bohong !!! Kau bohong Gege !!!!” Intonasi Meili meninggi.

BRETTTT !!!! Meili merobek paksa kemejaku.

Tangan Meili mulai menggerayangi dadaku, dia mengelus abs-ku “Kau bilang kau mencintaiku ? Kau bohong, kau bilang kau mempersembahkan lagu itu untuk diriku tapi di ending kau memberikan Kiss Bye untuk mereka. Kau pembohong !”

PLAK !!!

Tangan halus Meili mendarat di pipiku. Panas.

“Karena cinta merekalah aku bisa ada Meili” Ucapku pelan.

“Lalu aku ? Kau tidak menganggap aku hah ? Aku mencintaimu, sangat amat mencintaimu, bahkan aku rela mengorbankan apapun untuk dirimu”

Emosi Meili makin tidak terkontrol, tamparan demi tamparan mendarat di kedua pipiku.

“Kau psyco Meili, kau terobsesi denganku”

“Ya !!! aku terobsesi denganmu, kalau aku tidak bisa memilikimu maka yang lain tidak boleh memilikimu juga”

Meili berjalan ke meja bundar di sudut ruangan, mengambil tas berwarna coklat dan membawanya ke arahku. Meili merogoh sesuatu di dalam tasnya.

Aku terhenyak kaget saat dia mengeluarkan sebuah pisau lipat, “Kau mau apa Meili-ya ?” Tanyaku takut. Fans seperti ini tidak segan-segan melukai idolanya.

“Kenapa Gege, kau takut hah ?” Meili mendekat ke arahku dan duduk di pangkuanku.

Tangan Meili mulai memegang pipiku, “Kau tau Gege, wajahmu ini sangat tampan, membuat banyak wanita terpesona, dan aku membenci itu Gege”

“Bagaimana kalau ku beri sedikit seni artistik di pipimu yang halus Gege ?” Meili mengayun-ayun pisau lipatnya di depan wajahku persis.

“Kau gila ?! Kau gila Meili-ya, Lepaskan aku !!” Aku mulai berontak dari kursiku.

“Yaa lebih baik kau diam !!!!”

“Arghh!!!!” Meili menjambak rambutku keras.

“Kau mau berteriak ? berteriaklah Gege, tidak akan ada yang mendengarmu”

Meili mulai menggores pipi kananku dengan pisau.

“AHHHHHH !!!!!” Aku berteriak keras saat pisau itu menyayat kulitku. Aku merasakan aliran darah mulai mengalir. Bau anyir segera tercium dari indra penciumanku.

Meili membuat garis memanjang sampai ke daguku. Kemeja abu-abuku mulai kotor dengan darahku.

“Sakit Meili-ya. Hentikan , aku mohon Meili-ya” Air mata mulai menggenangi pelupuk mataku.

“Kenapa Gege ? Sakit ya?” Meili memandang iba.

Meili menjilati ujung pisau dengan lidahnya. Aku bergidik menatapnya.

“Wajahmu sudah tidak indah lagi Gege, pipi mulusmu yang selalu kau banggakan sudah rusak, hahahahha”

“Ah ya lesung pipimu ini gege, kau sangat bangga dengan lesung ini, kau selalu berpose menunjukkan lesung saat kau di foto, bagaimana kalau kebanggaanmu ini kurusakkan Gege?” Meili mengelus lesung di pipi kiriku dan mengecupnya.

Aku menatap Meili dengan pandangan tajam, “Cukup Meili-ya ! Sampai kapan kau melakukan ini padaku ?”

“Sampai julukan Angel Without wings-mu berubah menjadi Angel Wings” Jawab Meili dengan seringai.

Aku bergidik ngeri mendengar jawabannya.

Meili mulai menggoreskan pisaunya di pipi kiriku, tepatnya di lesung pipiku. Goresan itu terus sampai ke pinggir bibirku. Aku mengigit bibirku kuat menahan sayatan pada pipiku.

Meili tersenyum puas menatap wajahku lalu dia mencium bibirku, dan melumatnya pelan. Aku tidak membalasnya karena sayatan luka di wajahku tapi aku bisa merasakan anyir darah di bibirku dan masuk ke rongga mulutku.

