[Dwilogi][Fanfic] My Angel is My Mine Part 1

Kyaaa author sujud syukur nyelesein dwilogi ff ini di pertengahan malam. Kali ini author membawa ff dengan genre berbeda lagi. Sebelumnya author udah mempertimbangkan masak-masak idola mana yang mau dijadikan cast dalam ff ini dan akhirnya author memilih Uri Leader yaitu Leeteuk Super Junior sebagai main cast. Dan untuk cast ceweknya adalah kamu. So, let’s imagination with your angel🙂

Cast:   Li Te aka Park Jungsoo aka Leeteuk

Mei Li = You

March 2011

 “Eunhyuk-ah, cepatlah rehearsalnya akan segera dimulai” Aku menghentakkan kakiku kesal di depan pintu toilet.

“Hyung kau duluan saja, sepertinya perutku sedang tidak bersahabat” Jawab Eunhyuk dari dalam toilet.

“Aiisssh kenapa tidak bilang dari tadi, yaudah aku duluan Eunhyuk-ah”

“Ne Hyung”

Aku keluar dari toilet dan berjalan menyusuri koridor Taipei Arena tempat sushow yang akan di gelar nanti malam.

“Loh kok lorongnya beda sama yang tadi sih ?” Aku berhenti memandang koridor di depanku.

Seingatku waktu aku mengantar Eunhyuk aku melewati koridor dengan banyak kardus-kardus, kenapa koridor yang ini kosong yaa ? Tanyaku dalam hati.

Aku terus melangkah dan mengedarkan mataku, Apa aku tersasar yaa ? Tapi aku yakin deh tadi turun 1 lantai waktu ke toilet.

Aku meraba-raba saku celanaku mengambil I-Phone-ku untuk menelepon Manager Hyung.

“Ah handphone-ku kan tadi dipinjam Sungmin” Aku menepuk jidatku menyadari kelupaanku.

Aku terus menyusuri koridor ini kemudian berbelok dan menemukan koridor lainnya dengan keadaan yang sama yaitu kosong.

“Sepertinya aku memang tersasar”

Kemudian aku memutuskan mencari tangga darurat ataupun lift, tapi anehnya semakin aku berjalan semakin aku merasa tersasar jauh.

BRUUK!!!!!

Aku tidak melihat seorang gadis yang tiba-tiba berbelok dari koridor yang berlawanan dan menabrak gadis itu sehingga kardus yang dia pegang jatuh.

“Ah duibuqi (maaf)” ucap seorang gadis sambil membereskan file-file yang terhambur dari kardusnya.

“Wo ye (aku juga) , aku yang menabrakmu” Aku membantu membereskan isi kardusnya yang berantakan di lantai. Aku sempat melihat id-card yang tergantung di lehernya. Ada sebuah huruf tercetak tebal di bawah tulisan Super Show 3 Taiwan yang tertulis dalam bahasa Mandarin. Tapi aku bisa membacanya, 美丽, Mei Li. Hemm beautiful name.

“Kau staff ??” Tanyaku pada gadis tersebut.

Gadis itu mendongak, lalu mengangguk pelan.

Aku seperti tersihir saat menatap mata indah gadis itu, matanya bening. Menciptakan aura nyaman saat memandangnya.

“Xiansheng (tuan) kau tidak apa-apa ?” Gadis itu melambai-lambaikan tangan di depan wajahku.

“Shi .. shi (ya) meiguanxi (tidak apa-apa)” Jawabku terbata-bata.

“Xiansheng, kau masih memegang buku-ku ?” Ucap gadis itu menunjuk ke tanganku yang masih menggenggam buku bersampul biru, ada hanzi namanya di cover depan.

“Ah dui bu qi” Aku mengembalikan buku tersebut padanya.

“Ada yang bisa aku bantu ?” Tanya gadis itu kembali. Suaranya membuatku berdesir. Suaranya lembut.

“Shi a Xiaojie (nona), aku lupa dimana tempat Rehearsal Super Show ?”

“Ni (kamu) Li Te Super Junior shi bu shi (benar tidak) ?”

Aku mengangguk pelan saat dia menyebut nama mandarinku. Dia bisa mengenaliku dengan topi hitam, kacamata besar dan masker yang biasa kugunakan dalam penyamaranku.

“Hahahaha” Gadis itu tertawa sehingga lesung menyembul dari kedua pipinya dan memperlihatkan eye smile-nya, “Kenapa kau bisa tersesat Li Te Xiansheng ?”

