[fanfic] Beijing, I’m In Love [Part 1]

Fanfic ini aku persembahkan untuk my darlo bebo istri Hangeng yang sekarang sedang berselingkuh dengan Baby Hong2. Saya membuat fanfic ini adaptasi dari novel dan Film “Eiffel, i’m in Love” karya Rachmania Arunita. Jadi jika terdapat kesamaan ide cerita itu bukanlah saya yang menjiplaknya, tapi memang buah pikiran asli dari Rachmania Eonnie dan saya hanya mengadaptasinya menjadi sebuah fan fiction, dan di fanfic ini saya mengubah tittle, time and place setting and the cast. Gomawo for rachmania onnie🙂

Cast: Hangeng, Park Eun Hae [HanEun Scene]

Sebelumnya: Prolog

Seoul, Spring 2010

“Eomma… yaa boleh yaaa ???” ucap seorang gadis berambut sebahu yang tengah menunjukkan puppy eyes-nya kepada Eomma-nya.

“Sekali tidak tetap tidak Eunhae-ya” Jawab Eomma dengan tegas.

“Yaa Eomma, aku ini sudah SMA, sudah 16 tahun masa sih ke mall aja ga bolee” Eunhae masih merajuk dan mengeluarkan seluruh aegyo yang dia miliki.

“Nanti tunggu kau punya KTP baru kau bisa pergi ke mall” Jawab Eomma masih tegas.

“Yaa Eomma tahun depan dong kalo gitu, yaa Eomma aku malu di katakan kuper terus dengan teman-temanku” Eunhae masih lancar mengeluarkan aegyo-nya kepada sang Eomma.

“Sudah Park Eunhae hentikan aegyo-mu itu aku mual melihatnya” Ucap seorang lelaki berambut coklat di samping kiri Eunhae.

PLETAK.

Sambitan halus mendarat di kepala laki-laki yang kini tengah meringis dan mengelus-elus kepala yang terkena sambitan Eunhae.

“Eunhae-ya berlakulah sopan dengan kakakmu, dan Appa setuju kata Eomma, kau tidak boleh pergi ke mall. Tidak boleh membantah dan segera habiskan makananmu” Suara bariton Appa menghentikan aksi aegyo Eunhae. Kalau Appa sudah angkat bicara maka semuanya langsung terdiam. Eunhae kesal dan menggembungkan pipinya. Di sampingnya sang Kakak tertawa penuh kemenangan, lesung pipi mungil muncul dari sudut bibir kirinya.

“Dan kau Park Jungsoo, konsen pada magangmu dan tahun depan kau sudah harus menyusun skripsi” Ucap Appa tidak kalah tegas.

“Arraseo Appa” jawab Jungsoo pelan.

Eunhae POV

Yaaa aku kesal dengan Eomma, hari gini ilmu pingit masih berlaku. Aku ini sudah 16 tahun, masa ke mall aja ga boleh. Tiap pergi – pulang sekolah selalu di antar jemput dengan supir keluarga. Aigoo tidak ada waktu untuk bersenang-senang dengan teman-teman sekolahku. Dan juga berkencan. Ah ya walopun aku di pingit setiap hari tapi setidaknya aku masih memiliki seorang kekasih. Dia sunbae di sekolahku. Lee Hongki anak XII Sosial. Dia anak klub musik. Kami hanya bisa berpacaran saat di sekolah saja, selain itu kami tidak pernah berkencan diluar. Dan beruntungnya aku, Hongki sangat pengertian dengan kondisiku ini.

*******

“Kamsahamnida Pak Lee” ucapku sambil tersenyum dan menutup pintu depan BMW Hitam.

Aku berjalan menuju gerbang sekolahku, aku selalu bahagia saat ke sekolah, Cuma satu alasannya, karena ada Lee Hongki.

“Eunhae-ya” aku menoleh mencari suara yang memanggilku. Sosok pria dengan rambut coklat terang berdiri di depan gerbang dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan tersenyum ke arahku. Aigoo tampan sekali dia.

“Kau menungguku Hongki-ya ??” Tanyaku antusias.

“Panggil aku Oppa, Eunhae-ya” pinta Hongki gemas.

Aku menggeleng kencang, “Panggilan Oppa hanya berlaku untuk pria 2 tahun diatasku”

Hongki mendesah pelan.