Meili masih terus melumat bibirku. Aku merasakan dadaku perih seperti di gores oleh benda tajam, aku melirik saat tangan kanan Meili membuat garis lurus dengan pisaunya di dadaku. Aku ingin berteriak, rasanya perih luar biasa saat pisau itu melukai kulitku. Namun ciuman Meili yang kuat bahkan sangat liar sanggup membekap mulutku.

Meili melepasan ciumannya dan mengambil napas.

“Aku mohon hentikan semua ini. Kau mau apa hah ?” Tanyaku lirih.

“Wo You Ni (aku mau kamu)” Jawab Meili sambil memainkan pisaunya di sekitar leherku.

“Aku masih ingin bermain-main denganmu Gege , apa kau bosan dengan intro dariku ini ?” Tangan kiri Meili menjambak pelan rambut coklatku.

“Aku mohon…hentikan” Pintaku lirih. Aku mulai lemas. Darah masih terus mengalir dari luka gores sepanjang 30 cm yang di buat Meili di dadaku.

“Aku boleh meinta sesuatu darimu Gege ?”

“Wae ?” Tanyaku lirih.

“Hemm… aku ingin membuat sebuah tanda di dadamu agar kau bisa mengingatku”

Aku melotot mendengar permintaan gilanya, “Apa yang mau kau lakukan lagi padaku? Lebih baik kau bunuh saja aku”.

Meili menggeleng kuat, “Mei you , kalau kau mati akupun akan mati juga Gege”.

Aku sudah tidak tau harus mengatakan apalagi pada Meili. Akal sehat gadis ini sudah hilang. Aku pasrah apalagi yang akan dilakukan Meili pada tubuhku.

Pisau Meili mulai menyentuh bagian dada kananku yang belum tergores, Meili mulai membuat sebuah tanda disana.

“ARRGGHH!!!!!!!!” Aku melolong perih saat pisau itu menekan kulitku, aku melihat darah mengalir dari luka yang dibuat oleh Meili.

“Ah sabar Gege, aku hanya ingin membuat sebuah tanda agar kau selalu ingat denganku” Meili masih melanjutkan sebuah tulisan yang dari bentuknya adalah tulisan Hanzi.

Aku masih menangis menahan sakit dari dadaku, Meili tidak berhenti di satu karakter saja ternyata. Pisaunya mulai mengukir sebuah karakter hanzi berikutnya di sebelahnya.

Aku menggigit bibirku kencang menahan rasa perih luar biasa saat karakter kedua selesei diukir Meili didadaku.

“Yap selesei Gege” Meili tersenyum puas melihat dadaku yang sudah berlumuran darah. Dua karakter hanzi tercetak jelas di dadaku. 美丽.

“Dengan begini kau tidak mungkin melupakan aku Gege” Meili tersenyum mengerikan sambil menatapku tajam. “Kau akan selalu ingat bahwa akulah gadis cantik yang pernah membuat 1 harimu sangat special”

Aku hanya menatapnya, mulutku tidak sanggup bersuara lagi.

“Ah kau pasti haus kan Gege? kau pasti capek berteriak-teriak terus” Meili berdiri dan berjalan menuju tasnya yang tergeletak di lantai dan mengambil sebotol air mineral.

Sebenarnya aku enggan minum tapi Meili menekan kedua pipiku agar aku segera minum. Aku hanya meringis perih saat luka di pipiku ditekan Meili, kuku-kuku Meili yang terawat panjang semakin membuat darah terus mengalir dari pipiku. Aku terpaksa menenggaknya.

Meili berjalan kembali dan duduk di sofa yang berada di sudut ruang. Matanya masih menatapku, tatapannya berubah lembut, persis seperti tatapan saat aku bertemu dengannya pertama kali.

“Kau tau Gege, sebenarnya kemarin bukanlah pertemuan pertama kita” Kata-kata Meili membuat kepalaku yang terkulai lemas kembali tegak.

Aku hanya menatapnya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Seluruh tubuhku seperti mati rasa.

“Kita bertemu pertama kali 5 tahun yang lalu dengan cara yang sama seperti kemarin saat kau menabrakku. Kau ingat Gege ?”

Aku hanya menggeleng. Keadaanku yang seperti ini membuatku tidak bisa berpikir lebih berat lagi.