“Tadi aku mengantar wo de didi (adik-ku) ke toilet, lalu saat aku kembali aku lupa dimana tempat rehearsal-nya”

“Hemmm.. baiklah aku akan mengantarmu, Zhao ba ! (ayo)” Gadis itu berjalan mendahuluiku.

Selama menyusuri lorong, aku tidak tahan untuk terus diam dan tidak bertanya pada gadis itu.

“Xiaojie, Qing bu man yidian (Tolong pelan sedikit)” Pintaku pada gadis itu agar memperlambat langkahnya.

“Ah dui bu qi, aku takut kau terburu-buru” Jawab gadis itu lalu memperlambat dan menjejeri langkahku.

“Oh meiguanxi (tidak apa-apa), lagipula kita sudah berlatih dari sushow2 sebelumnya”

“Ah Shi a” Gadis itu tersenyum dan menunjukkan eye smile-nya.

“Ni shenme mingzi (siapa namamu) ?”

Sebenarnya tanpa bertanya aku pun sudah tau namanya dari ID card-nya.

“Wo jiao Mei Li (namaku Mei Li)”

“Hao mingzi (nama yang bagus), hen piaoliang (sangat cantik)”

“Xiexie (terima kasih) xiansheng”

“Tidak perlu memanggilku Xiansheng, panggil nama ku saja saja”

“Dui bu qi a kau lebih tua dariku , aku panggil gege (kakak laki-laki) saja”

“Oh shi a”

Aku banyak berbincang dengan Meili, aku bahkan lupa jika aku harus rehearsal. Bahkan selama kami jalan aku tidak memperhatikan sekelilingku.

“Meili-ya dari tadi aku merasa kita berputar-putar disini saja” akhirnya aku bertanya padanya karena aku merasa lorong yang kita lalui selalu sama.

“Kau tersesat begitu jauh Gege, gedung ini memang sangat luas dan banyak koridor yang sama”

Aku hanya mengangguk mendengarkan penjelasannya. Baru kali ini aku merasa nyaman berbincang dengan seseorang yang baru ku kenal. Dari lubuk hatiku aku malah berdoa agar aku tidak segera sampai.

“Hahahaha ohh ternyata kau seorang ELF juga” Aku tertawa asyik saat mengobrol dengan Meili.

“Shi a”

“Member favoritmu siapa ?” Aku berharap jika Meili menyebut namaku sebagai member favoritnya.

“Hemm… shi shei a (Siapa ya) ???” Meili memanyunkan bibirnya dan memasang tampang berpikir.

“Ni~” Jawab Meili pelan.

Mwo ?!

“Ahh ni ?” Aku menunjuk dadaku.

“Shi a” Wajah Meili tiba-tiba bersemu merah.

“Xie xie ku pikir kau mengagumi Siwon dan member Super Junior M, mereka kan terkenal disini”

“Siwon gege memang tampan tapi aku mengagumi dirimu, suaramu bagus dan kau benar-benar seorang leader yang hebat”

Aku semakin tersanjung atas pujian dari Meili. Semakin lama aku semakin ingin mengenal sosok Meili. Gadis manis yang tiba-tiba memikat perhatianku.

“Ah Gege, lagu solo apa yang akan kau nyanyikan nanti ?” Tanya Meili padaku.

“Kiss Goodbye milik Wang Lee Hom”

“Ah aku suka lagu itu, nyanyikanlah yang bagus”

“Apakah selama ini aku bernyanyi tidak bagus ?”

“Bu shi bu shi (bukan bukan), bukan begitu maksudku. Aku suka dengan lagu itu dan kebetulan sekali kau yang menyanyikannya. Wo hen gaoxing (aku sangat senang)”

“Kau tonton saja nanti, kau akan semakin terpikat denganku”

“Hahahahaha shi a dan bukan hanya aku saja yang terpikat tapi semua orang yang menontonmu pasti akan terpikat”

“Baiklah lagu yang akan kunyanyikan nanti spesial untukmu, jadi kau harus menontonnya”

“Ah xie xie, shi shi aku pasti menontonnya”

“Oh ya, sudah mau sampai. Kau terus saja ke ujung lorong dan belok kanan nanti gege akan melihat beberapa staff disana” Meili menghentikan langkahnya.

“Kau tidak kesana ?” Tanyaku heran.

“Tugasku bukan di bagian sana”

“Lalu ?”

