[fanfic][Oneshot] Going Crazy

Song : Song Ji Eun – Going Crazy

Cast : Kim Joongwon , Lee Seungri

DUARRRRRR !!!!!

Suara ledakan hebat terdengar dari pinggir jalan Gyeonggi. Pusat ledakan berasal dari sebuah mobil Ford Hijau yang terparkir di pinggir jalan. Asap hitam pekat mengepul tinggi memenuhi langit menambah pekatnya langit malam. Satu persatu mobil yang lewat berhenti untuk melihat kebakaran hebat itu. Suara sirine mulai mengaung-ngaung keras dari mobil pemadam kebakaran beriringan dengan mobil polisi. Keadaan Jalan Gyeonggi yang lenggang mulai padat.

Aku terus melangkahkan kakiku menyusuri jalanan aspal mencoba tidak peduli dengan keramaian yang terjadi beberapa ratus meter di belakangku. Aku meyumpal kedua telingaku dengan headset dan mulai bersenandung lirih menyanyikan sebuah lagu Igeon anya sarangi anya naege sangcheoppuniya ireojima neol sarang haetjiman ijeneun aniya neoui gieogeseo nal ijeojwo

This ain’t right This isn’t love It’s just hurts me, don’t be like this I loved you But I don’t now Erase me from your memory

Flashback

“Seungri-ya aku pikir hubungan kita cukup sampai disini”

Aku tersentak mendengar pernyataan dari pria di hadapanku.

“Wae Oppa ??”

“Percekcokan kita selama ini, perbedaan kita, kesibukanku sebagai artis dan kesibukanmu sebagai dancer adalah alasan utama hubungan ini tidak bisa di lanjutkan”

Aku hanya menatap lelaki di hadapanku dengan pandangan hampa, kata-kata putus sama sekali tidak pernah terlintas di benakku walaupun hubunganku dengannya akhir-akhir ini mulai renggang dan setiap kali bertemu selalu terjadi pertengkaran. Dan sekarang bibir mungil Kim Joongwon yang mengeluarkan kata-kata itu.

“Aku juga merasa perasaanku padamu semakin lama semakin menipis. Aku merasa bosan dengan hubungan ini Seungri-ya” lanjut Joongwon pelan.

Kata-kata terakhir Joongwon menohok jantungku, seperti terlempar kedalam dasar jurang yang gelap dan pekat. Kata-kata putus darinya saja cukup membuat bibirku kelu untuk bicara dan sekarang dia mengatakan dia tidak mencintaiku lagi, otakku tidak bisa lagi  mengeluarkan perintah pada mulutku agar berbicara melainkan memerintahkan kelenjar airmataku untuk membasahi kornea mataku.

“Bicaralah Lee Seungri”

Dan sekarang Joongwon tidak memanggilku dengan panggilan ‘Bebby’ lagi.

Tidak. Aku tidak mau berpisah. Aku masih mencintai pria dihadapanku ini. Waktu 4 tahun cukup untuk memantapkan hatiku bahwa Kim Joongwon lah satu-satunya pria yang tepat untuk diriku. Namun sepertinya mulutku enggan bekerjasama dengan hatiku untuk menyuarakannya.

“Oppa…”

Hanya empat huruf itulah yang bisa keluar dari bibirku. Tenggorokanku serasa tercekat. Dadaku terasa sesak. Otakku terasa buntu. Hanya mataku sepertinya yang bisa mengungkapkan suara hatiku.

“Maafkan aku Seungri-ya, aku pikir ini adalah jalan satu-satunya yang terbaik untuk hubungan kita”

CUKUP. Aku tidak ingin mendengar kata-kata yang meluncur dari bibirnya lagi.

“Mianhae Seungri-ya”

Aku menahan pergelangan tangan Joongwon saat dia bangkit dari kursinya.

“Tidak adakah jalan yang lain Oppa….?” Suaraku yang keluar nyaris berupa bisikan.

Joongwon hanya menggeleng.