“Hahahhaha kau jelas pasti lupa, tidak mungkin kau mengingatnya” Meili tersenyum sinis.

“Kau tidak mungkin mengenal gadis jelek itu” Suara Meili tiba-tiba terdengar lirih hingga aku nyaris tidak bisa mendengarnya.

“MANA MUNGKIN ORANG SEPERTIMU MENGINGAT GADIS JELEK ITU !!!” Tiba-tiba suara Meili meninggi dan matanya nyalang menatapku.

“Dan demi dirimu aku rela merubah diriku sendiri, aku merubah semuanya yang ada di diriku, aku harus menahan sakit selama berbulan-bulan agar saat aku bertemu denganmu kau akan melihatku Gege” suara Meili kembali pelan dan terdengar sedih.

Aku tersentak mendengar pernyataan Meili. Dia operasi plastik demi diriku. Apa yang telah kuperbuat pada dirinya sehingga dia melakukan itu semua. Aku mencoba mengingat kembali , tapi otakku buntu, yang kuingat hanyalah show, show dan show. Jadwal Super Junior yang padat membuatku lupa siapa saja orang yang pernah bertemu denganku apalagi mengingat satu persatu wajah ELF yang pernah ku temui dalam fanmeet.

Meili mengambil sebuah buku dari tasnya yang tergeletak di lantai di hadapanku, “Kau lihat ini baik-baik Gege” Meili menunjukkan sebuah foto yang di tempel di bagian tengah buku harian bersampul biru. “Inilah aku 5 tahun yang lalu”

Aku terhenyak melihat foto itu. Foto seorang gadis yang sedang tersenyum lebar dan berpose ‘peace’ di kedua tangannya. Dia menggunakan kaca mata, rambutnya panjang sebahu, badannya memang tergolong subur, dan wajahnya di foto itu benar-benar berbeda dengan sosok yang ada di hadapanku sekarang ini.

“Kenapa Gege, kau kaget melihat diriku yang dulu ? kau pasti tidak menyangkanya kan ?”

Aku hanya menggeleng pelan.

“Kaulah yang membuatku melakukan ini semua, kaulah kekuatanku saat aku harus terbaring lemah di meja operasi, kaulah yang membuatku bisa bertahan, hanya dengan mengingatmu aku bisa tersenyum Gege”

“Zhen baoqian (aku merasa bersalah)” Ucapku lirih. Aku merasakan tubuhku semakin melemah.

“Maafkan aku karena membuatmu menderita mencintai diriku…” Lanjutku semakin pelan. Pandanganku mulai buram.

“Maafkan aku karena tidak bisa mengingatmu…”

“Maafkan aku jika aku membuatmu sakit hati karena sikapku…”

“Maafkan aku…..”

Meili mendekatiku dan bersimpuh di hadapanku.

“Kau tidak salah Gege, akulah yang terlalu mencintaimu. Jangan meminta maaf padaku. Kau tetap malaikatku Gege”

Aku tersenyum memandang Meili.

“Kau tau Meili-ya…”

“Aku jatuh cinta padamu saat bertemu denganmu kemarin itulah alasan aku mencarimu”

Meili mendongak menatapku, ada pancaran bahagia di matanya. Meili tersenyum, senyumannya yang membuatku jatuh cinta.

“Wo Ai Ni” Ucapku pelan dan nyaris berdesis.

Meili duduk di pangkuanku dan memelukku. “Qing shuo yi bian Gege (tolong katakan sekali lagi)”

“Wo Ai Ni” Kepalaku terkulai lemas dan terjatuh di bahu Meili.

Author POV

“Gege…dui bu qi” Meili terisak pelan.

“Gege…” Meili mengangkat wajah Li Te lalu mengecup bibir Li Te pelan.

Meili berdiri dan mengambil pisau di bawah kakinya, “Dui bu qi…”

“Xie xie karena telah mencintaiku dan Dui bu qi karena telah menyakitimu”

Meili menyentuhkan pisau ke pergelangan tangan kirinya dan memejamkan mata saat menggoreskan pisau ke pergelangan tangannya. Meili terus menyayat kulitnya tangannya. Darah menetes deras dari pergelangan tangan Meili.