Meili tersenyum, “Sudah sana Gege pasti sudah di tunggu yang lainnya”

“Jia You (semangat) Gege !!” Meili mengangkat kedua tangannya memberi semangat untukku.

“Ah Xie xie Meili-ya”

“Eeteuk-ah !!! Kau darimana saja” aku berbalik ke sumber suara yang memanggilku. Manager Hyung menghampiriku.

“Aku tersasar sehabis dari toilet, untung saja ada seorang staff yang menolongku” Aku menoleh ke arah Meili namun dia sudah pergi. Ah dia pasti terburu-buru karena aku sudah menghabiskan waktunya untuk mengantarku.

“Kajja !! kau sudah ditunggu yang lainnya” Manager Hyung merangkul lenganku.

************

“Hyung Jia You !!!” Dongsaeng-dongsaeng-ku memberi semangat untukku di backstage. Ini penampilan pertama solo-ku di Super Show menggunakan piano.

“Xie xie” Aku mengangguk dan tersenyum. Aku sudah berlatih lagu ini dengan baik dan aku tidak mau terjadi kesalahan sedikitpun dalam permainanku nantinya. Dan juga aku telah berjanji bahwa penampilanku nanti aku persembahkan untuk Meili.

Aku di beri kode oleh staff untuk segera ke stage karena lampu sudah di redupkan. Aku mengambil posisi duduk di depan piano hitam.

Aku mulai menekan tuts-tuts piano, saat lampu di nyalakan teriakan ELF membahana dan memanggil-manggil namaku. Aku mulai menyanyikan baris pertama lagu Kiss Goodbye.

Baby bu yao zai ku qi zhe yi mu duo me shou xi (Baby, don’t cry anymore, this scene is so familiar)

…….

3 menit lebih aku bernyanyi di atas panggung dan aku merasa penampilanku ini sangat sempurna. Tepukan dan teriakan ELF semakin kencang saat aku memberikan Kiss Bye diakhir penampilanku.

Setelah konser, aku menanyakan ke beberapa staff tentang Meili. Dan dari mereka tidak mengenal staff Taiwan bernama Meili.

“Itu paling seorang ELF yang mengaku menjadi staff” Jawab seorang staff yang lain.

“Ah begitu yaa xie xie” Aku mengucapkan terima kasih kepada beberapa staff yang sudah aku tanyakan.

Aku benar-benar penasaran dengan Meili. Benarkah dia bukan seorang staff. Pantas saat aku bertanya tadi dia ditugaskan di bagian mana dia tidak menjawabnya.

“Ya Hyung, kau mau kemana lagi ?” Tanya Donghae saat aku beranjak lagi dari sofa tempat aku duduk.

“Ah aku mau ke toilet”

“Perlu ku temani Hyung ? Nanti kau tersasar lagi” Tanya Donghae.

“Tidak perlu Donghae-ya, aku ingat sekarang”

Sebenarnya toilet terdekat ada di samping waiting room, tapi aku menyusuri lorong-lorong yang ku lalui tadi siang. Aku berharap Meili memang staff yang bekerja di bagian pergudangan, mungkin. Atau setidaknya aku bisa bertemu dengannya sekali lagi sebelum aku balik ke korea besok pagi.

Aku terus berjalan, belok dari satu lorong ke lorong yang lainnya. Aku mengingat-ingat tempat kami bertemu pertama kali. Namun usahaku ternyata sia-sia. Aku benar-benar buta arah. Apalagi dengan kondisi lorong yang sama seperti ini. Yaa aku tersasar lagi.

Aku ingin menelepon Manager tapi aku mengurungkan niatku saat aku mendengar suara seorang memanggilku.

“Gege !!”

Aku berbalik, yaa dia orang yang aku cari. Meili berdiri bersender di dinding tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.

Hatiku kembali berdesir saat melihat dirinya kembali. Aku berjalan mendekatinya.

“Gege mencariku ?” Tanya Meili saat aku sudah di sampingnya.

“Ah hemm Shi” Aku malu menjawabnya.

“Seorang leader Super Junior mencari seorang gadis sepertiku ?”

“Wo xiang yao jian ni (aku ingin bertemu denganmu)” Jawabku kembali.

Wajah Meili bersemu merah.

“Xie xie gege. Wo ye gaoxing jian ni (aku juga senang bertemu denganmu)” Ucap Meili.

Kami berdua duduk lesehan di koridor dan kembali bercerita. Aku tidak tau kenapa aku bisa begitu nyaman dengan gadis ini. Buktinya aku larut mengobrol dengan Meili dan melupakan niatku untuk menelepon manager.