“Inilah jalan yang terbaik, kau fokuslah pada pekerjaanmu, aku dengar bulan depan kau akan mengikuti kejuaraan di Paris, kau harus menjaga kesehatanmu Seungri-ya dan gapailah cita-citamu sebagai seorang dancer terhebat”

Joongwon melepaskan cekalan tanganku, membelai pipiku dan mengecup keningku lembut. “Hiduplah dengan baik Seungri-ya”

“Oppa…” airmata mengalir deras dari mataku mengiringi kepergian Joongwon.

“Oppa…”

Aku terus menatap punggung Joongwon yang semakin menjauh.

*****

Enam bulan setelah berpisah dari Joongwon hidupku terasa hampa, semuanya berantakan. Kehidupanku berjalan sangat lambat dan hambar. Menari yang bisa menghilangkan segala kejenuhanku ternyata tidak bisa menghapus sosok Joongwon Oppa dari benakku. Pergelangan kakiku yang terkilir adalah bukti bahwa aku tidak bisa berkonsentrasi lagi dalam menari. Dan karena cedera-ku itulah aku tidak bisa bertanding. Semakin aku keras mencoba melupakan Jongwon Oppa semakin perih yang kurasakan. Luka ini semakin lama semakin membuatku sakit. Yang aku pikirkan hanya Kim Joongwoon, selalu tentang Kim Joongwon.

6 … 7 … 8 … 9 … 10 … 11 … 12 bulan

Berbulan-bulan aku mencoba bangkit dari keterpurukanku. Mencoba bangkit menata kehidupanku dengan susah payah. Ternyata pengaruh seorang Kim Joongwon pada hidupku sangat besar. Dan aku masih mengharapkannya. Berbagai cara aku lakukan untuk menunjukkan pada Joongwon Oppa bahwa aku benar-benar masih mencintainya. Dari mengirim sms, mengirim bingkisan berupa hadiah-hadiah darinya selama masih berpacaran, dan mencoba menemuinya walaupun Joongwon selalu menolaknya.

Dan akhirnya Joongwon mau bertemu denganku lagi.

“Seungri-ya cukup !!” itulah ucapan pertama Joongwon saat aku mencoba menemuinya kembali di basement Apartementnya.

“Aku menunggumu selama 10 jam disini Oppa, dan itukah ucapan pertamamu saat melihatku”

“Aku tidak pernah memintamu untuk menungguku Seungri-ya, aku ingin kau mengerti bahwa hubungan kita sudah berakhir setahun yang lalu”

“Apa aku salah karena  ingin bertemu denganmu Oppa ?”

“Kau sudah bertemu denganku sekarang kan ?” Ucap Joongwon sarkatis.

“Oppa…”

“Dan aku minta 1 hal darimu Seungri-ya, hentikan sms-mu dan kiriman-kiriman itu, kau harus bisa menerima kenyataan ini Seungri-ya”

“Saranghaeyo Oppa…”

“Kau harus melupakanku Seungri-ya, kau harus melanjutkan hidupmu dan suatu saat nanti kau pasti bisa menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari diriku”

“Kau tetap yang terbaik bagiku Oppa” ucapku pasrah.

Joongwon menggeleng.

“Aku sudah menemukan seorang wanita yang ingin aku nikahi Seungri-ya, aku benar-benar mencintainya, maka dari itu sebelum aku menikah, aku ingin menyeleseikan semuanya”

Dadaku bergemuruh hebat mendengar ucapan Joongwon, seperti sebuah palu besar yang menghantam kepalaku saat pria yang sangat kucintai ini mengucapkan sebuah kata yang dari dulu ingin kudengar dari dirinya.

Menikah ? sebegitukah cepat Joongwon melupakan aku.

Ternyata usahaku selama ini tidak bisa menggentarkan hatinya kembali.

Siapa perempuan itu ? Siapa perempuan yang bisa membuat Joongwon-ku berubah.

Kau benar-benar tidak mengerti perasaanku Oppa. Kau tidak mengerti bagaimana susahnya aku melupakanmu, susahnya aku hidup tanpamu, sakitnya hatiku dan pergelangan kakiku itu semua karena dirimu, dan sekarang dengan mudah kau mengatakan kau akan menikah.

Aku mendekat ke Jongwoon Oppa sehingga mempersempit jarak antara aku dan Joongwon. Aku menatap lekat mata Jongwoon.