Meili melantunkan baris terakhir lagu Kiss Goodbye dan bersimpuh di kaki Li Te Wo cai ming bai ai zui zhen shi de zi wei (I finally understand the truest taste of love)

Flashback

February 2006

At GTV Building

Seorang gadis berbadan subur dan berkacamata berjalan terburu-buru dengan membawa sebuah kardus sedang, “Hadiah-hadiah ini akan ku serahkan langsung pada Li Te gege” ucap gadis itu bahagia.

“Akhirnya aku bisa bertemu dengannya secara langsung” Gadis itu masih terus berjalan tanpa melihat jalan di depannya.

BRUKKK!!!!!

“Ahh dui bu qi” Ucap gadis itu tanpa menoleh dan langsung membereskan isi kardusnya yang berhamburan di lantai.

Lelaki itu ingin membantu gadis itu berdiri. Tapi panggilan dari managernya mengurungkan niatnya.

“Leeteuk-ah !! Kajja kita sudah terlambat. Fanmeeting segera dimulai” Seorang pria paruh baya mendekati Leeteuk.

Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya begitu mendengar nama seorang yang sangat dia kagumi ada didepannya.

“Ah Xiaojie, duibuqi aku telah menabrakmu, aku sedang terburu-buru” Ucap Leeteuk pada gadis di depannya yang masih menatapanya.

“Eh Meiguanxi Gege” Jawab gadis itu langsung berdiri.

“Kau tidak apa-apa kan ? Aku sungguh meminta maaf” Leeteuk membungkukkan badannya sekali lagi.

“Shi-a wo hao” jawab gadis itu pelan.

“Baiklah kalau begitu aku permisi dulu” Leeteuk berlalu di iringi manager-nya.

Gadis itu hanya berdiri mematung memandangi punggung pria yang paling di kaguminya semakin menjauh, “Suatu hari kau pasti akan melihatku dan aku pasti bisa memilikimu, My Angel”

Flashback End

*********

Cre photo as tagged

11 thoughts on “[Dwilogi][Fanfic] My Angel is My Mine Last Part

  1. yaaaaa,,,yunaaa ya,,,
    ahaha,,akhirnya aq bc fanfic mu,,,pdhl sblmnya q gtw ni blog pnya siapa,,pas aq buka “about me”,,
    ternyata,,,,
    lucy yunaka,,hwuaaaaaa,,,*gubrak!

    nice ff chingu,,^^

    • wew .
      segitu alamatnya yunakaworld .
      soalnya setauku yg punya nama yunaka yaa cmn ayee *narsis*

      bwd ff ini jg pikir2 siapa yg jadi main cast loh .
      klo ambil eunhyuk ato onew psti ntr di hajar ama kmuu .

  2. #pingsan!!!

    #sadarlagi tyus bawa golog menuju kamar 28
    yaowoh yaowoooohh!!!
    kao menyiksa teuk2ku,jinjja kao mengingatkanku pada ff tragisnya itu,huuuaaaaaahhhh #nangiskejer #elus2teukie

    mei li psyco berat, kyaaahhhh jadi takut pake nama mei li ==” kao harus tanggung jawab yuna-ya….

    ntu hebat yak obat bius jadi lip gloss
    gmn coba klo dia gigit2 bibirnya sendiri pingsan sendiri dun *senjata makan tuan* wkwkwkwkwk

    sadis sumpah yun yun
    woii hyun,bojomu ki mbok makanin apa c sadis akut gni yaowooohh..daebakk!!

    eh iyaw koreksi, you ntu ada
    klo menginginkan ntu xiang atau yao
    wo xiang ni,wo yao ni😀

    buat lah haneun yang romance #gakmaukalah
    wkwkwkkwkw

  3. Meili!!!! *panggil agen Younho-Changmin *kirim bom buku k rumah Meili

    Tegaa… tega ih… tega…

    OPPA!!!!! *call 911

    Gile y lus… ganti genre beginian…
    Keren sih keren.. tapi.. tapi.. knp harus My Angel!!!
    Huwaaaaaaaa *nangis dipelukan Kyu

    Menegangkan Lus… mantab… idihhhh tp ttp g tega liat Oppa q disakiti.. Oh No!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s