“Aku rindu padamu Eunhae-ya. Kita tidak menghabiskan malam minggu kemaren sih” Ucap Hongki mencubit kedua pipiku.

 “Yaa sakit Hongki-ya” aku mengelus-elus pipiku yang mungkin sudah merah.

 “Mian ne jagi” Hongki hampir mengecup pipiku kalau aku tidak menepis bibirnya dengan tanganku.

“Ini di sekolah Hongki-ya, ramai pula” kataku pelan. Wajahku mungkin sudah bersemu merah.

“Yaa kalo gitu kita pacaran di taman belakang aja yukk, 15 menit lagi baru bel” ajak Hongki menarik tanganku.

“Tapi aku ada PR”

“Nanti kubantu”

“PR-ku matematika loh,  memang kau bisa ??”

“Kau jangan meremehkan aku Eunhae-ya” Ucap Hongki merangkul pundakku.

*******

“Eunhae-ya, besok kau jemput teman Appa dari China yang akan datang” Aku kaget dengan perkataan Appa. Aigoo mana besok aku punya kesempatan untuk kencan dengan Hongki lagi keluhku dalam hati.

“Aku ?? Aniii aniii, Jungsoo Oppa saja yaa Appa” pintaku memohon pada Appa.

“Andwe !! Aku ada kuis besok” Sahut Jungsoo Oppa dari ruang TV.

“Waeyo ?? besok kau tidak les kan ??” Tanya Appa.

“Aku ada belajar kelompok di rumah Jisun, Appa”

“Temanmu saja yang suruh belajar kelompok kemari” Ucap Appa dengan nada tegas. Kalo Appa sudah mengeluarkan nada itu berarti aku tidak boleh membantah lagi.

Aku menghela nafas, aigoo kesempatanku berkencan besok bakalan batal. ARGGHHHH!!!!!! Aku benci diperlakukan begini terus. Aku mengambil telephon berbentuk doraemon di kamarku, aku menekan nomor-nomor yang sudah ku hafal.

“Yeoboseyo” sahut suara di seberang.

“Yeobo…..”

“Waeyo jagi ??”

“Sepertinya besok kita tidak bisa keluar deh”

Aku mendengar helaan nafas dari Hongki. “Waeyo ?? bukankah kau bilang akan di izinkan jika alasannya belajar kelompok”

“Aku harus menjemput teman Appa di bandara. Mianhae Hongki-ya”

“Hemm baiklah kalo begitu, tidak apa-apa bisa lain kali juga kan”

“Gomawo, kau pengertian sekali padaku”

“Kau kan pacarku jagii”

Aku tersenyum sumringah senang.

CKLEKK!! Pintu kamarku terbuka tiba-tiba dan sesosok kepala muncul dari pintu. Refleks aku langsung menutup telfon kencang. Aihh mianhae Hongki-ya.

“Hayooo telfon-telfonan ama siapa ??? pacar yaaaa ??? Eomma!!! Eunhae udah punya pacar ternyata” Jungsoo Oppa terus nyerocos. Sandal kamarku sukses menghantam dadanya.

“Diam kau Oppa !!!” bentakku pada kakakku satu-satunya itu yang memang ember.

“Aigoo Eunhae-ya kau ini tega sekali pada Oppa-mu yang ganteng ini. Aku pinjam notebook-mu sebentar ya ?? Punya ku kena virus dan lagi di install”

“Andweee !!!! nanti kau ternak virus di notebook-ku lagi. Aniii Aniiii” Aku menggeleng keras.

“Sebentar saja buat ngetik doang kok”

“Pinjam punya Appa sana”

“Kalau punya Appa nganggur pasti aku tidak akan kesini yeodongsaengku yang cantik” Ucap Jungsoo Oppa menjawil hidungku.

“Aissshh sudah sana ambil, tapi inget yaa awas kalo kena virus, ku bakar semua kaset-kaset PS Oppa”

“Ne, dasar bawel” Kata Jungsoo oppa mengambil notebook-ku lalu berjalan keluar.

“Oiaa Eunhae-ya besok Jisun mau belajar kesini yaaa, tahan dia lama-lama yaa, tunggu aku pulang baru kau izinkan dia pulang” pinta Jungsoo Oppa.

PLETAKK !! Sambitan sandal kamarku berikutnya sukses mengarah ke dadanya lagi.