“Seungri-ya” Jongwon Oppa mundur beberapa langkah.

“Wae Oppa ?” Aku semakin mendekat sehingga aku bisa melihat bintik-bintik kecil di hidungnya.

“Sebaiknya aku pergi, Geunyong pasti sudah menungguku”

Geunyong ?? Moon Geun Yong ?? Oh jadi wanita itu yang sudah membuat Joongwon-ku menjadi seperti ini.

Ciishh, ternyata rumor dan berita itu selama ini adalah benar.

Darahku tiba-tiba menggelegak, emosiku meninggi mendengar nama wanita itu. Nama wanita yang sering mengganggu hubunganku dengan Joongwon selama berpacaran. Atau mungkin wanita itu yang membuat hubunganku dengan Joongwon berakhir.

Joongwon langsung berbalik arah dan berjalan meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.

Aku menatap tajam punggung Joongwon yang mulai menjauh. Aku berjalan ke bagasi mobilku dan mengambil sebuah tongkat baseball yang biasa aku gunakan untuk berlatih baseball.

“Kau yang membuat aku melakukan ini Oppa” Aku tersenyum sinis dan berjalan cepat mengejar langkah Joongwon dengan menyeret tongkat baseball di tangan kananku.

BUUGGHH!!!!

Satu ayunan kencang layaknya seorang atlit baseball yang memukul sebuah bola langsung aku hantamkan di tengkuk Jongwoon.

Jongwoon berbalik dan memegang tengkuknya, “Sse..ung…rrii-yy..ya kkaauu…”

Belum selesei Jongwoon melanjutkan perkataannya, tubuhnya langsung limbung ke tanah.

Aku tersenyum sinis menatap tubuh Jongwoon di tanah, darah mengalir dari belakang kepalanya.

“Kau benar-benar sudah berubah dan aku tidak suka dengan perubahanmu, aku juga benci perempuan itu yang menjadi penggantiku”

Aku menyeret tubuh Joongwoon Oppa ke mobilku. Beruntung keadaan basement cukup lenggang. Aku mengikat tangan dan kaki Joongwoon Oppa, matanya aku tutup dengan kain hitam, dan aku menyumbat mulutnya dengan plakban, aku memapah tubuh Joongwon Oppa dan meletakkannya ke dalam bagasi belakang.

“Mianhae Oppa” ucapku sambil menutup bagasi.

Aku memacu kecepatan mobilku menembus jalanan Seoul dan mengarah ke Gyeonggi-do, sebuah kota di pinggiran Seoul, kota dimana aku dan Joongwon Oppa bertemu pertama kali saat SMA.

Jalanan Gyeonggi-do tampak lenggang, bisa dihitung dengan jari mobil yang berlalu-lalang di kawasan ini. Hanya terlihat satu-dua mobil yang melintas. Aku memacu kencang laju mobilku di jalan satu arah ini. Tidak akan ada polisi yang menilangku di daerah ini. Aku tersenyum sinis, dan menginjak pedal gas semakin dalam. Kecepatan mobilku sudah di atas rata-rata.

Aku menepikan mobilku dipinggir jalan. Udara di kawasan ini cukup melegakan dadaku yang terasa sesak. Aku turun dari mobil dan membuka kap belakang mobil.

Mianhae Oppa, ucapku dalam hati menatap Joongwon Oppa yang sudah sadar dengan posisi tangan kaki terikat dan mata tertutup kain hitam yang terlihat ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.

“Kau yang membuatku menjadi seperti ini Oppa” Aku mengelus pipi Joongwon dengan lembut.

Joongwon mencoba berontak namun usahanya tetap sia-sia. Hanya geraman yang keluar dari mulutnya.

“Saranghae Oppa” aku mengecup bibir Joongwon lembut.

Aku menatap sekali lagi pria yang sangat kucintai ini, pria yang telah mengisi 4 tahun dalam hidupku, pria yang dulu mencintaiku namun sekarang menyakitiku. Aku mengambil 1 jirgen bensin di bagasi, dan menyiramnya di tubuh Joongwoon dan di sekeliling mobilku.