“Yaa kau tadi lihat penampilanku ?”

Meili mengangguk dan mengacungkan dua jempolnya, “Zhen hao (sangat bagus) gege. Wo xihuan (aku suka)”

“Hemm Meili-ya, aku akan kembali ke korea besok pagi”

Aku menangkap gurat kecewa pada wajah Meili saat aku mengatakan hal tersebut.

“Dan kita tidak akan bertemu lagi, Gege” Ucap Meili pelan.

Aku mengusap rambutnya, “Kita pasti bertemu lagi, Super Show kan sering diadakan disini lagipula member lainnya berada di Taiwan kau bisa menyampaikan salam pada mereka”

Aku melihat Meili tersenyum menanggapi candaanku.

“Wo meiyou xiwang jian ni zai Gege (tidak ada kesempatan untuk bertemu denganmu lagi)” Meili menekuk wajahnya.

“Yaa kenapa kau bersedih begitu, kan tadi sudah ku bilang temui saja member Suju M, dan kita pasti bertemu lagi kok”

“Gege-ya”

Aku melihat mata bening Meili mulai tergenang air mata, aku menariknya pelan ke dalam pelukanku.

“Kita pasti bertemu lagi” Ucapku menenangkan Meili.

“Zhen me ?” Meili mendongakkan kepala.

“He’em” Aku mengangguk.

Aku berdesir kembali melihat wajah Meili dari jarak sedekat ini. Mata beningnya, wajahnya yang polos dan bibir mungilnya seakan menghipnotisku. Entah setan apa yang merasukiku, aku mendekatkan wajahku padanya, dan mengecup bibirnya pelan. Meili tidak bereaksi, dia hanya menatap wajahku dengan pandangan sendunya. Aku mencium bibirnya lagi, kali ini tidak hanya kecupan aku mulai melumat bibir mungilnya. Tidak ada balasan. Meili tidak membalas ciumanku.

Aku langsung tersadar, dan melepaskan ciumanku, “Ah dui bu qi. Aku tidak bermaksud apa-apa, jangan salah paham Meili-ya” aku merasa jika sikapku tadi tidak pantas ku lakukan.

Meili hanya menatapku dengan pandangan yang sulit di artikan. Dia terus menatapku seakan bisa menembus kedalam mataku.

Aku mengalihkan pandanganku, aku tidak bisa membalas tatapannya. Di detik berikutnya aku merasakan pandanganku mulai bergoyang, dan kepalaku menjadi pusing.

“Meili-ya kepalaku…” Aku menoleh pada Meili yang masih menatapku. Dia tersenyum dan mengusap bibirnya dengan tisu. Setelah itu pandanganku menjadi kabur dan aku tidak ingat apa-apa lagi.

To Be Continue


Author bonusin penampilan Leeteuk menyanyikan Kiss Goodbye dengan piano (yang bikin author melting) di SuShow 3 Taiwan.

cre photo (as tagged) ; cre video (as uploader)

6 thoughts on “[Dwilogi][Fanfic] My Angel is My Mine Part 1

  1. (_ _”) han mei li kan nama mandarinku.. #bibirmanyun
    koq jahat gt c si mei li
    mana teukie langsung jatuh cinta gt,aiiishhh jinjja

    wooii mei li, berani macam2 kao sama angleku huuhh!!! *berasa maki2 diri sendiri wkwkkwkwkw*

    part 2 udah ada kah?? penasaran aku
    mu diculik ntu palingan c teuk2, hadooww

    ehh ini dalam rangka belajar buwad naskah role play yak
    gaya beuud nui dari korea loncat mandarin,wkwkwkkwkw
    jia you!! wo xi huan zhe ge

    eh iya, ntu yg nanya nama2 ntu bukannya
    ni jiao shenme mingzi yak,hehe klo gak salah inget

    • iyaa emg lngsung kpikiran mei li abis meili itu pas artinya cntik sih, jdi pas.

      pngen bwd mandarin ke korea,, loncatan gtuu..
      huwaaa pdhl ff beijing i’m in love nya blm ta kelarin,, yaolooooo mianhae…

      iyaaa itu kosakata mandarin hasil ingatan, jdinya pasti bnyk yg slah.

  2. Heh siapa itu Mei li??? koq misterius sekali!!!

    Huwaaaa Angel q pingsan!!!

    APa ini.. ada apa sebenarnya????

    Jebal lanjutin thorrr!!!!! *penasaran tingkat dewa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s