“Aishh hobi banged sih lempar-lempar”

“Bweee sudah kaluar sana !!!” Aku meleletkan lidahku pada Jungsoo Oppa dan membuang satu sendal lagi yang sukses menghantam pintu yang langsung di tutup oleh Jungsoo Oppa.

Incheon Airport

“Aisshh sudah 2 jam aku berdiri di sini tapi teman Appa belum muncul sama sekali” aku terus menggerutu sambil melihat ke terminal kedatangan.

“Pak Lee tunggu sini, aku mau telepon Appa dulu”

“Ne algesimnida” jawab Pak Kim.

Aku berjalan ke arah telepon umum di bandara. Aku menekan nomor Appa.

“Yeoboseyo”

“Appa…. temen Appa itu kemana sih ?? udah 2 jam Eunhae lumutan nunggu disini”

“Lah teman Appa itu sudah sampai sejak sejam yang lalu loh, dia juga nunggu kamu” Jawab Appa.

“Engga adaaa Appaaaaa, Eunhae tuh udah 2 jam disini sambil bawa-bawa papan nama tapi engga ada tuh yang ngerasa punya nama Han Soo Man”

“Memangnya kamu nunggu dimana sih ??”

“Di terminal kedatangan kok Appa” Tiba-tiba aku sadar saat melihat papan biru tepat di hadapanku.

Aku langsung menepuk keningku “Aigoo Appa Eunhae salah. Eunhae nunggu di terminal kedatangan dalam negeri”

“Ckckck jadi orang telitilah sedikit, sudah sana kasian teman Appa udah nunggu lama”

“Ne Appa” Aku menutup telepon.

Aigoo babonya aku ini. Aku berlari dengan kencang menuju tempat yang seharusnya sudah kudatangi pertama saat tiba disini yaitu Terminal kedatangan Luar Negeri. Aku terus berlari kencang, Pak Lee sudah ngos-ngosan mengikuti langkah-langkahku. Aku melihat jam tanganku tanpa melihat jalan di depanku. Dan BRAKKK!!!!!!

Aku menabrak seseorang dengan sangat kencang, buktinya aku sampai terpental dan jatuh ke lantai.

“Aigoo mianhae jeongmal mianhae saya buru-buru” ucapku sambil mengelus-ngelus pantatku yang tadi sukses menghantam keramik putih itu. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat sosok yang kutabrak tadi. Dia membelakangiku.

Dia berbalik sambil memperbaiki jaket hitamnya. Omooo aku terhipnotis dengan pria di hadapanku ini. Badannya tinggi dan tegap, memakai jaket kulit hitam dan kaos polos putih di dalamnya, dia menggunakan kaca mata hitam. Benar-benar tampan. (Bayangkan Hangeng di MV Super Girl pas dia berubah jadi cakep itu)

Aku pasti masih terhipnotis dengan pesonanya kalau tidak…..

“HEH KALO JALAN ITU  MATANYA DI PAKE DONG !!!”

Aku kaget setengah mati di bentak oleh orang yang tidak aku kenal sama sekali. Lenyap sudah seluruh pesonanya di pikiranku.

“Kan aku sudah minta maaf tadi” ucapku pelan sambil membungkuk.”Lagipula jalan itu kan pake kaki” gerutuku pelan tidak terima dibentak.

“Ohh jadi kamu yang namanya Eunhae” ucapnya sinis sambil melihat papan nama yang di pegang Pak Lee di belakangku.

“Ne” jawabku pelan.

“Ini kopi ketiga sejak aku nungguin kamu tauk!!!” Pria itu masih saja berbicara dengan intonasi C mayor didepanku.

“Mianhae jeongmal mianhae tadi aku nunggu di kedatangan dalam negeri”

“Huh sincinping (gila) !!” ucap lelaki tersebut dengan bahasa yang aku sama sekali aku tidak mengerti.

“Appa udah nunggu dari tadi !! Ayo !!!!!” Pria itu lalu berjalan mendahuluiku.

Aku mengikuti laki-laki tersebut dengan langkah gontai. Huh seumur-umur aku belum pernah di bentak oleh siapapun. Dan sekarang ada cowok aneh yang tiba-tiba membentakku begitu saja.

Aku melihat sosok pria tambun yang duduk sambil membaca koran.

“Baba ta lai (Ayah, dia datang)” ucap pria galak itu kepada pria tambun yang di panggilnya Appa dengan bahasa yang sama sekali tidak aku mengerti lagi.