“Jika aku tidak bisa memilikimu maka wanita lain pun tidak boleh memilikimu, Kim Joongwon” Ucapku tajam.

Aku mengambil pemantik dari saku mantelku.

Aku berjalan menjauhi mobil, masih jelas terdengar geraman kencang dari mulut Joongwon yang tertutup plakban.

Aku menyalakan pemantik perak lalu melempar tepat ke arah aspal yang tersiram bensin, api dengan cepat merayap menuju mobil, hanya dalam beberapa detik suara ledakan langsung memekakkan telingaku, asap hitam membumbung tinggi mengiringi api besar yang melalap habis badan mobil.

Flashback END

Aku tersenyum sinis dan terus melangkahkan kakiku menyusuri jalanan Gyeonggi yang mulai padat mencoba tidak peduli dengan keramaian yang terjadi beberapa ratus meter di belakangku. Aku meyumpal kedua telingaku dengan headset. Suara keramaian kini hanya tersengar sayup-sayup di telingaku.

Igeon anya sarangi anya naege sangcheoppuniya ireojima neol sarang haetjiman ijeneun aniya neoui gieogeseo nal ijeojwo

I don’t wanna cry no more more


*******

Author comeback again membawa 1 oneshot.  FF ini author buat super duper kilat karena terinspirasi dari MV Song Ji Eun – Going Crazy. Cast utamanya adalah YeRi Couple,, buat saudari Pita mianhae jeongmal mianheyo karena akhirnya harus merilis ff bergenre seperti ini semogaa dirimu suka *kabur* Hehehehehe.

Check MV Song Ji Eun feat Bang Yong Guk – Going Crazy disini

7 thoughts on “[fanfic][Oneshot] Going Crazy

  1. ini pitaloka.
    lg dkmar shinhae nii…

    huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
    apa2an ini
    saya diputus 2 cowokkkkk
    *ambil baygonnn
    *bunuh diri

    cuman bs teriak2 ndiri d kamar shinhae
    nasibq…
    y Allahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….
    knp jg harus si muunnn!!!
    hrsN bkn oppaq…
    tapi muun aja yg ta bunuh..
    ta jambak….diludahin..tendangggg…
    kaplokkkk…
    aarrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    emosiiiiiiii!!!!!!!
    sabarrrr tha
    hiks

    makasihhh lusi..
    intro nya kerennnnnnnn
    bagussssssssssssssssssssss crtnyaaaa..
    tapi endingnya
    gag tegaaaaaaaaaa…
    ituu yesungqqq…
    apa iya aq bakal tega
    T.T

    • pitaaaa . .
      jeongmal mianhaeyo ..
      heheheheee,, abis sebelumnya uda ada pesen dri shinhae biar ga bkin donghae brnasib sama sperti leeteuk yg ku siksa abis2an.
      hehehehheee jadi lngsung kpikirannya yaa ama yesung .

  2. Ngakak baca ni FF…
    Soalnya kebayang si pita klo baca ni FF thor wkwkwkwk…

    Gileee… tega thor…
    Yesung gitu thor… dibikin dead boe!!!

    Gpplah asal jng bikin psyco si teukie lagi hahaha…

    Tp ni FF keren thor… Daebak…
    Kesel juga klo jadi Seungri…
    Tega si Yesung… masa ama si Moon!!!

    Gile pokokxa thor…
    Lanjutttttt thor…
    *tp castna jng Teukie m Hae ya haehaehaehae…

  3. #pingsan

    hong2: bebi kamu kenapa?? #kasinapasbuatan

    #langsungsadar

    fey: bebhong..authornya michotta!!!
    parah sumpah parahhhhh

    hong2: sapa c ayaaank??

    fey: istrinya kyu, pantesan
    sama gak benernya
    otaknya, ampun ampun…elus2 perut

    mbaknya,,psyco akut ya mba
    sumpah parah
    aku pikir yg mobil meledak ntu punya pacar baru sungie
    malah si sungienya yang dimatiin
    wkkwkwkwkkw

    aduuhh gak kuat
    sadis sadis
    aku masih di bawah umur
    wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s