Pria tambun itu kemudian menatapku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Aku makin menciut di pandang seperti itu. Anaknya saja sudah buas, apalagi Appa-nya. Aku menundukkan kepalaku.

“Eunhae-ya ??” Panggil pria tambun itu.

“Ne ahjussi” ucapku takut.

“Aigoo ternyata emang bener kamu yaa, ckckckcck udah gede ya sekarang, udah jadi anak gadis cantik pula. Terakhir ahjussi liat kamu itu tinggi nya masih sepinggang loh, eh sekarang sudah besar” Aku melongo hebat melihat cerosocosan pria tambun di depanku ini yang ternyata Han Soo Man Ahjussi. Anak dan bapak berbeda 180 derajat. Sedangkan pria galak tadi itu Hangeng, putranya.

“Oyaa Eunhae-ya ini Hangeng, anak Ahjussi. Ingat tidak dulu pas kecil kalian sering maen bareng loh” So Man ahjussi masih menyerocos lancar sambil menggandengku berjalan ke lobi bandara.

Aku hanya mengangguk kikuk mendengar ocehan Soman Ahjussi. Aku hanya kaget kalau pria tampan nan buas tadi adalah Hangeng. Teman mainku saat aku kecil. Padahal saat kecil dia tidak segalak itu.

Saat dimobil pun Soman Ahjussi masih sibuk berbicara ngalor-ngidul dari keadaan Korea yang sudah ia tinggalkan selama 11 tahun, tentang Appa dan Eomma, Sekolahku sampai bercerita makanan favoritnya di Korea. Aku hanya ngangguk-ngangguk mendengarkan Soman Ahjussi berbicara. Dan Hangeng ?? dia juga mengangguk-angguk tapi bukan mendengarkan pembicaraan kami melainkan mengikuti irama lagu dari headset ipod yang ia pakai. Uhhhhhhhh.

Sampai dirumah pun Soman Ahjussi seakan tidak mempunyai rasa lelah karena kini Appa dan Eomma bernostalgia bercerita zaman-zaman SMA mereka diruang tamu. Sedangkan aku kini harus membimbing eh menunjukkan Hangeng dimana kamarnya karena dia bilang dia lelah.

“Eunhae kamarnya bukan kamar yang itu” Suara Eomma menghentikan langkahku menuju kamar tamu.

“Terus yang mana Eomma ??” Tanyaku heran karena kamar dirumah ini hanya ada 4. Kamar Appa Eomma dan Kamar tamu di lantai satu. Sedangkan dilantai dua ada kamarku dan kamar Jungsoo Oppa.

“Hangeng tidur dikamar Jungsoo dulu karena Oppa-mu sedang magang sekarang”

Jawaban Eomma langsung membuat tampangku pias. Kamarku berhadapan persis dengan kamar Jungsoo Oppa dan itu berarti aku juga akan berbagai kamar mandi dengan pria galak ini. Aku sudah cukup ribut berebut kamar mandi dengan Jungsoo Oppa yang punya kebiasaan mandi lama dan aku cukup bernafas lega karena untuk beberapa hari ini Jungsoo Oppa magang di Busan. Dan sekarang aku harus berbagi dengan seorang pria yang sampai saat ini tidak tersenyum sama sekali kepadaku. Dia hanya tersenyum dan berbicara sopan pada Eomma dan Appa. Cisssh munafik. Caper!

“Eomma…..” aku memasang tampang memelas pada Eomma agar aku tetap menjadi pemilik tunggal lantai 2.

“Ne, kamsahamnida ahjumma” Hangeng tiba-tiba bersuara sopan dan membungkuk takzim dihadapan Eomma.

Aku hanya merenggut kesal melihat tingkah Hangeng. Dengan langkah gontai aku berjalan ke lantai atas menuju kamar Jungsoo Oppa.

“Ini kamarmu” Aku membuka pintu kamar Jungsoo Oppa. Hemm sejak kapan kamar Jungsoo Oppa serapi ini, aku melihat sekeliling kamar Jungsoo Oppa yang mungkin sudah dirapikan oleh Bibi Jung. Tidak ada kaset PS yang berhamburan dilantai, tidak ada tempat tidur yang berantakan, tidak ada baju-baju yang bertebaran di atas kasur.

“Sampai kapan kau mau disini hah ?!” sebuah suara super dingin menghentikan lamunanku.

“Ah…ehh mianhae”

“Aku tidak bisa beristirahat kalau kau masih disini !”

“Ne, mianhae” aku berjalan ke pintu, saat hendak menutup pintu, Hangeng telah terlebih dahulu menutupnya sehingga pintu itu nyaris menyentuh wajahku.

Aku hanya menggeram kesal dengan kelakuan Hangeng. Tidak ada ucapan terima kasih. Jangankan terima kasih, senyumpun tidak.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku selama seminggu kedepan, apalagi dengan hadirnya 2 orang di rumahku. Oke kalau Soman Ahjussi itu tidak masalah, karena masih ada Eomma dan Appa. Sedangkan Hangeng ?? Omoooo aku tidak sanggup kalau aku harus dibentak setiap hari ataupun di perlakukan seperti ini terus.

Aku menghembuskan nafas berat. “Park Eunhae Fighting !!!” aku mengepalkan kedua tanganku menyemangati diriku sendiri.

TBC

Huwaaa mianhae febril baru bisa publish part 1 na sekarang, padahal uda lama loh ada di laptop cuman karena berbagai alasan belum bisa di publish dan bisanya baru sekarang. Hehehehehe. *bow*

10 thoughts on “[fanfic] Beijing, I’m In Love [Part 1]

  1. aku baca lagi loh wkwkkwkwk
    bisnya lagi bete tingkat menlu
    buka2 blog ngintip2 poto wookppa ehh nyambung ke sini
    *mang jodoh agaknya*😄
    kyaaaahahhaha sapa ntu jung so yeon?? adeknya jung juri?? wkwkwk

    • ahahaaaahah soft diplomacy . .
      km baca lgii ,, scra tdk lngsung mmberitahukan pdaku agar segera publish part 2 nya kaan . .
      hhahahahha . .
      part 2 nya udaah jadii tinggal publish . .

  2. Lhaaaaa ni bersambung ternyata..
    Mana part selanjutnya thoorr???

    Penasaran nie…
    ampun dah gege ganteng beudddd….

    Tu Eunhae ama Junsin satu orang kan ya wkwkwkwk…

    Tetep syikkk pas liat nama Park Jung Soo nongol…

    Nahhhhhh ntr baby Hong2 nasibnya gmn donk???

  3. let me ngakak for awhile yak!! wkwkwkkwkwkwkkwkwkwkkw #guling2 #jungkirbalik
    sumpah syoookk tingkat dewa!!
    baiklah aku akan memulai komenku dengan..
    kamsahamnidaaa jeongmaaalll #peyukciumtendyang si author hahah
    aku gak nyangka ma cash2nya sumpah!!
    dan cerita awal, ntu pernah kejadian beneran loh pas q kelas 2 sma 16 taun juga
    gak dibolehin jalan ma temen2ku,astaga syong tau bacanya hahhaha
    terlebih lagi jungsoo!
    HONGKIIIIIIIII omigooooddddd…
    ngakak sumpah apalagi Jisun!! satu orang mbaknya
    wkwkwkw ne penuh biasku kabeh iq hahah
    tau gak pak lee q bayanginnya pak lee chul woo loh haha
    dan han so man!!!! ngakaaaakk to the max!!
    oiiya td aku liad typo pas di bandara..km tulisnya pak kim
    ngakaknya lagi, hangeng jd cool! wkwkwkk..
    pi gomawoyooo,,kao mengembalikan gairah hidupku bersama si yeobo
    padahal akir2 ilang gara2 deretan maknae ntu wkwkwkk *keliatan maruknya*
    ehh ntu bibi jung ntu tau gak aku kebayangnya ma jung juri wkwkkwkwk
    sudah cukup ababil ne komen..aahahhaha
    bisnya ne FF cash nya bikin ngakak tau yaowooohh udah malem padahal hahah
    ayoooo lanjutiiiiinnn yeeeiiii

    • iyaaa nanti nie ff bakal di penuhi ama bias-bias mu lohhh . .
      sabar yaaaa . .
      tinggal nebak aja nnti siapa yg jadi second femalenya . .
      klo di filmnya kan si Titi Kamal, tpi di ff ini bkal lebih cantik, ya iyalaaahh cewe2 korea kan cantik2 . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s